Mendes PDTT: Pendidikan Variabel Kunci Daya Saing Bangsa

Fabiola Febrinastri, Restu Fadilah

Senin, 02 Agustus 2021 | 18:13 WIB
Mendes PDTT: Pendidikan Variabel Kunci Daya Saing Bangsa
Mendes PDTT, Abdul Halim Iskandar. (Dok: Kemendes PDTT)

Suara.com - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar membawakan Orasi Ilmiah dalam proses penerimaan mahasiswa baru Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo secara virtual, Senin (2/8/2021) dengan tema "Mahasiswa Zaman Now: Berdaya Saing Tinggi, Aktif Membangun Desa dan Kontra Radikalisme".

Halim Iskandar mengatakan, era disrupsi seperti saat ini, menjadi bagian dari sivitas akademika perguruan tinggi, termasuk mahasiswa, tidaklah mudah. Sebuah kampus berhasil menerapkan tridharma perguruan tinggi sekalipun, tidak otomatis kinerja kampus tersebut dianggap berhasil.

Karena tuntutan terhadap kontribusi perguruan tinggi saat ini sangatlah besar, baik secara internal maupun eksternal. Misalnya, link and match, antara profil lulusan yang dihasilkan perguruan tinggi, dengan kebutuhan dunia kerja.

Halim Iskandar mengatakan, Indonesia miliki bonus demografi karena hasil sensus penduduk tahun 2020, jumlah penduduk Indonesia sejumlah 270,20 juta jiwa, dengan komposisi 70,72 persen penduduk dengan usia produktif (15-64 tahun) dan 29,28 persen penduduk dengan usia non-produktif (di bawah usia 15 tahun dan di atas usia 64 tahun).

"Tren meningkatnya pertumbuhan penduduk di Indonesia hingga tahun 2035, justru diprediksikan menghasilkan dampak positif. Indikasinya, peningkatan jumlah penduduk Indonesia tersebut dibarengi dengan meningkatnya penduduk berusia produktif," kata Halim Iskandar.

Olehnya, Mahasiswa UIN Walisongo, kata Halim Iskandar, harus tumbuh untuk tingkatkan produktifitas maka bangunlah kontsruksi berpikir, bahwa kampus bukan hanya tempat belajar teori dan ilmu pengetahuan.

Kampus adalah arena untuk mengembangkan diri, mengasah kepribadian dan mengoptimalkan segala potensi dalam diri. Ciptakanlah ruang-ruang epistemik yang produktif, agar budaya akademik di kampus semakin progresif.

Untuk itu, manfaatkanlah semua fasilitas yang ada di kampus. Aktiflah berorganisasi untuk belajar tentang leadership dan teamwork.

"Aktiflah di UKM-UKM untuk mengasah skill dan keterampilan. Tumbuhlah menjadi generasi muda yang cerdas, visoner dan skillfull. Apalagi kita saat ini sedang memasuki era revolusi industry 4.0 dan society 5.0," kata Doktor Honoris Causa dari UNY ini.

baca juga

Dari berbagai penelitian yang dilakukan oleh para ahli, dari seluruh negara-negara di Asia yang membangun sejak dari tahun 1950, tidak semua berhasil memanfaatkan bonus demografi yang mereka miliki.

Secara teoritis, bonus demografi memang memiliki peran positif dalam pembangunan ekonomi karena kecilnya proporsi angka non produktif dalam skala nasional, yang dapat dimanfaatkan untuk menghemat pengeluaran konsumsi, biaya kesehatan dan lainya.

"Sehingga, kondisi seperti ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan dan tabungan masyarakat. Belum lagi, meningkatnya usia produktif (working age) merupakan modal utama dalam pembangunan," kata Pria yang akrab disapa Gus Halim ini.

Gus Halim mengatakan, bonus demografi tidak serta-merta menimbulkan pertumbuhan ekonomi. Ada sejumlah prasyarat bagi bonus demografi, agar mampu membuat akselerasi yang positif, bagi pembangunan ekonomi maupun pembangunan sosial. Salah satu syarat tersebut adalah Investment in human capital, atau investasi dalam sektor pembangunan sumber daya manusia.

Manifestasi dari pembangunan sumber daya manusia tersebut adalah pendidikan. Dalam konteks ini berlaku adagium, makin tinggi tingat pendidikan seseorang, makin tinggi pula level pencapaian seseorang itu dalam hal karier, pekerjaan dan kesejahteraannya.

