Epidemiolog Sebut Kapasitas Testing Belum Terpenuhi Selama PPKM Sebulan Terakhir

Dwi Bowo Raharjo, Ummi Hadyah Saleh

Sabtu, 07 Agustus 2021 | 14:20 WIB
Epidemiolog Sebut Kapasitas Testing Belum Terpenuhi Selama PPKM Sebulan Terakhir
Petugas kesehatan melakukan tes usap PCR COVID-19 kepada pedagang di pasar tradisional, Jalan Indrakila, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (5/6/2021). [ANTARA FOTO/Didik Suhartono]

Suara.com - Epidemiolog dari Centre for Environmental and Population Health Griffith University, Australia Dicky Budiman, menyebut selama penerapan pemberlakukan pembatasan kebijakan masyarakat (PPKM) darurat hingga level 3 dan 4 kapasitas testing belum terpenuhi.

Bahkan kata Dicky, angka positivity rate masih di bawah 10 persen.

"Sayangnya selama PPKM ini kita belum bisa mencapai tes positif yang di bawah 10 persen seperti yang ditargetkan dan itu tentu amat sangat disayangkan karena apa? karena yang ditargetkan kapasitas testingnya pun tidak terpenuhi, selama hampir lebih sebulan belakangan ini," uja Dicky dalam diskusi Forum Diskusi Salemba 'Evaluasi Efektivitas PPKM Darurat dalam Penanganan Pandemi Covid-19' dalam akun Youtube ILUNI UI, Sabtu (7/8).

Menurut Dicky, dengan tidak terpenuhinya kapasitas testing, akan mempengaruhi angka kasus terkonfirmasi Covid-19 yang tidak terdeteksi. Sehingga menyebabkan tingkat pertumbuhan eksponensial dari Covid-19 sulit diputuskan.

"Lolosnya angka-angka kasus infeksi di masyarakat yang tidak terdeteksi dan dulu artinya tidak bisa kita isolasi karantina, itu yang menyebabkan tingkat pertumbuhan eksponensial dari covid ini makin sulit untuk kita putuskan," ucap dia

Dicky menilai bahwa selama PPKM, ada potensi lolosnya kasus terkonfirmasi Covid-19. Sehingga berakibat kasus menjadi meningkat

"Ini perhitungan yang saya ambil 10 hari terakhir. Jadi bagaimana selama PPKM ini kita memiliki ada potensi hilang kasus infeksi. lolosnya kasus infeksi yang ini akan berdampak, berdampak pada apa? pada kasus-kasus yang lebih banyak," tutur dia.

Dicky menjelaskan, bahwa puncak pandemi memiliki tiga kategori. Yakni puncak kasus infeksi, puncak beban di fasilitas kesehatan dan puncak angka kematian.

"Bicara puncak-puncak itu ada 3, puncak kasus infeksi, puncak beban di fasilitas kesehatan, puncak angka kematian. Jadi kalau kasus-kasus yang ini tidak terdeteksi yang kita lihat di 10 hari ini, ada asumisnya dan kalau lihat dari angka kematian ini, ini karena kenapa, karena angka kematian covid sebetulnya tes positivity ratenya nggak tinggi," katanya.

baca juga

Lebih lanjut, Dicky menyebut positivity rate merupakan indikator awal yang sangat penting dalam pengendalian kasus Covid-19.

"Tes Positivity rate adalah bagian dari indikator awal yang sangat penting, karena dia memiliki banyak pesan tes positivity rate , kualitas-kualitas 3T, 5M juga bisa terllihat di situ dan juga dari situ kita bisa melihat laju penyebaran termasuk juga risiko paparan, banyak sekali yang bisa dimaknai dari tes positivity rate," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Langkah-langkah Menghadapi Sesak Napas saat Pandemi Covid-19

Langkah-langkah Menghadapi Sesak Napas saat Pandemi Covid-19

Your Say | Sabtu, 07 Agustus 2021 | 13:39 WIB

Imbas Pandemi Covid-19, Ratusan Hotel dan Restoran di Jawa Barat Tutup Permanen

Imbas Pandemi Covid-19, Ratusan Hotel dan Restoran di Jawa Barat Tutup Permanen

Jabar | Sabtu, 07 Agustus 2021 | 12:30 WIB

Penuhi Janji, Ganjar Pranowo Kunjungi Desa Karangnangka untuk Belajar Tangani Pandemi

Penuhi Janji, Ganjar Pranowo Kunjungi Desa Karangnangka untuk Belajar Tangani Pandemi

News | Jum'at, 06 Agustus 2021 | 20:39 WIB

Ada Manusia Jahat! Keluarga Jenazah COVID-19 Kena Pungli Pemakaman Rp 16 Juta

Ada Manusia Jahat! Keluarga Jenazah COVID-19 Kena Pungli Pemakaman Rp 16 Juta

Bekaci | Jum'at, 06 Agustus 2021 | 19:29 WIB

Terkini

Petinggi Lama PT ABM Terseret Kasus Korupsi, Direksi Baru Janji Benahi Tata Kelola Perusahaan

Petinggi Lama PT ABM Terseret Kasus Korupsi, Direksi Baru Janji Benahi Tata Kelola Perusahaan

Banten | Rabu, 04 November 2026 | 00:20 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan, Ketua PKB Mengaku Kaget

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan, Ketua PKB Mengaku Kaget

Banten | Rabu, 04 November 2026 | 00:14 WIB

Comeback Dramatis! Kendal Tornado FC Kalahkan Persebaya Surabaya

Comeback Dramatis! Kendal Tornado FC Kalahkan Persebaya Surabaya

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:58 WIB

Viral Mata Melotot Bahar bin Smith Robohkan Pagar Paksa Konser Andrea Bocelli Distop

Viral Mata Melotot Bahar bin Smith Robohkan Pagar Paksa Konser Andrea Bocelli Distop

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:56 WIB

Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu

Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:32 WIB

Kampung Bahari Digerebek, Satu Terduga Bandar Narkoba Diciduk dari 18 Target Polisi

Kampung Bahari Digerebek, Satu Terduga Bandar Narkoba Diciduk dari 18 Target Polisi

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:27 WIB

Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!

Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:23 WIB

Asa Bebas Banjir Warga Kembangan Utara: Tanggul Kali Angke Sudah 90 Persen

Asa Bebas Banjir Warga Kembangan Utara: Tanggul Kali Angke Sudah 90 Persen

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:23 WIB

Bukan Sehari Dua Hari, Listyo Sigit Cs Sadap Presiden Selama 2 Tahun, Apa Saja yang Didengar?

Bukan Sehari Dua Hari, Listyo Sigit Cs Sadap Presiden Selama 2 Tahun, Apa Saja yang Didengar?

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:19 WIB

Selain Presiden Prabowo, Siapa Saja Pengusaha dan Tokoh Politik yang Disadap Listyo Sigit Cs?

Selain Presiden Prabowo, Siapa Saja Pengusaha dan Tokoh Politik yang Disadap Listyo Sigit Cs?

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:13 WIB

×