Publik Tolak Wacana Presiden 3 Periode, Arief Poyuono: Hasil Survei Gak Bisa jadi Patokan

Agung Sandy Lesmana, Bagaskara Isdiansyah

Senin, 05 Juli 2021 | 14:38 WIB
Publik Tolak Wacana Presiden 3 Periode, Arief Poyuono: Hasil Survei Gak Bisa jadi Patokan
Bekas Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono. (Antara)

Suara.com - Lembaga Voxpol Center Research & Consultant merilis hasil survei terbarunya yang dilakukan pada periode 22 Juni sampai 1 Juli 2021 yang salah satu hasilnya sebanyak 73,7 persen koresponden menolak wacana masa jabatan presiden tiga periode

Menanggapi hal itu, bekas Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Arief Poyuono masih percaya ke depan hasil survei tersebut dapat berubah. Menurutnya, ke depan bisa saja justru masyarakat setuju masa jabatan presiden ditambah lantaran melihat situasi darurat Covid-19. 

"Hasil survei itu kan dinamis, itu hasil hari ini, kita tidak tahu hasil minggu depan," kata Arief saat dikonfirmasi, Senin (5/7/2021). 

Arief mengatakan, kalau hasil survei tidak bisa dijadikan sebuah patokan. Apalagi, kata dia, hasil survei setiap lembaga-lembaga survei berbeda. 

"Artinya kan dinamis (hasil survei) enggak bisa dijadikan sebuah patokan juga," tuturnya. 

Kendati begitu, Arief mengaku menghormati hasil survei yang dirilis Voxpol Center tersebut. Menurutnya, sah-sah saja bisa hasil survei Voxpol menunjukkan hal demikian. 

"Kami hormati hasil survei itu namanya juga kan karya ilmiah. Sah-sah saja itu lah demokrasi," tandasnya. 

Untuk diketahui, Voxpol Center Research dan Consultant mengular hasil survei terbarunya yang digelar dari 22 Juni sampai 1 Juli 2021.

Survei dilakukan dengan pengambilan sampel menggunakan metode stratified random sampling. Jumlah sampel dalam survei adalah 1.200 dengan toleransi kesalahan (margin of error) sebesar 2,83% pada tingkat kepercayaan 95%.

baca juga

Hasilnya mayoritas pemilih 73,7 persen menolak adanya wacana penambahan masa jabatan presiden menjadi 3 periode, hanya 22,6 persen yang setuju dengan wacana ini dan sisanya 3,7 tidak 
menjawab.

Dari jumlah mayoritas pemilih yang menolak wacana ini beralasan bahwa penambahan masa jabatan presiden merupakan kemunduran demokrasi 33,4 persen, regenerasi kepemimpinan nasional akan terhambat/mandek 28,2 persen, menguatnya KKN dan Oligarki 9,9 persen, pengkhianat demokrasi 8,7 persen dan untuk menjebak presiden 4,6 persen. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Singgung Masa Jabatan Presiden Tiga Periode, DPD Demokrat: Wacana Gila!

Singgung Masa Jabatan Presiden Tiga Periode, DPD Demokrat: Wacana Gila!

Batam | Rabu, 30 Juni 2021 | 14:17 WIB

Soal Presiden 3 Periode, Ruhut Sitompul: Kadrun Lama-Lama Mati Berdiri

Soal Presiden 3 Periode, Ruhut Sitompul: Kadrun Lama-Lama Mati Berdiri

Bogor | Senin, 28 Juni 2021 | 15:53 WIB

Sekjen Parpol Koalisi Jokowi-Ma'ruf Kumpul, Bahas 3 Periode?

Sekjen Parpol Koalisi Jokowi-Ma'ruf Kumpul, Bahas 3 Periode?

News | Kamis, 24 Juni 2021 | 16:59 WIB

Cek Fakta: Benarkah Presiden AS Joe Biden Dukung Jokowi Maju Pilpres 2024?

Cek Fakta: Benarkah Presiden AS Joe Biden Dukung Jokowi Maju Pilpres 2024?

News | Kamis, 24 Juni 2021 | 10:15 WIB

Terkini

Tak Cukup Dipenjara, Migrant Watch Desak Mafia TPPO Dimiskinkan Lewat Jerat TPPU

Tak Cukup Dipenjara, Migrant Watch Desak Mafia TPPO Dimiskinkan Lewat Jerat TPPU

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 19:34 WIB

Survei LPI: Jokowi Jadi Magnet Dongkrak Citra Positif PSI

Survei LPI: Jokowi Jadi Magnet Dongkrak Citra Positif PSI

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 19:29 WIB

Audiensi Buntu, BEM DIY Sebut DPR Tak Lagi Representasi Rakyat

Audiensi Buntu, BEM DIY Sebut DPR Tak Lagi Representasi Rakyat

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 19:14 WIB

Dukung MBG, Relawan di DIY Ajak Masyarakat Kawal Program: Harus Transparan dan Antikorupsi

Dukung MBG, Relawan di DIY Ajak Masyarakat Kawal Program: Harus Transparan dan Antikorupsi

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 19:07 WIB

ART Disiksa di Johor, Majikan Nakal Malaysia Terlalu Dimanjakan

ART Disiksa di Johor, Majikan Nakal Malaysia Terlalu Dimanjakan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 19:05 WIB

Sandiwara Berdarah di Menteng, Komisaris Wanita Rekayasa Perampokan Demi Habisi Dirut

Sandiwara Berdarah di Menteng, Komisaris Wanita Rekayasa Perampokan Demi Habisi Dirut

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 19:04 WIB

Cerita Rampok 500 Gram Emas Rekayasa! Rekan Bisnis di Menteng Siksa dan Tusuk Korban karena Dendam

Cerita Rampok 500 Gram Emas Rekayasa! Rekan Bisnis di Menteng Siksa dan Tusuk Korban karena Dendam

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:49 WIB

Kantor Imigrasi Denpasar Digeledah KPK, Buntut Skandal Eks Wamen Silmy Karim

Kantor Imigrasi Denpasar Digeledah KPK, Buntut Skandal Eks Wamen Silmy Karim

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:45 WIB

Ribuan Jemaah Serbu Monas untuk Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi

Ribuan Jemaah Serbu Monas untuk Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:44 WIB

Perwakilan Massa Mahasiswa Akhirnya Diterima Pimpinan DPR, Audiensi Digelar Tertutup

Perwakilan Massa Mahasiswa Akhirnya Diterima Pimpinan DPR, Audiensi Digelar Tertutup

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:35 WIB