"Ringkasnya, pendidikan adalah salah satu variabel kunci penentu daya saing sebuah bangsa. Bonus demografi akan memberikan keuntungan bagi sebuah negara, ketika penduduknya memiliki pendidikan yang memadai," kata Gus Halim.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Zenius Jadi Platform Edukasi yang Telah Diakses 20 Juta Pengguna

Zenius Jadi Platform Edukasi yang Telah Diakses 20 Juta Pengguna

Bisnis | Jum'at, 30 Juli 2021 | 14:39 WIB

Saratoga Perluas Investasi di Bidang Pendidikan

Saratoga Perluas Investasi di Bidang Pendidikan

Bisnis | Kamis, 29 Juli 2021 | 13:51 WIB

Atase Pendidikan dan Kebudayaan Tokyo dan PPI Jepang Kembangkan Aplikasi Keanggotaan

Atase Pendidikan dan Kebudayaan Tokyo dan PPI Jepang Kembangkan Aplikasi Keanggotaan

News | Kamis, 29 Juli 2021 | 12:13 WIB

IGTKI Gandeng ICANDO dalam Inovasi Pembelajaran Berbasis Teknologi

IGTKI Gandeng ICANDO dalam Inovasi Pembelajaran Berbasis Teknologi

Bisnis | Kamis, 29 Juli 2021 | 07:12 WIB

Ini Strategi Mendes PDTT Percepat Pembangunan di Riau

Ini Strategi Mendes PDTT Percepat Pembangunan di Riau

Bisnis | Rabu, 28 Juli 2021 | 16:50 WIB

Asesmen Nasional, Perbaikan Kualitas Pembelajaran Jadi Tujuan

Asesmen Nasional, Perbaikan Kualitas Pembelajaran Jadi Tujuan

News | Selasa, 27 Juli 2021 | 18:29 WIB

Terkini

Dari Ekonomi hingga AI, BCA Angkat Beragam Isu di Indonesia Knowledge Forum XV

Dari Ekonomi hingga AI, BCA Angkat Beragam Isu di Indonesia Knowledge Forum XV

Foto | Rabu, 14 Oktober 2026 | 05:00 WIB

Waspada Hujan Petir dan Asap Kabut, BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Kota Besar Hari Ini

Waspada Hujan Petir dan Asap Kabut, BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Kota Besar Hari Ini

Banten | Selasa, 13 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Gubernur Kaltim ke Singapura saat Karhutla, anggaran Disorot

Gubernur Kaltim ke Singapura saat Karhutla, anggaran Disorot

Video | Selasa, 13 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Pemprov Jabar Ajukan Pinjaman Rp3,4 Triliun

Pemprov Jabar Ajukan Pinjaman Rp3,4 Triliun

Jabar | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Cek Harga Cabai Merah dan Unggas di Rangkasbitung Terbaru

Cek Harga Cabai Merah dan Unggas di Rangkasbitung Terbaru

Banten | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:48 WIB

Siap-siap Regenerasi! Jukir Lansia di Kota Bogor Bakal Pensiun, Ini Syarat Penggantinya

Siap-siap Regenerasi! Jukir Lansia di Kota Bogor Bakal Pensiun, Ini Syarat Penggantinya

Jabar | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:41 WIB

Pemerintah Sudah Tarik Utang Rp 494,3 T per September 2026, Suahasil Klaim Masih On Track

Pemerintah Sudah Tarik Utang Rp 494,3 T per September 2026, Suahasil Klaim Masih On Track

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:39 WIB

Mobil Kijang Bawa 8 Jeriken Bensin Terbakar di Bogor, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta

Mobil Kijang Bawa 8 Jeriken Bensin Terbakar di Bogor, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta

Bogor | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:37 WIB

Maya Miranda Ambarsari Tekankan Solidaritas Perempuan untuk Bangun Bengkulu

Maya Miranda Ambarsari Tekankan Solidaritas Perempuan untuk Bangun Bengkulu

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Modus Pijat Panggilan Berujung Pemerasan, Detektif Jubun Ingatkan 5 Hal Ini

Modus Pijat Panggilan Berujung Pemerasan, Detektif Jubun Ingatkan 5 Hal Ini

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:07 WIB

×