Ratusan Ulama, Pastor, dan Pendeta di Indonesia Meninggal karena Covid-19

Reza Gunadha, ABC

Kamis, 29 Juli 2021 | 15:52 WIB
Ratusan Ulama, Pastor, dan Pendeta di Indonesia Meninggal karena Covid-19
Pemakaman Covid 19

Menurut Maya, titik balik dari kesadaran para pengasuh pondok adalah ketika ibu Maya sendiri, Nyai Hanifah Ali meninggal dunia bulan November lalu karena COVID-19.

"Sebelumnya memang para kyai di sini masih kurang mematuhi protokol kesehatan, setelah ibu saya meninggal, baru semua lebih serius mengikuti aturan yang kita terapkan di pondok," kata Maya.

Banyak orang kehilangan rujukan

Maya mengatakan di tiga pondok pesantren di Krapyak ada empat tokoh senior yang meninggal selama pandemi dan dua di antaranya postif COVID.

"Dua pengasuh utama Pondok yang meninggal adalah KH Attabik Ali [Pesantren Ali Maksum] karena COVID, dan KH. Najib Abdul Qodir [Pesantren Al Munawir] bukan karena COVID," kata Maya Fitria kepada ABC Indonesia.

Sebagai Satgas di pondok pesantren milik Yayasan Ali Maksum yang memiliki sekitar 4.500 santri tersebut, Maya juga mengatakan untuk memudahkan penanganan COVID-19, termasuk ajakan untuk divaksinasi, adalah keseriusan para guru dalam memahami pandemi.

"Seperti soal vaksin, pada awalnya banyak yang enggan. Namun sekarang dari 400 tenaga pengajar, sekitar 90 persen sudah divaksinasi dosis pertama."

"Kita masih menunggu vaksin kedua bulan depan," ujarnya.

Mengenai dampak meninggalnya para pengasuh utama terhadap keberlangsungan pondok, Maya mengatakan walau para kyai sepuh bisa digantikan oleh mereka yang muda, pondok pesantren seperti yang dikelola Yayasan Ali Maksum tetap sangat kehilangan mereka.

"Beliau yang meninggal kan aset.  Kita sangat kehilangan mereka. Kyai itu kan simbol bagi pesantren."

baca juga

"KH Atabik Ali misalnya sudah menjadi guru bagi banyak murid, murid-muridnya sudah sangat banyak yang kemudian berada di berbagai pesantren."

"Para kyai ini menjadi rujukan bagi banyak pondok," ujarnya.

Mencoba mempertahankan jemaat

Pendeta Ronald Rischardt, S. Th adalah koordinator Divisi Relawan Gereja Melawan Covid-19/GMC-19 di PGI, atau Persekutuan Gereja-Gereja se-Indonesia, lembaga yang membawahi gereja Kristen Protestan di Indonesia.

Kepada ABC Indonesia, Pendeta Ronald mengatakan sejauh ini dari informasi yang mereka kumpulkan, sudah ada lebih dari 200 pekerja gereja yang meninggal karena COVID di seluruh Indonesia.

"Yang kita maksudkan sebagai pekerja gereja adalah termasuk pendeta, penginjil, penatua di gereja," jelasnya. 

"Kebanyakan memang juga memiliki penyakit bawaan dan juga meninggal karena keterbatasan fasilitas dan keadaan di tempat masing-masing," katanya.

Di Indonesia, PGI membawahi 91 sinode atau majelis gereja yang berbeda.

"Setiap sinode (gereja) memiliki umat minimal 10 ribu orang. Jadi dampak dari pandemi ini juga sangat terasa bagi gereja, tidak saja berkaitan dengan pekerja yang meninggal," kata Pendeta Ronald.

Menurutnya yang paling terasa adalah gereja yang selama ini menggantungkan diri pada kehadiran jemaat di gereja untuk memberikan sumbangan bagi kelangsungan kehidupan gereja.

"Kalau gereja-gereja utama seperti misalnya HKBP, GPI, Gereja Pantekosta dan yang lain, para pendeta mendapat gaji bulanan."

