alexametrics

Separuh Warga Jakarta Pernah Positif Covid-19, Ini Kata Kadinkes soal Survei Serologi

Reza Gunadha | Yosea Arga Pramudita
Separuh Warga Jakarta Pernah Positif Covid-19, Ini Kata Kadinkes soal Survei Serologi
Sejumlah kendaraan bermotor menerobos bagian jalan yang tidak tertutup beton di posko penyekatan tanpa penjagaan petugas di Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Senin (5/7/2021). [ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra]

Survei tersebut, secara spesifik dilakukan guna mengukur proporsi warga Jakarta yang memiliki antibodi terhadap covid-19.

Suara.com - Pemprov DKI Jakarta, Tim Pandemi FKM UI, Lembaga Eijkman, dan CDC Indonesia melakukan survei serologi di Ibu Kota.

Survei tersebut, secara spesifik dilakukan guna mengukur proporsi warga Jakarta yang memiliki antibodi terhadap covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Widyastuti mengatakan, serologi merupakan teknik berbasis imunologi yang bertujuan mengukur respons imun terhadap suatu antigen dari sediaan darah seseorang.

Apabila seseorang pernah terpapar pada agen infeksius tertentu, tubuhnya akan terpicu menghasilkan antibodi spesifik yang dapat dideteksi.

Baca Juga: Survei Serologi: Obesitas Lebih Mudah Terinfeksi Covid-19

“Melalui survei ini, kita dapat memperkirakan proporsi warga Jakarta yang pernah terinfeksi oleh virus SARS CoV-2, baik yang teridentifikasi/terkonfirmasi oleh tes PCR maupun yang tidak. Kita bisa melihat juga gambaran lebih utuh tentang situasi pandemi di Jakarta. Sehingga, strategi penanganan dan pengendaliannya pun bisa disesuaikan," kata Widyastuti dalam konfrensi pers secara daring, Sabtu (10/7/2021).

Pada kesempatan yang sama, epidemiologi dari Tim FKM UI, Pandu Riono, menjelaskan hasil survei ini terlihat bahwa hampir separuh penduduk Jakarta pernah terinfeksi covid-19. Dalam hal ini usia paling banyak terpapar yakni 30 sampai 49 tahun. 

Tak hanya itu, infeksi pada kelompok perempuan lebih tinggi (47,9 persen) dan kelompok yang belum kawin lebih rendah risiko terinfeksi (39,8 persen).

“Penduduk di wilayah padat penduduk lebih rentan terinfeksi COVID-19 (48,4 persen). Semakin meningkat indeks massa tubuh, semakin banyak juga yang terinfeksi, dalam hal ini kelebihan berat badan (52,9 persen) dan obesitas (51,6 persen). Orang dengan kadar gula darah tinggi juga lebih berisiko,” jelas Pandu.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memaparkan hasil survei serologi Covid-19 yang dilakukan oleh Tim Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI). Hasilnya, diketahui bahwa separuh warga Ibu Kota pernah terinfeksi covid-19.

Baca Juga: Ini Ciri-ciri Pasien Covid-19 yang Tak Perlu ke RS dan yang Wajib Dirawat di Rumah Sakit

Anies mengatakan, survei tersebut dilakukan pada Maret 2021 lalu di sejumlah wilayah di DKI Jakarta. Hasilnya, sebanyak 44,5 persen warga pernah terinfeksi Covid-19 dan meningkat menjadi 49,2 persen di bulan Juni. 

Komentar