Berkat Murid Sekolah, AS Akan Pulihkan Nama Perempuan yang Dituduh Penyihir

Reza Gunadha, ABC

Rabu, 25 Agustus 2021 | 20:10 WIB
Berkat Murid Sekolah, AS Akan Pulihkan Nama Perempuan yang Dituduh Penyihir
Ilustrasi penyihir (Shutterstock)

Suara.com - Gara-gara sekelompok murid sekolah, Amerika Serikat memperkenalkan undang-undang untuk membersihkan nama perempun Elizabeth Johnson yang dahulu kala divonis  pada Pengadilan Penyihir Salem tetapi tidak pernah dieksekusi.

Diana mengatakan dia terinspirasi oleh penyelidikan yang dilakukan oleh sekelompok anak berusia 13 dan 14 tahun di North Andover Middle School di Massachusetts, Amerika Serikat.

Siswa-siwa tersebut dengan susah payah meneliti sejarah Elizabeth Johnson dan langkah-langkah yang perlu diambil untuk memastikan dia secara resmi diampuni dan namanya dipulihkan."Penting bagi kita untuk memperbaiki sejarah," kata Diana.

"Kami tidak akan pernah bisa mengubah apa yang terjadi pada para korban [pengadilan penyihir] ini, tapi setidaknya kami bisa meluruskannya."

Jika politisi Amerika Serikat menyetujui tindakan itu, Elizabeth Johnson akan menjadi penyihir terakhir yang dibebaskan, menurut Witches of Massachusetts Bay, sebuah kelompok yang didedikasikan untuk sejarah dan pengetahuan perburuan penyihir abad ke-17.

Terperangkap dalam Pengadilan Penyihir Salem

Elizabeth Johnson berusia 22 tahun ketika dia terjebak dalam histeria pengadilan penyihir dan dijatuhi hukuman gantung.

Dua puluh orang dari Salem dan kota-kota sekitarnya dibunuh, dan ratusan lainnya dituduh sebagai penyihir sepanjang masa ketidakadilan Puritan yang dimulai pada tahun 1692.

Tuduhan itu dipicu oleh takhayul, ketakutan akan penyakit dan orang asing, sehingga mencari-cari kambing hitam di masyarakat.

Sembilan belas orang tewas digantung dan satu orang tewas tertimpa batu.

baca juga

Tapi Elizabeth tidak pernah digantung.

Gubernur saat itu, William Phips, membatalkan hukumannya karena kegagalan pengadilan Salem saat itu semakin terasa.

Selama 328 tahun sejak persidangan, puluhan tersangka secara resmi telah dibebaskan dari tuduhan, termasuk ibu Elizabeth putri seorang menteri yang hukumannya akhirnya dibatalkan.

Tetapi untuk beberapa alasan, nama Elizabeth tidak dimasukkan dalam berbagai upaya legislatif untuk meluruskan sejarah, dan keyakinannya secara teknis masih berlaku.

Meluruskan sejarah

Rancangan Undang-undang yang akan diajukan Diana akan mengubah undang-undang tahun 1957 yang diamandemkan pada tahun 2001, untuk memasukkan salah satunya Elizabeth Johnson dalam daftar yang dipulihkan namanya, karena salah tuduh dan dihukum karena sihir.

"Mengapa Elizabeth tidak dibebaskan memang tidak jelas, tetapi tidak ada tindakan yang diambil atas namanya oleh Majelis Umum atau pengadilan," kata Diana.

"Mungkin karena dia bukan istri atau ibu, dia tidak dianggap layak namanya dibersihkan. Dan karena dia tidak pernah punya anak, tidak ada kelompok keturunan yang bertindak atas namanya."

Salah satu siswa yang berpartisipasi dalam proyek tersebut, Artem Likhanov, mengatakan dia yakin orang-orang di masa itu tidak membebaskan Elizabeth karena mereka mereka masih mengira dia adalah seorang penyihir.

"Itu menunjukkan betapa orang-orang masih percaya takhayul setelah pengadilan penyihir," katanya.

"Setelah pengadilan itu berakhir, bukan berarti orang tidak percaya lagi pada penyihir. Mereka masih mengira dia penyihir dan mereka tidak mau membebaskannya."

Guru dari anak-anak ini, Carrie LaPierre, mengatakan beberapa muridnya awalnya terbelah tentang upaya untuk membebaskan Elizabeth Johnson.

"Beberapa pembicaraan yang mengemuka adalah, 'Mengapa kita melakukan ini? Dia sudah meninggal dunia. Bukankah ada hal lain yang lebih penting yang terjadi di dunia ini?'" katanya.

"Tapi mereka akhirnya sampai pada kesimpulan bahwa penting untuk melakukan beberapa hal yang [dianggap] kecil ini."

