Mengapa Pasar Mobil Jepang di Indonesia Semakin Menyusut?

Liberty Jemadu

Rabu, 23 September 2026 | 06:05 WIB
Mengapa Pasar Mobil Jepang di Indonesia Semakin Menyusut?
Pangsa pasar merek mobil Jepang menyusut 6,4 persen di Indonesia, di saat mobil-mobil China semakin sering terlihat di jalanan. [Suara.com/Liberty Jemadu]
baca 10 detik
  • Pangsa pasar merek mobil Jepang menyusut 6,4 persen di Indonesia meskipun beberapa pabrikan masih mencatatkan kenaikan volume penjualan.
  • Di saat yang sama pasar mobil Indonesia tumbuh 20,1 persen dengan 599.491 unit terjual sepanjang Januari hingga Agustus 2026.
  • Sementara produsen kendaraan asal China mengalami lonjakan pangsa pasar hingga 19,1 persen.

Suara.com - Pasar mobil Indonesia kini sudah berubah wajah. Merek-merek mobil China tidak saja semakin sering terlihat di jalanan, tapi di atas kertas sudah perlahan menggeser dominasi merek-merek Jepang.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo pada awal September melaporkan naiknya penjualan mobil di Tanah Air di delapan bulan pertama tahun ini. Tapi di saat yang sama, market share merek Jepang justru terus menyusut dan cengkeraman mobil asal Tiongkok semakin kuat.

Apa yang terjadi dengan merek mobil Jepang yang sudah puluhan tahun mendominasi pasar mobil Indonesia? Apakah ini pertanda dominasi Jepang akan digantikan China?

Menyusut di pasar yang tumbuh

Laporan terbaru Gaikindo menunjukkan pasar mobil Indonesia secara wholesales tumbuh 20,1 persen selama Januari - Agustus 2026, dengan penjualan mencapai 599.491 unit.

Tapi di saat yang sama market share merek-merek Jepang justru turun. Toyota misalnya, meski penjualannya naik 9,2 persen tapi pangsa pasarnya menyusut tinggal 29,3 persen dari 32,3 persen di periode yang sama tahun lalu.

Daihatsu juga mengalami hal yang sama. Penjualannya naik 19 persen tapi pasarnya susut ke 16,8 persen dari 17 persen di tahun lalu.

Honda jadi yang paling boncos. Penjualannya anjlok hingga 37,5 persen dan pasarnya terpangkas hingga hampir separuh ke 4,4 persen saja.

baca juga

Berdasarkan analisis Suara.com terhadap data Gaikindo, market share merek mobil Jepang tahun ini sudah berkurang sebesar 6,4 persen dibandingkan tahun lalu.

Di saat yang sama perusahaan rakasasa Astra yang membawa sejumlah besar merek mobil Jepang di Indonesia juga mengalami  penurunan sebesar 3,1 persen dibanding 2025 lalu.

Merek China melejit

Sementara itu penjualan mobil-mobil asal China naik drastis. Pasar mereka juga tumbuh semakin besar.

Saat ini market share mobil China sudah mencapai  19,1 persen, naik dari hanya 12 persen pada tahun lalu.

Merek seperti BYD, Jaecoo dan Chery mendorong semakin gemuknya market share mobil asal Tiongkok di Indonesia.

Penjualan BYD misalnya tumbuh 98 persen menjadi 37.696 unit hingga Agustus kemarin dan market sharenya kini sebesar 6,3 persen dari hanya 3,8 persen tahun lalu.

Sementara penjualan Jaecoo melejit menjadi 23.834 unit dengan pangsa pasar 4 persen di Indonesia.

Faktanya saat ini jumlah merek China sudah lebih banyak dari merek asal Jepang di Indonesia. Dari 49 anggota Gaikindo, 22 di antaranya berasal dari China, 13 dari Jepang dan 9 dari Eropa.

Apa yang terjadi?

Chief Economist Permata Bank Josua Pardede, kepada Suara.com mengatakan susutnya market share mobil Jepang di Indonesia merupakan gambaran struktur persaingan di pasar.

