alexametrics

Dituduh Netizen Terlibat Kasus Istri Gantung Diri, Suami Lega Hasil Visum Diungkap Polisi

Agung Sandy Lesmana
Dituduh Netizen Terlibat Kasus Istri Gantung Diri, Suami Lega Hasil Visum Diungkap Polisi
Suami korban ibu muda gantung diri, Saddan GA Pattisahusiwa (Antara/Abdul Fatah)

"Saya bersyukur ada laporan keluarga istri saya ke polisi, namun dengan keluarnya bukti visum et repertum tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan..."

Suara.com - Kepolisian Resort (Polres) Ternate, Maluku Utara (Malut) akhirnya mengantongi hasil visum et repertum dari RSUD dr Chasan Boesoirie terkait kasus ibu muda berinisial SMA (26) yang tewas dengan cara gantung diri. Hasil visum itu membuktikan jika tidak ada unsur kekerasan yang dialami korban. 

Kasubbag Humas Polres Ternate, Ipda Wahyudin mengatakan jika hasil visum SMA juga sudah diberikan kepada pihak keluarga. Hal ini menanggapi ramai tuduhan di media sosial jika Saddan GA Pattisahusiwa, merupakan pelaku pembunuhan terhadap sang istri. 

Wahuydin juga mengatakan, jika keluarga sudah tidak mau lagi melakukan autopsi terhadap jenazah SMA setelah menerima hasil visum tersebut. Untuk itu, kata Wahyudin, Polres Ternate juga mengimbau masyarakat agar jangan menyebarkan isu-isu yang tidak benar terkait penyebab kematian korban sebagaimana yang beredar di media sosial dalam sepekan ini.

"Kami mengharapkan agar tidak ada lagi yang menyebarkan informasi atau pun isu-isu yang tidak benar karena peristiwa ini sudah dilaporkan kepada pihak kepolisian dan telah bekerja sesuai dengan prosedur hukum," ujarnya. 

Baca Juga: Geger Pria Gondrong Bertato 'Sukron' Ditemukan Gantung Diri di Pinggir Jalan Situbondo

Sementara itu, suami korban, Saddan GA Pattisahusiwa ketika dihubungi terpisah menyatakan, istrinya meninggal dunia dalam kondisi gantung diri, ternyata banyak sekali netizen melalui media sosial seakan-akan menuduhnya sebagai oknum pelakunya.

"Saya bersyukur ada laporan keluarga istri saya ke polisi, namun dengan keluarnya bukti visum et repertum tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan, maka jangan lagi ada spekulasi dan fitnah-fitnah yang dikembangkan lagi, tetapi saya tetap memaafkan para penebar fitnah itu," katanya.

Menurut Saddan yang berprofesi wartawan di Ternate, fitnahan dan cibiran yang ramai di medsos seakan-akan dirinya sebagai pelaku tentu psikologinya sangat terganggu.

Apalagi, baru lima hari ibu kandung tercintanya meninggal dunia, di mana masih saja ada netizen yang menebar fitnah melalui medsos.

"Ada netizen di medsos membangun opini dan asumsi seakan-akan saya sebagai pelaku. Padahal mereka tidak mengetahui bagaimana harmonisnya rumah tangga kami bersama tiga buah hati bersama almarhumah," tandas Saddan.

Baca Juga: Pria Ini Nekat Gantung Diri, Diduga Depresi Karena Bercerai

Dia mengakui kalau banyak cibiran dan fitnahan yang telah dikantonginya, tetapi sebagai relawan kemanusiaan, dirinya tetap memaafkan seluruh perilaku mereka, meskipun terasa sakit.

Komentar