"Gereja ini juga menyumbangkan iuran bulanan ke PGI, kita sekarang melihat juga mereka mulai mengalami kesulitan," kata Pendeta Ronald.

Dengan tidak adanya kegiatan kebaktian langsung di gereja, menurut Pendeta Ronald banyak gereja yang harus kreatif menyelenggarakan kebaktian virtual.

"Karena virtual, jemaat yang biasanya ke gereja A, bisa saja sekarang mengikuti kegiatan di gereja lain. Jadi para pendeta harus kreatif untuk menyelenggarakan kegiatan karena kan bersaing juga dengan gereja lain untuk mempertahankan jemaat dan mencari yang baru," kata Ronald lagi.

'Enggan balik ke gereja'

Di kalangan gereja Katolik juga ada sejumlah pastor yang meninggal dunia.

Menurut Pater Otto Gusti, dosen dan Ketua Sekolah Tinggi Filsafat Katolik (STFK) di Ledalero, Flores di provinsi Nusa Tenggara Timur, yang sebagian besar penduduknya beragama Katolik, virus COVID-19 juga memakan korban di kalangan pekerja gereja.

"Di Flores cukup banyak yang meninggal dunia dua bulan terakhir," ujarnya.

"Jumlah imam yang meninggal dunia karena COVID-19 di Flores dan Lembata lima orang. Sedangkan umat sudah hampir 100 orang. 

"Kegiatan gereja untuk sementara dibatasi. Misa dan yang lainya ditiadakan hingga awal Agustus," katanya kepada ABC.

Di Jakarta, Benny Hari Juliawan SJ adalah Provinsial Ordo Jesuit di Indonesia, sebuah ordo dalam hirarki gereja Katolik di Indonesia yang memiliki 248 imam Jesuit, 59 di antaranya bertugas di paroki (gereja lokal).

"Ada 2 orang yang meninggal tahun lalu karena COVID. Satu pastor dan satu bruder. Romo Maryono di Semarang dan Bruder Prihana di Jakarta," katanya.

Menurut Pastor Benny meninggalnya para pastor tentu punya pengaruh pada gereja, tapi tidak sebesar pengaruh yang ditimbulkan oleh pandemi secara keseluruhan.

"Kalau pastor meninggal, paroki akan kehilangan tenaga, tapi bisa dicarikan pengganti dari tempat lain," katanya.

Dampak lebih luas bagi gereja adalah dari tidak hadirnya umat di gereja.

"Baru sekitar November 2020, orang bisa lagi ke gereja, tapi dibatasi hanya sekitar seperlima dari kapasitas biasa .dan orang tua serta anak-anak dilarang datang."

"Ini jadi soal ketika gereja sudah dibuka lagi. Banyak orang muda enggan balik ke gereja," katanya.

Dampak finansial menurutnya juga sudah dirasakan gereja.

"Karena orang tidak ke gereja, otomatis pendapatan gereja dari kolekte turun drastis."

"Selain itu karya gereja seperti rumah retret juga kelimpungan karena orang tidak berani atau tidak bisa datang.

"Biaya pemeliharaan bangunan gereja/rumah retret, biaya pegawai semuanya tetap tapi pemasukan turun," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Punya Alasan Mulia, Ini Sebab Poppy Sovia Berani Buka Usaha di Tengah Pandemi

Punya Alasan Mulia, Ini Sebab Poppy Sovia Berani Buka Usaha di Tengah Pandemi

Entertainment | Kamis, 29 Juli 2021 | 15:49 WIB

Di Samarinda, Jenazah Covid-19 Boleh Dikuburkan di Pemakaman Umum

Di Samarinda, Jenazah Covid-19 Boleh Dikuburkan di Pemakaman Umum

Kaltim | Kamis, 29 Juli 2021 | 15:31 WIB

Program Tes Antigen Massal di Batam Lamban, Panitia: Kekurangan Nakes, Warga Takut

Program Tes Antigen Massal di Batam Lamban, Panitia: Kekurangan Nakes, Warga Takut