Ia menjelaskan turunnya pangsa merek Jepang dan meningkatnya merek China memang berhubungan, tetapi tidak sepenuhnya sebanding. Yang terjadi menurut Joshua adalah redistribusi pangsa pasar saat penjualan naik tapi pasar mobil Jepang menyusut.

"Jadi memang terjadi perpindahan sebagian permintaan dari merek lama menuju pendatang baru, khususnya pada kendaraan listrik, kendaraan hybrid, dan kendaraan jenis SUV," beber Josua.

"Tetapi jangan diartikan seluruh penambahan mobil China merupakan kehilangan penjualan Jepang karena pasar nasional Januari–Agustus 2026 sendiri tumbuh sekitar 20,1 persen," imbuh dia.

Tapi menurut Josua kemunduran merek-merek mobil Jepang tak bisa dipukul rata. Meski pasar Toyota menyusut tapi penjualannya tetap naik, berbeda dari Honda yang benar-benar terpuruk.

"Jadi saya tidak akan menyebut ini sebagai kemunduran seragam seluruh merek Jepang. Yang sedang terjadi adalah redistribusi pangsa pasar, dan tingkat tekanannya berbeda antarmerek," kata dia.

Konsumen semakin cerdas

Susutnya pasar mobil Jepang, menurut Joshua juga berkaitan dengan semakin selektifnya konsumen Indonesia.

Berdasarkan data Permata Bank, ruang masyarakat untuk pembelian barang besar seperti mobil belum meningkat secara luas. Tapi pelemahan daya beli tidak mengenai semua kelompok konsumen dengan intensitas yang sama.

Survei Konsumen BI Agustus menunjukkan kepercayaan konsumen secara keseluruhan masih optimistis di 118,5, bahkan kelompok pengeluaran di atas Rp5 juta memiliki tingkat keyakinan tertinggi.

"Ini menjelaskan mengapa pasar dapat mengalami dua hal sekaligus: konsumen pada segmen bawah menunda membeli mobil baru, sementara konsumen yang masih mempunyai kemampuan membeli menjadi jauh lebih selektif mencari manfaat terbesar dari uang yang dikeluarkan. Kondisi kedua inilah yang sangat menguntungkan merek China," jelas dia.

Merek China berhasil bukan semata karena konsumen tiba-tiba menjadi lebih mampu, tetapi karena mereka lebih cerdas. Konsumen kini lebih selektif: dengan jumlah uang yang sama mereka ingin mendapatkan mobil yang lebih bernilai.

"Dengan harga tertentu, konsumen memperoleh teknologi, fitur keselamatan, layar dan konektivitas, desain, tenaga listrik, serta kelengkapan yang sebelumnya terdapat pada kelas harga lebih tinggi. Ini berarti kendaraan listrik China sudah mulai masuk ke wilayah harga pasar massal, bukan lagi hanya produk untuk konsumen kelas atas," beber Josua.

Faktor lain adalah kecepatan penawaran produk. Pada akhir 2025 sudah terdapat 16 merek asal China di Indonesia dan pada semester I 2026 tercatat 17 produsen China anggota Gaikindo. Semakin banyak merek berarti semakin banyak model, rentang harga, teknologi dan promosi yang berkompetisi memperebutkan pembeli yang sama.

"Dalam kondisi permintaan konsumen terbatas, banyaknya pilihan tersebut meningkatkan tekanan terhadap pemain lama. Pada saat bersamaan, beberapa pabrikan China mulai berpindah dari impor menuju produksi domestik. Ini berpotensi semakin memperkuat struktur biaya dan kepastian pasokan mereka," kata Josua.

Harga BBM

Di saat yang sama kenaikan harga BBM ikut mempercepat perubahan preferensi, meski menurut Josua bukan faktor utama.

Merek seperti Toyota masih sangat kuat di sektor kendaraan hybrid yang irit BBM. Selain itu harga bahan bakar di Indonesia juga belum sepenuhnya mengikuti fluktuasi harga minyak dunia.

"Tapi konsumen tetap semakin sensitif terhadap biaya bahan bakar. Semakin tinggi biaya penggunaan kendaraan berbahan bakar minyak, semakin menarik kendaraan hybrid dan listrik dari sisi biaya penggunaan sehari-hari," jelas dia.

Hal ini bertemu dengan penurunan harga masuk kendaraan listrik yang sangat cepat.

