- Israel melancarkan serangan udara pada Senin (16/3/2026) menargetkan Ali Larijani, pejabat tinggi Iran yang disebut tangan kanan pemimpin tertinggi.
- Status Larijani, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran, simpang siur; pejabat Israel mengonfirmasi penargetan, tetapi belum ada kepastian korban.
- Larijani pernah menjadi pemimpin sementara Iran setelah pemimpin tertinggi sebelumnya gugur dalam serangan gabungan AS-Israel Februari lalu.
Suara.com - Israel kembali meningkatkan eskalasi konflik dengan mengklaim telah melancarkan serangan udara yang menargetkan posisi Ali Larijani, pejabat tinggi yang disebut sebagai tangan kanan pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, pada Senin (16/3/2026) waktu setempat.
Kabar mengenai nasib Larijani masih simpang siur, dengan laporan berbeda yang beredar mengenai kondisinya.
Media Israel, The Times of Israel melaporkan bahwa seorang pejabat Tel Aviv yang tidak disebutkan namanya mengonfirmasi adanya penargetan terhadap Larijani, yang menjabat sebagai Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran.
Laporan ini belum memastikan apakah target tewas atau hanya mengalami luka-luka.
Namun, laporan yang lebih keras datang dari Azernews yang mengutip Menteri Pertahanan Israel, Katz dengan secara eksplisit menyatakan bahwa kepala keamanan Iran, Ali Larijani telah tewas.
Hingga kini, pihak Iran belum mengeluarkan pernyataan resmi apa pun untuk mengonfirmasi atau membantah klaim dari Israel tersebut.
Sosok Ali Larijani memiliki peran yang sangat strategis dalam struktur kekuasaan Iran.
Ia sempat menjabat sebagai pemimpin sementara negara setelah pemimpin tertinggi sebelumnya, Ayatollah Ali Khamenei gugur dalam serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari lalu.
Serangan yang diklaim ini sejalan dengan pola yang sebelumnya juga dilakukan oleh Israel.
Sebelumnya, Israel juga pernah mengklaim telah berhasil menargetkan pemimpin Jihad Islam Palestina, Akram Al Ajouri, menunjukkan fokus serangan pada figur-figur kunci di kawasan tersebut.