Kibarkan Merah-Putih Lerai Tawuran Pemuda, Kisah Heroik Tukang Ojek yang Berakhir Nahas

Agung Sandy Lesmana, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Jum'at, 20 Agustus 2021 | 18:54 WIB
Kibarkan Merah-Putih Lerai Tawuran Pemuda, Kisah Heroik Tukang Ojek yang Berakhir Nahas
Kibarkan Merah-Putih Lerai Tawuran Pemuda, Kisah Heroik Tukang Ojek yang Berakhir Nahas. Lokasi pembacokan yang menewaskan Indramayu (51) saat melerai tawuran antarpemuda di Johar Baru, Jakpus dengan cara mengibarkan bendera Merah-Putih. (Suara.com/Yaumal)

Suara.com - Sehari menjelang perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia ke 76 tahun, ternoda yang dengan peristiwa tawuran yang terjadi di Jembatan Paris, Johar Baru, Jakarta Pusat yang menewaskan seorang tukang ojek pangkalan bernama Indramayu (51). Tragisnya, korban tewas dibacok saat melerai aksi tawuran dengan cara mengibarkan bendera Merah Putih.

Hari Kemerdekaan yang dimaknai dengan persatuan antar sesama anak bangsa, seolah hilang saat kelompok pemuda dari Baladewa dan Kota Paris, di Johar Baru saling serang, Senin (16/8/2021) dini hari lalu. 

Pertikaian itu pun sempat dilerai Indramayu. Pria berusia 51 tahun itu dengan gagah berani mengibarkan bendera merah putih untuk meredam tawuran antarpemuda. Namun apa daya usahanya itu gagal.

Tawuran semakin pecah, bendera Merah-Putih yang dikibarkannya tak dimaknai sebagai lambang persatuan oleh kelompok yang bertikai. 

Bahkan nahasnya, korban mendapatkan luka bacokan di bagian perutnya, hingga pada Senin paginya sekitar pukul 09.00 WIB, Indramayu dikabarkan meninggal dunia setelah sempat dirawat di rumah sakit. 

Lokasi pembacokan yang menewaskan Indramayu (51) saat melerai tawuran antarpemuda di Johar Baru, Jakpus dengan cara mengibarkan bendera Merah-Putih. (Suara.com/Yaumal)
Lokasi pembacokan yang menewaskan Indramayu (51) saat melerai tawuran antarpemuda di Johar Baru, Jakpus dengan cara mengibarkan bendera Merah-Putih. (Suara.com/Yaumal)

Adik korban, Mega Nilam Sari (31) menceritakan kronologis kakaknya meninggal dunia. Dia menegaskan pada saat tawuran terjadi, Indramayu hanya berusaha untuk meredam konflik. 

“Dia (Indramayu) tidak ikut-ikutan, beliau hanya berusaha untuk melerai,” kata Mega saat ditemui Suara.com di kediamannya, di Kampung Johar Baru pada Jumat (20/8/2021).  
 
Pada saat itu, Indramayu sedang berada di kediamannya di Kampung Rawa, Johar Baru. Sekitar pukul 24.00 WIB Minggu (15/8/2021), terdengar suara pertikaian antar kelompok di sekitar Jembatan Kota Paris, tak jauh dari kediamannya.  
 
Mendengar kabar itu Indramayu langsung pergi untuk mengecek lokasi. Dia bermaksud untuk meredam tawuran agar tidak meluas ke kawasan tempat tinggalnya, Kampung Rawa yang berbatasan dengan lokasi kejadian.

“Beliau (Indramayu) sempat mengibarkan bendara merah putih, maksudnya itu agar menyudahi tawuran,” kata Mega. Namun, usahanya itu gagal, Indramayu bahkan dikejar salah satu kelompok hingga terjatuh.

“Dia jatuh-jatuh, dia dicabik-cabik (disabet senjata tajam) sama orang Baladewa,” ujar Mega.

baca juga

Bahkan kata Mega, saat terkapar dalam kondisi lemah, kakaknya masih tetap diberi pukulan bertubi-tubi yang diduganya dilakukan kelompok Baladewa. 

Lokasi pembacokan yang menewaskan Indramayu (51) saat melerai tawuran antarpemuda di Johar Baru, Jakpus dengan cara mengibarkan bendera Merah-Putih. (Suara.com/Yaumal)
Lokasi pembacokan yang menewaskan Indramayu (51) saat melerai tawuran antarpemuda di Johar Baru, Jakpus dengan cara mengibarkan bendera Merah-Putih. (Suara.com/Yaumal)

Hingga akhirnya, Indramayu dapat dievakuasi dari lokasi kejadian setelah adik iparnya, suaminya Mega menolongnya.

“Itu kondisi abang saya sudah pucat mukanya,” imbuh Mega.

Dia pun langsung dilarikan ke puskesmas, namun karena kondisinya lukanya yang parah kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusomo.

Sesampainya di sana korban sempat mendapatkan perawatan intensif, namun karena lukanya yang parah dan kehilangan banyak darah, Indramayu akhirnya meninggal dunia. 

Kekinian korban telah dimakamkan, pada Senin (16/8) sore, beberapa jam setelah dinyatakan meninggal dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tawuran di Mampang, Satu Remaja Tewas, 11 Pelaku Dibekuk

Tawuran di Mampang, Satu Remaja Tewas, 11 Pelaku Dibekuk

Jakarta | Jum'at, 20 Agustus 2021 | 17:16 WIB

Jadi Sasaran saat Lerai Tawuran, Tukang Ojek di Johar Baru Tewas Dibacok

Jadi Sasaran saat Lerai Tawuran, Tukang Ojek di Johar Baru Tewas Dibacok

News | Kamis, 19 Agustus 2021 | 12:44 WIB

Berawal Saling Ejek, Motif Tawuran Geng Motor di Daan Mogot Mau Tenar di Medsos

Berawal Saling Ejek, Motif Tawuran Geng Motor di Daan Mogot Mau Tenar di Medsos

News | Rabu, 18 Agustus 2021 | 17:21 WIB

Polisi Ringkus 4 Pelaku Tawuran Geng Motor di Daan Mogot, Dua Masih Anak-anak

Polisi Ringkus 4 Pelaku Tawuran Geng Motor di Daan Mogot, Dua Masih Anak-anak

Jakarta | Rabu, 18 Agustus 2021 | 17:06 WIB

Terkini

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 00:19 WIB

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

×