Mitigasi Puncak Gelombang Kedua Pandemi, Pupuk Kaltim Tingkatkan Kapasitas Rumah Sakit

Iwan Supriyatna

Kamis, 15 Juli 2021 | 16:40 WIB
Mitigasi Puncak Gelombang Kedua Pandemi, Pupuk Kaltim Tingkatkan Kapasitas Rumah Sakit
Pupuk Kaltim.

Suara.com - Menindaklanjuti arahan Kementerian BUMN, Pupuk Kaltim (PKT) sebagai BUMN produsen pupuk Urea terbesar di Indonesia memaksimalkan kemampuannya untuk membantu penanganan dan antisipasi COVID-19 di sekitar perusahaan.

Peningkatan kapasitas RS jadi fokus PKT, guna memitigasi puncak gelombang kedua COVID-19 di Kaltim. Selain itu, untuk menjaga ekosistem masyarakat di sekitar perusahaan, juga terus dilakukan dengan memaksimalkan fasilitas akses tes COVID-19 di RS PKT, yang menjadi satu-satunya RS di Bontang yang memiliki Laboratorium Biomolekuler Polymerase Chain Reaction (Lab PCR).

Tercatat sejak didirikan sebagai Lab PCR pertama di Bontang pada September 2020 lalu hingga 7 Juli 2021, lab tersebut telah melakukan tes pada lebih dari 36 ribu spesimen, baik spesimen dari karyawan, keluarga karyawan, hingga masyarakat.

Direktur Utama Pupuk Kaltim - Rahmad Pribadi, mengatakan sesuai arahan Menteri BUMN Erick Thohir, yang fokus memaksimalkan sinergi perusahaan BUMN dalam penanganan pandemi, Pupuk Kaltim secara aktif terus membantu penanganan dan mitigasi COVID-19. Peningkatan kapasitas RS baik secara fasilitas maupun keamanan dan kesehatan para nakes, menjadi fokus perusahaan guna memitigasi lonjakan puncak gelombang kedua pandemi.

“Selain memastikan kapasitas, pelayanan dan penanganan maksimal di RS PKT yang juga salah satu RS rujukan penanganan COVID-19., PKT juga turut memberikan beragam dukungan dan bantuan bagi lima RS di Bontang,” kata Rahmad.

Lebih lanjut, dalam hal peningkatan kapasitas RS PKT, tercatat tambahan kamar ICU khusus COVID-19 menjadi total 9 kamar dengan fasilitas kesehatan lengkap termasuk ventilator, ruang isolasi dengan total 110 tempat tidur, satu alat donor plasma konvalesen, 400 APD bagi tenaga medis, paket penambah imun bagi 180 orang tenaga medis di hingga lebih dari 100 box supply makanan bagi para nakes per harinya, telah disalurkan ke lima rumah sakit dan puskesmas di sekitar wilayah Bontang dan Kaltim.

Selain itu, sembako dan hidangan siap makan juga telah disalurkan oleh perusahaan bagi ratusan masyarakat Bontang yang sedang menjalani isolasi mandiri. Guna mempercepat proses distribusi bantuan, PKT juga memberdayakan para mitra binaan perusahaan dalam memproduksi APD dan menyalurkan sembako serta hidangan siap makan.

Kemampuan dan keahlian perusahaan dalam memproduksi oksigen juga diharapkan mampu mempercepat distribusi bagi rumah sakit yang sedang membutuhkan.

Lebih lanjut, Direktur Utama RS PKT - Grup Nurul Fathoni, mengatakan “Dukungan perusahaan sangat berpengaruh terhadap kualitas layanan yang diberikan pihak RS kepada masyarakat, utamanya dalam pengadaan peralatan dan fasilitas kesehatan selama pandemi, sehingga peran RS PKT dalam mendukung penangan COVID-19 dapat berjalan dengan lebih maksimal. Selain itu, dengan adanya Laboratorium PCR satu-satunya di wilayah Bontang ini juga semakin mempercepat penanganan COVID-19 karena testing dan testing dapat dilakukan secara cepat, efektif dan efisien.”

baca juga

Laboratorium PCR milik RS PKT pun juga telah masuk ke dalam daftar dari 742 laboratorium yang terafiliasi di bawah Kementerian Kesehatan, sebagai laboratorium yang dapat menerbitkan sertifikat hasil tes COVID-19 untuk syarat perjalanan melalui udara dan berlaku mulai 12 Juni 2021. Selain itu, kehadiran alat plasma konvalesen di RS PKT juga memungkinkan donor plasma konvalesen dari penyintas kepada pasien COVID-19, sehingga diharap dapat turut mempercepat penanganan COVID-19.

“Melalui langkah proaktif dan sinergitas yang cepat di antara perusahaan BUMN ini, kami percaya bahwa bersama - sama kita semua mampu melewati pandemi ini. Selain fokus untuk tetap menjaga produktivitas perusahaan guna menjaga ketahanan pangan nasional di tengah pandemi ini, Pupuk Kaltim juga akan terus secara aktif mengerahkan kemampuan dan keahlian kami untuk membantu penanganan COVID-19,” tutup Rahmad.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update Covid-19 RI 15 Juli: Rekor Baru 56.757 Kasus Positif, Korban Jiwa Tembus 70 Ribu

Update Covid-19 RI 15 Juli: Rekor Baru 56.757 Kasus Positif, Korban Jiwa Tembus 70 Ribu

News | Kamis, 15 Juli 2021 | 15:55 WIB

Covid-19 Menggila, Satgas Minta Warga Tak Sebar Hoaks dan Manfaatkan Situasi

Covid-19 Menggila, Satgas Minta Warga Tak Sebar Hoaks dan Manfaatkan Situasi

News | Kamis, 15 Juli 2021 | 15:49 WIB

Perlindungan Anak di Masa Pandemi Perlu Libatkan Masyarakat, Ini Alasannya

Perlindungan Anak di Masa Pandemi Perlu Libatkan Masyarakat, Ini Alasannya

Health | Kamis, 15 Juli 2021 | 15:11 WIB

Terkini

Ubah Sampah Jadi Berkah: Cerita Ketua RT di Petukangan Utara Sulap Botol Plastik Bekas Jadi Sapu

Ubah Sampah Jadi Berkah: Cerita Ketua RT di Petukangan Utara Sulap Botol Plastik Bekas Jadi Sapu

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:05 WIB

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

×