Tahun Ajaran 2021/2022, Kemendikbudristek Minta Pembelajaran Dilakukan Aman dan Nyaman

Fabiola Febrinastri

Kamis, 15 Juli 2021 | 18:10 WIB
Tahun Ajaran 2021/2022, Kemendikbudristek Minta Pembelajaran Dilakukan Aman dan Nyaman
Sejumlah siswa menjaga jarak untuk keluar sekolah saat simulasi pembelajaran tatap muka di SD Cimahi Mandiri 2, Cimahi, Jawa Barat, Senin (24/5/2021). ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Suara.com - Menyambut Tahun Ajaran 2021/2022, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengimbau agar pembelajaran di masa pandemi Covid-19 dilakukan dengan aman dan nyaman. Penyelenggaraan pembelajaran tetap mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri dan aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Covid-19 di Jawa dan Bali serta 15 kabupaten/kota lainnya.

“Pembelajaran di masa pandemi akan berlangsung secara dinamis menyesuaikan risiko kesehatan dan keselamatan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat, yakni PPKM, baik PPKM Mikro maupun PPKM Darurat,” terang Direktur Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Ditjen PAUD Dikdasmen), Muhammad Hasbi, dalam pertemuan dengan media secara virtual, Rabu, (14/7/2021) di Jakarta.

Prinsip mengutamakan kehati-hatian, kesehatan, dan keselamatan siswa, guru, tenaga kependidikan serta keluarga menjadi prioritas utama dalam menetapkan kebijakan pembelajaran. Kemudian, aspek tumbuh kembang anak dan aspek psikososial anak karena bagaimanapun pandemi memberikan dampak negatif terhadap dua aspek itu.

“Setiap insan satuan pendidikan harus mengedepankan kehati-hatian, kesehatan, dan keselamatan semua insan pendidikan dan keluarganya sama-sama menerapkan protokol kesehatan,” ujar Hasbi.

Ia juga mengajak para orang tua dan wali berperan aktif, bekerja sama dengan guru dan sekolah dalam pelaksanaan pembelajaran di masa pandemi.

“Kami mengimbau, agar peran orang tua atau wali peserta didik dapat diefektifkan. Orang tua juga perlu diedukasi agar bisa bekerja sama dengan guru di satuan pendidikan untuk menyelenggarakan pembelajaran, baik jarak jauh maupun tatap muka terbatas dengan protokol kesehatan ketat sesuai kondisi masing-masing daerah,” tutur Hasbi.

Direktur Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Ditjen Diksi), M. Bakrun menambahkan, di masa pandemi Covid-19, kementerian telah menghadirkan kurikulum khusus, yang membantu sekolah menyelenggarakan pembelajaran yang bermakna dengan memperhatikan kondisi masing-masing sekolah.

Pembelajaran produktif pada SMK tetap berlangsung melalui beragam terobosan yang dilakukan sekolah, misalnya pelaksanaan praktik kerja lapangan yang bisa digantikan dengan pemberian tugas atau tantangan proyek tertentu pada kelompok siswa dengan bimbingan guru dan praktisi dari industri.

“Paradigma baru yang kita kembangkan adalah Pembelajaran Berbasis Proyek. Proyek itu kemudian didiskusikan secara terus menerus dengan bimbingan, kalau dari industri tidak ada, berarti gurunya yang harus membimbing. Ini adalah sebagai salah satu cara untuk mengganti praktik kerja lapangan,” terangnya.

baca juga

Sosialisasi Panduan Pembelajaran di Masa Pandemi

Sementara itu, Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (GTK Dikmen Diksus), Yaswardi menjelaskan, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) telah menghadirkan portal gurubelajardanberbagi.kemdikbud.go.id yang menjadi platform berbagi praktik baik pembelajaran dari berbagai wilayah di Indonesia.

Melalui portal tersebut, kementerian telah memberikan kesempatan pembelajaran yang optimal. Ia mengingatkan pentingnya memberikan respons positif kepada guru, kepala sekolah, dan pengawas karena sudah melaksanakan aktivitas belajar di tengah pandemi, baik PTM terbatas ataupun PJJ.

“Kita mengemas apresiasi dalam seri webinar dengan memberikan penghargaan-penghargaan yang sifatnya memotivasi guru. Kemudian, kita mencoba menangkap informasi yang menjadi praktik baik yang dilakukan oleh para guru di masa pandemi ini,” terang Yaswardi.

Program Guru Belajar Guru Berbagi Seri Pembelajaran Tahun Ajaran 2021/2022 menghadirkan narasumber dari para guru, pengawas, kepala sekolah, dan kepala dinas povinsi/kabupaten/kota. Kegiatan ini bertujuan untuk menyosialisasikan prinsip-prinsip Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 agar lebih dipahami oleh pemangku kepentingan pendidikan.

“Pandemi Covid-19 ternyata melahirkan guru-guru hebat. Tinggal praktik-praktik baik ini dihadirkan, yaitu melalui seri webinar Dirjen GTK Seri Belajar, Berbagi, dan Berkolaborasi,” ungkapnya.

“Peserta yang ikut cukup banyak, ada sekitar 15 ribu orang yang ikut pada sesi Webinar Seri Tahun Ajaran Baru 2021/ 2022,” imbuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Realisasi Program PEN Tahun 2020 Tak Capai Target 100 Persen

Realisasi Program PEN Tahun 2020 Tak Capai Target 100 Persen

News | Kamis, 15 Juli 2021 | 18:05 WIB

Kemendikbudristek: Penyelenggaraan MPLS harus Disesuaikan dengan Kondisi Pandemi

Kemendikbudristek: Penyelenggaraan MPLS harus Disesuaikan dengan Kondisi Pandemi

News | Kamis, 15 Juli 2021 | 18:02 WIB

Prediksi Menkes Budi Tentang Perubahan yang Terjadi Bila Pandemi Covid-19 Berakhir

Prediksi Menkes Budi Tentang Perubahan yang Terjadi Bila Pandemi Covid-19 Berakhir

Health | Kamis, 15 Juli 2021 | 18:05 WIB

Sri Mulyani Sebut Orang Miskin Makin Banyak Jika Tak Dapat Perlindungan Sosial

Sri Mulyani Sebut Orang Miskin Makin Banyak Jika Tak Dapat Perlindungan Sosial

Bisnis | Kamis, 15 Juli 2021 | 16:44 WIB

Mitigasi Puncak Gelombang Kedua Pandemi, Pupuk Kaltim Tingkatkan Kapasitas Rumah Sakit

Mitigasi Puncak Gelombang Kedua Pandemi, Pupuk Kaltim Tingkatkan Kapasitas Rumah Sakit

Bisnis | Kamis, 15 Juli 2021 | 16:40 WIB

Update Covid-19 RI 15 Juli: Rekor Baru 56.757 Kasus Positif, Korban Jiwa Tembus 70 Ribu

Update Covid-19 RI 15 Juli: Rekor Baru 56.757 Kasus Positif, Korban Jiwa Tembus 70 Ribu

News | Kamis, 15 Juli 2021 | 15:55 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×