Taliban Berkuasa, IMF Blokir Dana Utangan untuk Afganistan

Reza Gunadha, BBC

Kamis, 19 Agustus 2021 | 17:31 WIB
Taliban Berkuasa, IMF Blokir Dana Utangan untuk Afganistan
Logo IMF. (Shutterstock)

Suara.com - Dana Moneter Internasional atau IMF menegaskan Afghanistan tidak akan lagi bisa mengakses pinjaman dari lembaga kreditur dunia tersebut.

Langkah ini menyusul pengambilalihan kekuasaan di Afghanistan oleh kelompok Taliban sejak akhir pekan lalu.

Seorang juru bicara IMF mengatakan kebijakan itu muncul karena "kurangnya kejelasan dalam masyarakat internasional" atas pengakuan pemerintah di Afghanistan.

Tadinya akses pinjaman ke Afghanistan sebesar US$370 miliar dari IMF dijadwalkan tiba pada 23 Agustus.

Kucuran kredit itu merupakan bagian dari respons global IMF atas krisis ekonomi.

Akses ke sumber IMF dalam aset Special Drawing Rights (SDR), yang bisa dikonversikan ke dana dukungan pemerintah, juga telah diblokir.

SDR merupakan unit penukaran di IMF yang berbasis pound sterling, dolar AS, euro, yen, dan yuan.

"Seperti biasa, IMF dipandu oleh pandangan masyarakat internasional," tambah juru bicara itu.

Kebijakan IMF itu muncul setelah seorang pejabat Amerika Serikat kepada BBC mengatakan bahwa aset bank sentral Afghanistan di AS tidak akan bisa diakses Taliban.

baca juga

Dalam surat kepada Menteri Keuangan AS, Janet Yellen, para anggota Kongres mendesak agar Taliban jangan dibiarkan menerima bantuan dukungan AS.

"Potensi alokasi SDR untuk memberikan hampir setengah milar dolar dalam likuiditas tanpa syarat kepada rezim yang dikenal membantu aksi teroris atas AS dan sekutu-sekutunya sangat memprihatinkan," tulis surat yang ditandangani 17 politisi di Kongres tersebut.

Sebelumnya, kepala bank sentral Afghanistan mengatakan bahwa AS telah menutup akses atas aset-asetnya - yaitu sekitar US$7 miliar di Bank Sentral AS.

Ajmal Ahmady, yang terpaksa keluar dari Afghanistan akhir pekan lalu, mencuit bahwa total cadangan aset di bank sentral Afghanistan hingga pekan lalu sekitar US$9 miliar.

Namun dia memastikan bahwa aset-aset itu tetap aman, termasuk aset likuid seperti obligasi pemerintah AS dan cadangan emas di luar negeri.

"Mengingat Taliban masih masuk daftar sanksi internasional, diperkirakan bahwa aset-aset itu akan dibekukan dan tidak bisa diakses oleh Taliban," kata Ahmady.

"Bisa kami sebutkan bahwa dana yang bisa diakses Taliban kemungkinan hanya 0,1 - 0,2% dari total aset internasional Afghanistan. Tidak banyak."

Ahmady juga mengatakan bahwa pemblokiran transfer uang dolar AS secara fisik oleh Washington menyebabkan mata uang Afghanistan terdepresiasi.

Mata uang Afghanistan, yaitu Afghani, telah turun hingga ke rekor terendah.

"Saya yakin bank-bank lokal telah mengatakan kepada para nasabah bahwa mereka tidak bisa menyetor uang dolar - karena [bank sentral] tidak lagi memasok uang dolar ke bank-bank."

"Ini benar. Bukan karena dananya telah dicuri atau ditahan di brankas, namun karena semua uang dolar AS berada di rekening internasional yang telah dibekukan."

Juni lalu, IMF memberi Afghanistan pinjaman terbaru yang telah disetujui November lalu.

Pada bulan yang sama, PBB menerbitkan laporan yang menyatakan bahwa 'sumber utama pendanaan Taliban tetap pada aktivitas kriminal,' termasuk peredaran narkotika dan produksi tanaman opium, pemerasan, penculikan untuk minta tebusan, eksploitasi mineral dan pendapatan dari pungutan pajak di wilayah-wilayah penguasaan atau pengaruh Taliban."

Bank Dunia juga mendanai proyek-proyek pembangunan di Afghanistan dan telah menyediakan negara itu US$5,3 miliar sejak 2002.

Namun lembaga keuangan itu belum merespons permintaan BBC untuk mengomentari status terkini pendanaannya di Afghanistan.

Sedangkan raksasa layanan transfer uang antar-negara Western Union juga telah menyetop jasa pengiriman uang ke Afghanistan "hingga pemberitahuan berikut."

IMF juga telah mengambil langkah serupa atas rezim-rezim lain yang tidak diakui oleh mayoritas negara anggotanya.

Salah satunya terjadi pada April 2019 saat akses SDR Venezuela diblokir setelah lebih dari 50 negara anggota menolak mengakui Presiden Nicolas Maduro sebagai pemimpin yang sah di negara itu.

IMF pun menangguhkan pencairan dana ke Myanmar setelah kudeta militer Februari lalu.

Senin kemarin lembaga keuangan itu akan menuntaskan alokasi SDR sebesar US$650 miliar kepda 190 negara anggotanya.

Cepatnya Taliban menguasai Afghanistan menyebabkan IMF membuat keputusan yang mendesak saat akan memberi hampir semua negara anggotanya aset cadangan yang disebut Special Drawing Rights (SDR).

Ini bukan sekadar soal Afghanistan, namun juga memulihkan ekonomi dunia dari krisis akibat pandemi. Dan itu terjadi Senin lalu.