Batam | Kamis, 29 Juli 2021 | 15:27 WIB

Gandeng BPKP, Bobby Nasution: Kami Bukan Berlatar Belakang Birokrasi

Gandeng BPKP, Bobby Nasution: Kami Bukan Berlatar Belakang Birokrasi

Sumut | Kamis, 29 Juli 2021 | 15:17 WIB

Kasus Dugaan Penimbunan Obat di Kalideres, Polisi Periksa 21 Saksi

Kasus Dugaan Penimbunan Obat di Kalideres, Polisi Periksa 21 Saksi

News | Kamis, 29 Juli 2021 | 15:15 WIB

Cerita Penyintas Covid-19 di Jogja, Sulitnya Urus Selter hingga Ditekan Warga untuk Pergi

Cerita Penyintas Covid-19 di Jogja, Sulitnya Urus Selter hingga Ditekan Warga untuk Pergi

Jogja | Kamis, 29 Juli 2021 | 15:06 WIB

Soal Efektivitas Vaksin Covid-19 Melawan Varian Delta, Ini Jawaban WHO

Soal Efektivitas Vaksin Covid-19 Melawan Varian Delta, Ini Jawaban WHO

Health | Kamis, 29 Juli 2021 | 15:30 WIB

Terkini

Roy Suryo Ajukan Praperadilan Lagi, Padahal Putusan Gugatan Pertama Tinggal Hitungan Hari

Roy Suryo Ajukan Praperadilan Lagi, Padahal Putusan Gugatan Pertama Tinggal Hitungan Hari

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 19:00 WIB

OTT Diduga Bocor di Kasus Bupati Kuansing dan Langkat, KPK Bakal Evaluasi

OTT Diduga Bocor di Kasus Bupati Kuansing dan Langkat, KPK Bakal Evaluasi

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 18:39 WIB

Agus Jabo Minta Kader PRIMA Kawal Program Kerakyatan Pemerintahan Prabowo

Agus Jabo Minta Kader PRIMA Kawal Program Kerakyatan Pemerintahan Prabowo

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 17:59 WIB

Pengembalian Gratifikasi Tak Hapus Pidana, KPK Bakal Dalami Pernyataan Raja Juli

Pengembalian Gratifikasi Tak Hapus Pidana, KPK Bakal Dalami Pernyataan Raja Juli

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 17:27 WIB

Tawuran Remaja di Cengkareng Digagalkan Patroli Gabungan, Celurit hingga Petasan Disita

Tawuran Remaja di Cengkareng Digagalkan Patroli Gabungan, Celurit hingga Petasan Disita

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 17:22 WIB

Transportasi dan Wisata Jakarta Bakal Digratiskan 5 Hari Saat HUT Ke-500

Transportasi dan Wisata Jakarta Bakal Digratiskan 5 Hari Saat HUT Ke-500

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 16:54 WIB

Sambut HUT ke-80, BNI Hadirkan Program Terus Ada, Ada Terus bagi Pengabdian untuk Negeri

Sambut HUT ke-80, BNI Hadirkan Program Terus Ada, Ada Terus bagi Pengabdian untuk Negeri

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 16:47 WIB

Biaya Haji 2027 Berpotensi Naik, DPR Minta Pemerintah Cari Celah Efisiensi

Biaya Haji 2027 Berpotensi Naik, DPR Minta Pemerintah Cari Celah Efisiensi

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 16:30 WIB

100 Ribu Anak Lebanon Terancam Gagal Sekolah akibat Kerusakan Bangunan Pascakonflik

100 Ribu Anak Lebanon Terancam Gagal Sekolah akibat Kerusakan Bangunan Pascakonflik

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 16:23 WIB

Bandara Husein Sastranegara Diaktifkan Lagi, Pelaku Wisata Lembang Yakin Turis Asing Bakal Membludak

Bandara Husein Sastranegara Diaktifkan Lagi, Pelaku Wisata Lembang Yakin Turis Asing Bakal Membludak

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:48 WIB

×