Marah Saja Tak Cukup, Anies Diminta Bertindak Tegas Kepada Perusahaan Bandel

Erick Tanjung, Novian Ardiansyah

Rabu, 07 Juli 2021 | 13:53 WIB
Marah Saja Tak Cukup, Anies Diminta Bertindak Tegas Kepada Perusahaan Bandel
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan inspeksi mendadak di kantor non esensial dan kritikal yang masih buka saat PPKM Darurat. (Foto: Instagram @aniesbaswedan)

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dinilai tidak cukup sebatas meluapkan kemarahannya terhadap perusahaan pelanggar aturan PPKM Darurat. Anies diminta tegas menegakkan aturan terhadap perusahaan yang melanggar.

Sebagaimana diketahui, Anies sebelumnya berang terhadap dua perusahaan non esensial dan non kritikal yang kedapatan masih mempekerjaan karyawan di kantor. Kemarahan itu ia luapkan saat melakukan inspeksi mendadak atau sidak terkait aturan 100 persen kerja dari rumah (work from home/WFH).

Anggota Komisi IX DPR, Rahmad Handoyo mengatakan Anies boleh saja marah, namun hal itu dinilai tidak cukup. Ia berujar Anies harus tegas terhadap perusahaan pelanggar.

"Marah bisa saja, boleh itu bagian dari ekspresi kekcewaan. Tetapi yang paling penting adalah ketika menemui di lapangan seperti itu tutup kantornya. Kalau perlu bikin diancam itu surat izin domisili, izin apapun kalau tetap bandel," kata Rahmad dihubungi, Rabu (7/7/2021).

"Itu menjadi salah satu ancaman yang nyata. Tapi kalau marahpun dan besok masih tetap mengharuskan para pekerja non esensial untuk tetap bekerja ya percuma saja," sambung Rahmad.

Ramhad mengatakan ketegasan penegakan aturan terhadap perusahaan membandel harus dilakukan oleh seluruh pemerintah daerah, tidak hanya DKI Jakarta. Ia berujar ketegasan penegakan aturan terhadap pelaku ekonomi dan oelaku usaha yang membandel menjadi wajib hukumnya.

"Pelaku ekonomi terhadap pelaku usaha yang membandel dan melanggar itu harus ditegaskan jangan sebatas marah. Saya kira semuanya saja pemerintah daerah harus menegakan aturan itu," ujar Rahmad.

Hal senada juga dikatakan Anggota Komisi II DPR Mardani Ali Sera. Mardani tidak mempermasalahkan Anies yang memarahi pimpinan perusahaan.

Hanya daja menurut Mardani, pemda perlu membuat surat peringatan terlebih dahulu sebelum akhirnya memproses hukum perusahaan membandel saat PPKM Darurat.

baca juga

"Pertama harus tegas karena pandemi tidakk mentolerir kelengahan sekecil apapun. Kedua, boleh marah sebagai shock therapy. Tapi proses bisa dimulai dengan teguran atau surat peringatan baru proses hukum sebagi konsekuensi," kata Mardani.

Anies Pidanakan Dua Perusahaan

Setelah meluapkan amarah, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga memperkarakan pimpinan dua perusahaan non esensial dan kritikal yakni PT Ray White dan PT Equity Life karena masih mempekerjakan karyawannya di masa penerapan PPKM Darurat. Terkait penindakan hukum itu, dua perusahaan dianggap melanggar Undang-Undang No. 4 tahun 1984 Wabah Penyakit Menular.

"Tadi kantornya langsung saya suruh tutup, semua karyawan harus pulang, langsung diproses hukum, termasuk dari kepolisian akan memproses secara pidana, karena mereka melanggar undang-undang wabah," kata Anies dalam unggahan pada status instagramnya @aniesbaswedan dikutip di Jakarta, Selasa.

Bahkan, Anies meminta staf yang menyertainya untuk memotret wajah orang yang bertanggung jawab di perusahaan-perusahaan tersebut dan mendata mereka.

"Ini adalah orang-orang yang tidak bertanggung jawab, orang-orang yang memilih untuk membuat karyawannya ambil risiko," ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aturan Perjalanan di Pelabuhan Merak dan Bakauheni Diperketat, Wajib Tes Covid-19

Aturan Perjalanan di Pelabuhan Merak dan Bakauheni Diperketat, Wajib Tes Covid-19

News | Rabu, 07 Juli 2021 | 13:34 WIB

Robby Purba Protes Tukang Bubur Didenda Rp 5 Juta Gegara Langgar PPKM Darurat

Robby Purba Protes Tukang Bubur Didenda Rp 5 Juta Gegara Langgar PPKM Darurat

Entertainment | Rabu, 07 Juli 2021 | 13:30 WIB

Razia PKL saat PPKM Darurat, Wali Kota Semarang Borong Semua Makanan

Razia PKL saat PPKM Darurat, Wali Kota Semarang Borong Semua Makanan

News | Rabu, 07 Juli 2021 | 13:31 WIB

Terkini

Sekolah Rakyat Jadi Harapan Baru Anak Miskin, Wamensos: Presiden Jalankan Amanat Konstitusi

Sekolah Rakyat Jadi Harapan Baru Anak Miskin, Wamensos: Presiden Jalankan Amanat Konstitusi

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:18 WIB

Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta

Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:55 WIB

Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional

Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:33 WIB

Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!

Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:31 WIB

Metromini dan Kopaja Sudah Pergi, tapi Jakarta Belum Selesai Merindukannya

Metromini dan Kopaja Sudah Pergi, tapi Jakarta Belum Selesai Merindukannya

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:15 WIB

Sembunyi di Kawasan Elit Bangkok, Istri Frans Antoni Ikut Terseret Jaringan Fredy Pratama

Sembunyi di Kawasan Elit Bangkok, Istri Frans Antoni Ikut Terseret Jaringan Fredy Pratama

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:15 WIB

Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional

Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:02 WIB

Mendagri dan Menteri ATR/BPN Terbitkan SEB untuk Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian Pangan

Mendagri dan Menteri ATR/BPN Terbitkan SEB untuk Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian Pangan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:51 WIB

Penandatanganan SKB Kemendagri & Menteri PKP Perkuat Peran Pemda dalam Program 3 Juta Rumah

Penandatanganan SKB Kemendagri & Menteri PKP Perkuat Peran Pemda dalam Program 3 Juta Rumah

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:42 WIB

Dasco Hubungi Kepala BGN, DPR Sebut Ada Efisiensi Anggaran MBG Rp70 Triliun

Dasco Hubungi Kepala BGN, DPR Sebut Ada Efisiensi Anggaran MBG Rp70 Triliun

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:31 WIB