"Ketika sebuah mobil listrik sudah dapat dibeli di sekitar Rp200 juta, pertimbangan konsumen bukan lagi apakah teknologi listrik terlalu mahal, melainkan apakah penghematan energi, fitur tambahan dan harga beli mengimbangi kekhawatiran mengenai pengisian daya dan nilai jual kembali," imbuh dia.

Selain itu pemerintah juga masih mendukung pengembangan kendaraan rendah emisi dan pada Agustus menyatakan kebijakan insentif kendaraan listrik akan dilanjutkan.

Dengan demikian, merek China memperoleh manfaat sekaligus dari harga yang agresif, perubahan teknologi, dan kebijakan industri.

Dominasi Jepang terancam?

Menurut Josua pergeseran pangsa pasar mobil di Indonesia bersifat struktural, bukan sementara. Daya beli yang terbatas justru memperkuat persaingan karena konsumen semakin peka terhadap harga dan manfaat.

"Merek China memanfaatkan situasi tersebut dengan harga agresif, teknologi elektrifikasi, banyak model baru dan ekspansi produksi lokal. Kenaikan biaya BBM memperbesar daya tariknya, tetapi bukan faktor utama.," simpul dia.

Ia mengatakan jika merek-merek Jepang ingin mempertahankan dominasinya di Indonsia, maka respons yang lebih tepat bukan sekadar perang diskon.

"Mereka perlu mempercepat kendaraan listrik dan hybrid yang terjangkau, memperpendek siklus penyegaran produk, meningkatkan kelengkapan pada kelas harga yang sama, sekaligus mempertahankan keunggulan jaringan layanan dan nilai jual kembali," ia melanjutkan.

Secara umum Josua melihat masuknya merek-merek mobil China justru sehat bagi industri apabila kompetisi tersebut kemudian menghasilkan harga yang lebih terjangkau, lokalisasi produksi yang lebih tinggi dan transfer teknologi, bukan sekadar peningkatan impor.

Jepang, kata dia, masih memiliki skala industri dan rantai pasok yang sangat besar di Indonesia.

"Tantangannya sekarang adalah mengubah keunggulan lama tersebut menjadi produk yang tetap relevan ketika preferensi konsumen bergerak jauh lebih cepat daripada sebelumnya," tutup Josua.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Strategi Gaikindo Dongkrak Penjualan Mobil Akhir Tahun Lewat GAW 2026

Strategi Gaikindo Dongkrak Penjualan Mobil Akhir Tahun Lewat GAW 2026

Otomotif | Selasa, 22 September 2026 | 18:10 WIB

GIIAS Semarang 2026 Siap Digelar Dengan Deretan Merek Kendaraan Baru dan Terlengkap

GIIAS Semarang 2026 Siap Digelar Dengan Deretan Merek Kendaraan Baru dan Terlengkap

Otomotif | Kamis, 17 September 2026 | 11:48 WIB

Honda Klaim Tak Ingin Kualitas Produk Jadi Korban Persaingan Mobil China

Honda Klaim Tak Ingin Kualitas Produk Jadi Korban Persaingan Mobil China

Otomotif | Kamis, 17 September 2026 | 10:28 WIB

Pangsa Pasar Mobil Honda di Indonesia Tinggal 4 Persen

Pangsa Pasar Mobil Honda di Indonesia Tinggal 4 Persen

Otomotif | Senin, 14 September 2026 | 14:29 WIB

Invasi Mobil China Makin Masif, Pemasok Otomotif Eropa Minta Perlindungan

Invasi Mobil China Makin Masif, Pemasok Otomotif Eropa Minta Perlindungan

Otomotif | Sabtu, 12 September 2026 | 08:21 WIB

Terkini

Mengapa Pasar Mobil Jepang di Indonesia Semakin Menyusut?

Mengapa Pasar Mobil Jepang di Indonesia Semakin Menyusut?

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 06:05 WIB

Nasdaq Cetak Rekor Tertinggi, Harga Minyak Dunia Mulai Turun

Nasdaq Cetak Rekor Tertinggi, Harga Minyak Dunia Mulai Turun

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 06:01 WIB

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 00:09 WIB

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

×