Epidemiolog Unhas: Kasus Kematian Covid-19 di Sulsel Cenderung Usai Produktif

Erick Tanjung

Rabu, 18 Agustus 2021 | 00:15 WIB
Epidemiolog Unhas: Kasus Kematian Covid-19 di Sulsel Cenderung Usai Produktif
Ilustrasi--Jenazah pasien Covid-19 di TPU Tegal Alur, Jakarta Barat. (Suara.com/Arga)

Suara.com - Epidemiolog dari Universitas Hasanuddin Prof Ridwan Amiruddin mengemukakan angka kematian di Sulawesi Selatan tampak mengalami peningkatan, yang kecenderungannya mulai ke kelompok remaja dewasa produktif.

Sebelum Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM, kata Prof Ridwan, tingkat kematian masyarakat akibat Covid-19 berada di angka 1,5 persen dan selama PPKM meningkat hingga 1,9 persen.

"Artinya kematian yang tinggi ini sudah menyasar juga kelompok produktif, karena tidak terlepas dari isolasi mandiri yang didorong oleh pemerintah sebelumnya," kata Ridwan di Makassar, Selasa (17/8/2021).

Kematian yang tinggi di Rumah Sakit itu dinilai adalah mata rantai dari isolasi mandiri yang tidak terkelola dengan baik, khususnya untuk usia produktif rata-rata usia 25-50 tahun.

"Sekarang ada tiga lokasi isolasi yang disediakan pemerintah yaitu isolasi apung di kapal Pelni, di Asrama Haji dan Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Makassar Jalan Moha Lasuloro, Antang. Harapannya bagaimana agar kasus ringan dan sedang dapat dikelola supaya tidak mengalami perburukan," ujar Guru Besar FKM Unhas tersebut.

Jika langkah isolasi mandiri ini tidak dilaksanakan seperti itu, menurut Ridwan, maka orang yang terkonfirmasi positif dan isolasi di rumahnya, bisa jadi klaster baru dalam keluarga. Sehingga tingkat penularan akan terus tinggi karena sumbernya di tingkat rumah tangga.

Ia menjelaskan, dengan adanya varian Delta baru, maka 4-5 hari setelah terinfeksi pemburukan akan terjadi.

"Pasien Covid-19 terindikasi virus Covid-19 varian Delta tidak sempat diberikan pelayanan, mau ke rumah sakit terlambat karena transportasi, sampai di rumah sakit masih antre di UGD hingga tidak dapat pelayanan dan akhirnya meninggal di situ. Secara global, varian Delta berpengaruh sekitar 92 persen termasuk di Indonesia," katanya.

Ridwan mengatakan Covid-19 ini masih menjadi pandemi dan itu akan turun jadi endemik yang artinya Covid-19 sepanjang masa dan sudah menjadi hal yang biasa.

baca juga

"Ada skenarionya, dia bisa hilang dengan sendirinya dan dia muncul 50 atau 100 tahun lagi," tutur dia.

Menurut dia, isolasi mandiri yang bagus dan sesuai tentu akan memperbaiki kondisi kasus Covid-19 atau semakin menurun angka penularannya. Selain itu, vaksin yang ada betul-betul berfungsi memberi perlindungan di angka cakupan 70 persen untuk bisa lepas dari krisis ini.

"Pemerintah harus siapkan logistik secara maksimum. Sekarang di angka 25 persen cakupannya," katanya.

Paling penting, lanjut Ridwan adalah meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan. "Jika mau keluar dari krisis Covid-19 harus melalui pendekatan kesehatan masyarakat yakni kepatuhan prokes di atas 95 persen sementara saat ini masih sekitar 70 persen," ucapnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

11 Pahlawan Nasional Sulawesi Selatan, Satu Orang Perempuan

11 Pahlawan Nasional Sulawesi Selatan, Satu Orang Perempuan

Sulsel | Selasa, 17 Agustus 2021 | 15:58 WIB

Mengenal Apa itu Tari Pakarena dari Sulawesi Selatan yang Jadi Google Doodle

Mengenal Apa itu Tari Pakarena dari Sulawesi Selatan yang Jadi Google Doodle

News | Selasa, 17 Agustus 2021 | 14:08 WIB

Cerita Veteran Sulawesi Selatan Berperang di Timor Timur Pakai Senjata Rampasan

Cerita Veteran Sulawesi Selatan Berperang di Timor Timur Pakai Senjata Rampasan

Sulsel | Selasa, 17 Agustus 2021 | 09:46 WIB

Terkini

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

Manga Komedi-Romantis Hiragi-san's House of Vampires Dapat Adaptasi Anime

Manga Komedi-Romantis Hiragi-san's House of Vampires Dapat Adaptasi Anime

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:40 WIB

×