Jadi bila rezim baru di Kabul itu dicoret dari daftar penerima, maka IMF harus bertindak cepat. Dan itu sudah dilakukan setelah memperhatikan apa yang disebut juru bicaranya sebagai "kurangnya kejelasan mengenai pengakuan atas pemerintahan baru itu."

IMF juga menaikkan kemungkinan bahwa bantuan keuangan bakal digunakan sebagai daya tawar untuk memaksa Taliban tidak kembali kepada cara-cara lama yang dikhawatirkan banyak pihak - dan menurut sejumlah laporan hal itu sudah dilakukan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Blak-blakan! Cerita Jusuf Kalla Pernah Dituduh Berkomplot dengan Taliban

Blak-blakan! Cerita Jusuf Kalla Pernah Dituduh Berkomplot dengan Taliban

News | Kamis, 19 Agustus 2021 | 17:25 WIB

JK Disebut Dukung Kelompok Taliban, Pengamat: Gawat!

JK Disebut Dukung Kelompok Taliban, Pengamat: Gawat!

Bogor | Kamis, 19 Agustus 2021 | 16:43 WIB

Taliban Kuasai Afganistan, BNPT Antisipasi Adanya Penggalangan Simpatisan di Indonesia

Taliban Kuasai Afganistan, BNPT Antisipasi Adanya Penggalangan Simpatisan di Indonesia

Surakarta | Kamis, 19 Agustus 2021 | 16:33 WIB

Tidak Ada Demokrasi di Afghanistan Versi Taliban, Pemerintah Baru Berbentuk Dewan Penguasa

Tidak Ada Demokrasi di Afghanistan Versi Taliban, Pemerintah Baru Berbentuk Dewan Penguasa

Batam | Kamis, 19 Agustus 2021 | 16:01 WIB

Dianggap Teroris, Sejumlah Media Sosial Blokir Konten Taliban

Dianggap Teroris, Sejumlah Media Sosial Blokir Konten Taliban

Batam | Kamis, 19 Agustus 2021 | 14:48 WIB

Guru Besar UI: Pemerintah Jangan Prematur Akui Taliban sebagai Pemerintah Sah Afghanistan

Guru Besar UI: Pemerintah Jangan Prematur Akui Taliban sebagai Pemerintah Sah Afghanistan

News | Kamis, 19 Agustus 2021 | 15:44 WIB

Profil Taliban, Asal-usul, Pemimpin hingga Sumber Dana Kelompok Militan Afghanistan

Profil Taliban, Asal-usul, Pemimpin hingga Sumber Dana Kelompok Militan Afghanistan

News | Kamis, 19 Agustus 2021 | 14:19 WIB

Deretan Peralatan Perang Mewah Hasil Rampasan Taliban, Mulai Biometrik Hingga Helikopter

Deretan Peralatan Perang Mewah Hasil Rampasan Taliban, Mulai Biometrik Hingga Helikopter

News | Kamis, 19 Agustus 2021 | 15:36 WIB

Terkini

Arti Cicak Jatuh di Kepala atau Bahu Menurut Primbon Jawa, Pertanda Apa?

Arti Cicak Jatuh di Kepala atau Bahu Menurut Primbon Jawa, Pertanda Apa?

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 17:20 WIB

Hidup Jadi Terasa Seperti Konten: Personal Branding atau Personal Pressure?

Hidup Jadi Terasa Seperti Konten: Personal Branding atau Personal Pressure?

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 17:05 WIB

Nonton Pestapora Gratis iPhone Air & AirPods Max dari BRI, Ini Caranya

Nonton Pestapora Gratis iPhone Air & AirPods Max dari BRI, Ini Caranya

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 16:55 WIB

Besok Ada Promo Tiket Kereta Bayar 81 Persen, Berlaku hingga H+45

Besok Ada Promo Tiket Kereta Bayar 81 Persen, Berlaku hingga H+45

News | Minggu, 27 September 2026 | 16:48 WIB

Karhutla Sumsel: 43 Orang Ditahan, 16 Korporasi Disidik, Tapi Hotspot Masih Muncul

Karhutla Sumsel: 43 Orang Ditahan, 16 Korporasi Disidik, Tapi Hotspot Masih Muncul

Sumsel | Minggu, 27 September 2026 | 16:40 WIB

Kebakaran Melanda Restoran di Jalan Wijaya Jaksel, 17 Mobil Damkar Dikerahkan

Kebakaran Melanda Restoran di Jalan Wijaya Jaksel, 17 Mobil Damkar Dikerahkan

News | Minggu, 27 September 2026 | 16:35 WIB

Cara Membersihkan Lipstik Transferproof Waterproof yang Susah Hilang Tanpa Bikin Bibir Lecet

Cara Membersihkan Lipstik Transferproof Waterproof yang Susah Hilang Tanpa Bikin Bibir Lecet

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 16:35 WIB

Promo Hotel Agoda dari BRI, Bisa Dipakai Liburan Bertahun-tahun ke Depan

Promo Hotel Agoda dari BRI, Bisa Dipakai Liburan Bertahun-tahun ke Depan

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 16:25 WIB

Hiu Paus Terdampar di Abdya, Gagal Dievakuasi hingga Akhirnya Mati

Hiu Paus Terdampar di Abdya, Gagal Dievakuasi hingga Akhirnya Mati

Sumut | Minggu, 27 September 2026 | 16:15 WIB

Euforia Harvest Moon dan Ironi Warga Kota Besar yang Dijajah 'Polusi Cahaya'

Euforia Harvest Moon dan Ironi Warga Kota Besar yang Dijajah 'Polusi Cahaya'

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 16:05 WIB

×