35 Pejabat China Dipecat dan Dibui karena Lalai Soal Varian Delta, Bagaimana di Indonesia?

Bangun Santoso

Minggu, 08 Agustus 2021 | 11:29 WIB
35 Pejabat China Dipecat dan Dibui karena Lalai Soal Varian Delta, Bagaimana di Indonesia?
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Jumlah pejabat publik di China yang dipecat akibat kelalainnya dalam menjalankan tugas hingga memicu munculnya COVID-19 varian Delta terus bertambah, sedangkan seorang jajaran manajemen ditahan.

Setelah 20 pejabat di Kota Zhangjiajie, Provinsi Hunan, dipecat, kini giliran 15 pejabat di Kota Nanjing, Provinsi Jiangsu, bernasib sama.

Dilansir dari Antara, Minggu (8/8/2021), sebanyak 15 pejabat di jajaran Pemerintah Kota Nanjing yang dicopot pada Sabtu (7/8/2021) itu, termasuk wakil wali kota dan kepala komisi kesehatan setempat.

Setelah dilakukan penyelidikan atas ketidakefektifan pencegahan dan pengendalian pandemi di Bandara Udara Internasional Lukou, Najing, Pengawas Disiplin Partai Komunis China (CPC) Provinsi Jiangsu pada Sabtu itu juga menjatuhkan sanksi disiplin kepada enam pejabat senior.

Sementara sembilan lainnya merupakan jajaran pejabat di bawahnya, demikian perincian pengawas disiplin yang beredar di sejumlah media China, Minggu.

CPC memberikan penilaian yang sangat buruk kepada Wakil Wali Kota Nanjing Hu Wanjin karena tidak efektif dalam melaksanakan dan memberikan supervisi penanganan pandemi yang belakangan menyebar ke 18 provinsi di China.

Ketua CPC Nanjing Bidang Kesehatan, Fang Zhongyou, dilucuti jabatannya karena kinerjanya rendah dan telah mendapatkan peringatan keras dari partainya.

Wang Chao selaku Deputi General Manajer Eastern Airports Group yang membawahi Bandara Lukou ditahan atas tuduhan mengabaikan tugas hingga menyebabkan kerugian besar dan buruknya reputasi perusahaan "pelat merah" tersebut.

Sama dengan Wang, Direktur Kegawatdaruratan Eastern Airports Group Yin Yunwen dan Direktur Pelayanan Bandara Lukou kini sedang menghadapi penyidikan pihak berwajib.

baca juga

Mantan Wakil Ketua CPC Distrik Jiangning, Nanjing, Yan Yingjun, mendapatkan sanksi demosi dan peringatan keras, sebagaimana putusan Pengawas Disiplin CPC Provinsi Jiangsu.

Beberapa pejabat lainnya sampai saat ini masih dalam penyelidikan pihak berwajib.

Sebelumnya, 20 pejabat Pemerintah Kota Zhangjiajie, Provinsi Hunan, dicopot akibat kelalaiannya sehingga menyebabkan terjadinya penularan COVID-19 varian Delta secara massal di kota wisata yang kondang karena pernah menjadi lokasi syuting Avatar itu.

Bandara Lukou menjadi sumber merebaknya varian Delta. Hal itu ditemukan sesuai hasil tes PCR secara acak terhadap staf bandara setelah kedatangan pesawat Air China nomor penerbangan CA910 dari Rusia pada 20 Juli 2021.

Mulai Sabtu, Bandara Internasional Daxing di Beijing menangguhkan sementara 15 jadwal penerbangan, termasuk dari Nanjing, Yangzhou, dan Zhangjiajie.

Pemecatan para pejabat tersebut mendapatkan sambutan positif dari kalangan warganet China yang dalam sudah hampir satu tahun terakhir sedang menikmati pemulihan ekonomi.

Berdasarkan catatan, sampai saat ini sudah ada 35 pejabat yang dipecat, dua warga ditahan, dan satu manajemen perusahaan pemerintah ditangkap. Varian Delta telah menginfeksi sekitar 600 warga China dan lebih dari 100 orang masuk kategori tanpa gejala.

Bagaimana dengan Indonesia?

Dari penelusuran Suara.com, meski virus corona di Indonesia lebih tinggi dibanding di China, nyatanya cukup jarang menyasar ke para pejabat publik.

Beberapa kasus yang muncul dan berujung ke persidangan, menyasar beberapa nama. Yang paling mencuat adalah kasus kerumunan Habib Rizieq.

Dalam laporan akhir tahun 2020 lalu, Polri menyatakan, ada 34 perkara dengan 91 tersangka dalam penegakkan hukum pelanggaran protokol kesehatan atau prokes. Kasus tersebut menyangkut juga kerumunan-kerumunan yang terjadi pada masa pilkada 2020 lalu.