Artikel ini diproduksi oleh Hellena Souisa dari artikel ABC News.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bocor! AS Batal Evakuasi Pengungsi Afganistan ke Korsel dan Jepang

Bocor! AS Batal Evakuasi Pengungsi Afganistan ke Korsel dan Jepang

News | Rabu, 25 Agustus 2021 | 19:56 WIB

Nilai Tukar Rupiah Melemah, Terdampak Pengetatan Stimulus Bank Sentral AS

Nilai Tukar Rupiah Melemah, Terdampak Pengetatan Stimulus Bank Sentral AS

Bisnis | Rabu, 25 Agustus 2021 | 17:08 WIB

Seorang Warga Afghanistan Dapat Surat Hukuman Mati dari Taliban

Seorang Warga Afghanistan Dapat Surat Hukuman Mati dari Taliban

Riau | Selasa, 24 Agustus 2021 | 18:59 WIB

Keras! Wakil Presiden Amerika Serikat Kamala Harris Tuduh China Lakukan Intimidasi

Keras! Wakil Presiden Amerika Serikat Kamala Harris Tuduh China Lakukan Intimidasi

Sulsel | Selasa, 24 Agustus 2021 | 16:42 WIB

Beredar Klaim Covid-19 Berasal dari Pangkalan Militer Amerika Serikat

Beredar Klaim Covid-19 Berasal dari Pangkalan Militer Amerika Serikat

News | Selasa, 24 Agustus 2021 | 15:50 WIB

Syarat Warga Bekasi Bisa Vaksin Pfizer di Jakarta

Syarat Warga Bekasi Bisa Vaksin Pfizer di Jakarta

Bekaci | Selasa, 24 Agustus 2021 | 13:46 WIB

Viral Video Diduga Gadis Afghanistan Sesenggukan Meminta Tolong ke Tentara Amerika

Viral Video Diduga Gadis Afghanistan Sesenggukan Meminta Tolong ke Tentara Amerika

Your Say | Selasa, 24 Agustus 2021 | 12:41 WIB

Studi: Biaya Kepemilikan Mobil Baru Hampir Rp143 Juta per Tahun

Studi: Biaya Kepemilikan Mobil Baru Hampir Rp143 Juta per Tahun

Otomotif | Selasa, 24 Agustus 2021 | 12:12 WIB

Terkini

Duka di Cikarang Utara: Ayah dan Anak Tewas Usai Ledakan Tabung Gas Hanguskan Rumah

Duka di Cikarang Utara: Ayah dan Anak Tewas Usai Ledakan Tabung Gas Hanguskan Rumah

Jabar | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 23:36 WIB

Sapu Bersih 40 Suara! Emil Dardak Kembali Pimpin Demokrat Jatim Secara Aklamasi

Sapu Bersih 40 Suara! Emil Dardak Kembali Pimpin Demokrat Jatim Secara Aklamasi

News | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Tembus Rp189 Miliar! Data PPATK Bongkar Transaksi Judi Daring Warga dan ASN di Lebak

Tembus Rp189 Miliar! Data PPATK Bongkar Transaksi Judi Daring Warga dan ASN di Lebak

Banten | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 23:23 WIB

Maba UII Langsung Juara Campus League, Alfira Deanika Tundukkan Unggulan UNESA

Maba UII Langsung Juara Campus League, Alfira Deanika Tundukkan Unggulan UNESA

Jawa Tengah | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Menyambangi Tebuireng, Tradisi Ziarah dan Suka Cita Warga NU Jelang Muktamar Ke-35

Menyambangi Tebuireng, Tradisi Ziarah dan Suka Cita Warga NU Jelang Muktamar Ke-35

Jatim | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Momentum HAPERNAS 2026, Perumnas Serahterimakan Hunian kepada Lebih dari 530 Konsumen

Momentum HAPERNAS 2026, Perumnas Serahterimakan Hunian kepada Lebih dari 530 Konsumen

Jabar | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 23:06 WIB

Bila Mufakat Buntu, Sidang Pleno III Muktamar Ke-35 NU Sepakati Opsi Voting

Bila Mufakat Buntu, Sidang Pleno III Muktamar Ke-35 NU Sepakati Opsi Voting

Jatim | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 23:06 WIB

Bahtsul Masail di Muktamar NU Sepakat Kripto Boleh Ditransaksikan

Bahtsul Masail di Muktamar NU Sepakat Kripto Boleh Ditransaksikan

Bisnis | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 23:01 WIB

Batas Aman BPA Diperketat! BPOM Resmikan Aturan Baru Kemasan Galon Guna Ulang

Batas Aman BPA Diperketat! BPOM Resmikan Aturan Baru Kemasan Galon Guna Ulang

Banten | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Pabrik Styrofoam di Cileungsi Ludes Terbakar, Percikan Las Hanguskan Bangunan Hingga 7 Mobil

Pabrik Styrofoam di Cileungsi Ludes Terbakar, Percikan Las Hanguskan Bangunan Hingga 7 Mobil

Bogor | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 22:51 WIB

×