Wow, Brunei Darussalam Catat Rekor 400 Hari Tanpa Penularan Lokal Covid-19

Rendy Adrikni Sadikin | Hikmawan Muhamad Firdaus | Suara.com

Jum'at, 16 Juli 2021 | 10:36 WIB
Wow, Brunei Darussalam Catat Rekor 400 Hari Tanpa Penularan Lokal Covid-19
Bendera Brunei Darussalam. [shutterstock]

Suara.com - Brunei Darussalam mencatat rekor 400 hari tanpa kasus penularan lokal berkat pendekatannya yang ketat saat menangani pandemi Covid-19

Menyadur World Of Buzz Jumat (16/7/2021), Kementerian Kesehatan Brunei pada Rabu (14/7) merilis laporan tersebut yang menjelaskan bahwa sudah 434 hari tanpa ada penularan lokal Covid-19.

Negara tetangga Indonesia tersebut terakhir kali mencatat adanya kasus Covid-19 pada 6 Mei 2020.

Hingga saat ini terdapat 21 kasus aktif yang seluruhnya merupakan kasus impor. Sejak Maret 2020, jumlah kasus yang tercatat di Brunei ada 282 kasus dan 3 kematian.

Kasus-kasus aktif tersebut kini sedang dirawat dan dipantau di Pusat Isolasi Nasional yang semuanya dalam kondisi stabil.

Menurut Borneo Bulletin, dikatakan bahwa catatan baik Brunei dalam menangani pandemi Covid-19 tak lepas dari pendekatan yang ketat.

Brunei memberlakukan larangan berkumpul massal dengan menggunakan metode pelacakan kontak berbasis teknologi serta tindakan karantina yang sangat ketat.

Kantor Perdana Menteri (PMO) Brunei Darussalam mengumumkan bahwa penangguhan sementara kegiatan lintas batas diperpanjang hingga 31 Juli 2021.

Dalam sebuah pernyataan, PMO mengatakan penangguhan itu dengan persetujuan Yang Mulia Sultan Haji Hassanal Bolkiah.

Aturan tersebut melarang kedatangan dari lima negara yakni India, Nepal, Sri Lanka, Paksitan, dan Bangladesh.

Setiap kedatangan dari lima negara tersebut melalui jalur darat, laut, dan udara termasuk transit melalui Brunei Darussalam akan dilarang.

Selain pembatasan yang ketat, Brunei juga meluncurkan program vaksinasi Covid-19 untuk mencegah adanya penularan secara lokal.

Menurut statistik dari Kementerian Kesehatan, 99.795 warga Brunei telah menerima setidaknya satu dosis vaksin Covid-19.

Jumlah tersebut berarti 25,4 persen dari populasi, yang memenuhi syarat untuk menerima vaksinasi, telah divaksinas setidaknya satu dosis.

Rincian angka tersebut menunjukkan 65.891 orang divaksinasi di Distrik Brunei-Muara, diikuti oleh 13.642 orang di Distrik Tutong, 13.138 di Distrik Belait dan 7.124 di Distrik Temburong.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sempat Dijodohkan, Ini Reaksi Wirda Mansur Ditanya soal Pangeran Brunei

Sempat Dijodohkan, Ini Reaksi Wirda Mansur Ditanya soal Pangeran Brunei

Sulsel | Minggu, 09 Mei 2021 | 17:12 WIB

Wirda Mansur Turunkan Standar Cowok karena Gagal Dijodohin Pangeran Brunei

Wirda Mansur Turunkan Standar Cowok karena Gagal Dijodohin Pangeran Brunei

Bali | Rabu, 05 Mei 2021 | 10:23 WIB

Gagal Taaruf Dengan Pangeran Brunei Darussalam, Standar Wirda Mansur Turun

Gagal Taaruf Dengan Pangeran Brunei Darussalam, Standar Wirda Mansur Turun

Sulsel | Rabu, 05 Mei 2021 | 03:05 WIB

Terkini

Prabowo Ingin Tertibkan Pengamat, Legislator PDIP Singgung Risiko Pilihan Rakyat

Prabowo Ingin Tertibkan Pengamat, Legislator PDIP Singgung Risiko Pilihan Rakyat

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 17:11 WIB

Bukan Program Unggulan, Ini Pos Anggaran yang Potensi Kena Pemangkasan

Bukan Program Unggulan, Ini Pos Anggaran yang Potensi Kena Pemangkasan

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 17:11 WIB

Kisah 'Militan' 10 Rekan Sekantor Kompak 'War' Tiket Demi Mudik Berjamaah ke Semarang

Kisah 'Militan' 10 Rekan Sekantor Kompak 'War' Tiket Demi Mudik Berjamaah ke Semarang

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 17:07 WIB

Israel Targetkan Ali Larijani, Tangan Kanan Pemimpin Iran Diklaim Tewas

Israel Targetkan Ali Larijani, Tangan Kanan Pemimpin Iran Diklaim Tewas

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 17:06 WIB

Purbaya Borong Kain Batik di Pasar Beringharjo Yogyakarta, Sebut Pasar Tradisional Tidak Mati Suri

Purbaya Borong Kain Batik di Pasar Beringharjo Yogyakarta, Sebut Pasar Tradisional Tidak Mati Suri

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 17:05 WIB

4 Juta Warga DKI Tak Mudik, Kemenpar Dorong Tren Mudik ke Jakarta Saat Libur Lebaran

4 Juta Warga DKI Tak Mudik, Kemenpar Dorong Tren Mudik ke Jakarta Saat Libur Lebaran

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 17:00 WIB

Warga Israel: Netanyahu dan Pejabat Aman Tentram, Kami Tiap Detik Bisa Mati Dirudal

Warga Israel: Netanyahu dan Pejabat Aman Tentram, Kami Tiap Detik Bisa Mati Dirudal

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 16:56 WIB

Bantargebang Sudah Kritis, Pramono Anung Bakal Sanksi Warga Jakarta yang Tak Pilah Sampah

Bantargebang Sudah Kritis, Pramono Anung Bakal Sanksi Warga Jakarta yang Tak Pilah Sampah

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 16:56 WIB

Sadis! Pasutri di Cirebon Habisi Nyawa Tukang Pijat Hamil 8 Bulan Demi Uang Rp83 Ribu

Sadis! Pasutri di Cirebon Habisi Nyawa Tukang Pijat Hamil 8 Bulan Demi Uang Rp83 Ribu

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 16:55 WIB

Pemulihan Pascabanjir Aceh Jelang Idul Fitri Disorot Media Asing

Pemulihan Pascabanjir Aceh Jelang Idul Fitri Disorot Media Asing

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 16:53 WIB