Memasuki 2021 juga terdapat sejumlah kasus yang berkaitan dengan penyebaran Covid-19. Selain kerumunan ada juga kasus tes antigen palsu hingga swab palsu. Kemudian ada juga kasus kerumunan yang cukup heboh yakni menjerat selebgram cantik di Aceh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Simak! Mutasi dari Varian Delta, Ini Gejala Corona Varian Delta Plus

Simak! Mutasi dari Varian Delta, Ini Gejala Corona Varian Delta Plus

Kaltim | Minggu, 08 Agustus 2021 | 06:40 WIB

Ciri-ciri Pasien COVID-19 Varian Delta Plus Salah Satunya Kehilangan Nafsu Makan

Ciri-ciri Pasien COVID-19 Varian Delta Plus Salah Satunya Kehilangan Nafsu Makan

Bekaci | Minggu, 08 Agustus 2021 | 07:05 WIB

Kenalin Huang Hua, Mantan Pebulutangkis China yang Kini Tinggal di Klaten

Kenalin Huang Hua, Mantan Pebulutangkis China yang Kini Tinggal di Klaten

Surakarta | Sabtu, 07 Agustus 2021 | 22:14 WIB

Gejala Corona Varian Delta Plus, Mutasi dari Varian Delta

Gejala Corona Varian Delta Plus, Mutasi dari Varian Delta

News | Sabtu, 07 Agustus 2021 | 21:53 WIB

179 Juta Orang Diperkirakan Terdampak Banjir 2030, Indonesia Masuk Riset

179 Juta Orang Diperkirakan Terdampak Banjir 2030, Indonesia Masuk Riset

News | Sabtu, 07 Agustus 2021 | 17:52 WIB

Profil Huang Hua, Mantan Pebulutangkis China yang Jadi WNI dan Tinggal di Klaten

Profil Huang Hua, Mantan Pebulutangkis China yang Jadi WNI dan Tinggal di Klaten

Sport | Sabtu, 07 Agustus 2021 | 17:32 WIB

3 Alasan Mengapa Cina Ingin Menguasai Laut Cina Selatan

3 Alasan Mengapa Cina Ingin Menguasai Laut Cina Selatan

Your Say | Sabtu, 07 Agustus 2021 | 18:00 WIB

Terkini

BRI Peduli Dorong UMKM Desa Brilian Naik Kelas di Momentum Hari UMKM Nasional

BRI Peduli Dorong UMKM Desa Brilian Naik Kelas di Momentum Hari UMKM Nasional

Lampung | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:02 WIB

Upon Entry: Ketika Orang yang Kita Cintai Mendadak Jadi Orang Asing

Upon Entry: Ketika Orang yang Kita Cintai Mendadak Jadi Orang Asing

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:00 WIB

Hari UMKM Nasional, BRI Peduli Perkuat UMKM Desa Brilian melalui Pendampingan Berkelanjutan

Hari UMKM Nasional, BRI Peduli Perkuat UMKM Desa Brilian melalui Pendampingan Berkelanjutan

Jogja | Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:59 WIB

Nadiem Makarim Jalani Sidang Banding Kasus Chromebook

Nadiem Makarim Jalani Sidang Banding Kasus Chromebook

Foto | Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:58 WIB

Terungkap Isi Percakapan Group Komunitas Gay dari Ponsel Saepullah Tersangka Kasus Mutilasi Depok

Terungkap Isi Percakapan Group Komunitas Gay dari Ponsel Saepullah Tersangka Kasus Mutilasi Depok

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:58 WIB

Perusakan Makam Mertua Seniman Djaduk Berakhir Damai, Polisi Ungkap Alasan Juru Kunci

Perusakan Makam Mertua Seniman Djaduk Berakhir Damai, Polisi Ungkap Alasan Juru Kunci

Jogja | Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:57 WIB

Menteri Hukum Mending Dorong RUU Perampasan Aset, Ketimbang Hukuman Mati Koruptor

Menteri Hukum Mending Dorong RUU Perampasan Aset, Ketimbang Hukuman Mati Koruptor

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:56 WIB

Puluhan Pohon Jati di RPH Sukun Bojonegoro Diduga Dibabat, Perhutani Lapor Polisi

Puluhan Pohon Jati di RPH Sukun Bojonegoro Diduga Dibabat, Perhutani Lapor Polisi

Jatim | Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:55 WIB

Tak Sekadar Limbah, Pelepah Pisang Ternyata Bisa Diolah Jadi Bioplastik Bikin Daging Lebih Awet

Tak Sekadar Limbah, Pelepah Pisang Ternyata Bisa Diolah Jadi Bioplastik Bikin Daging Lebih Awet

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:55 WIB

Nadiem Makarim Disebut Bukan Penerima Manfaat Ekonomis AKAB dan GoTo

Nadiem Makarim Disebut Bukan Penerima Manfaat Ekonomis AKAB dan GoTo

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:54 WIB

×