Pengamat Sindir Anies Baswedan Lebih Cocok Jadi Gubernur Kabul Afghanistan, Kenapa?

Reza Gunadha | Ruth Meliana Dwi Indriani | Suara.com

Senin, 30 Agustus 2021 | 14:15 WIB
Pengamat Sindir Anies Baswedan Lebih Cocok Jadi Gubernur Kabul Afghanistan, Kenapa?
Ilustrasi Anies Baswedan. (Suara.com/Iqbal Asaputro)

Suara.com - Anies Baswedan disindir lebih cocok menjadi Gubernur Kabul, Afghanistan daripada Gubernur DKI Jakarta. Kritikan ini diungkapkan oleh Pengamat Politik dari Lingkar Wajah Kemanusiaan (LAWAN Institute), Muhammad Mualimin.

"Anies leih cocok menjadi Gubernur di Kabul, Afghanistan ketimbang di Jakarta," kritik Mualimin seperti dikutip Terkini.id -- jaringan Suara.com, Senin (30/8/2021).

Mualimin menyoroti polemik penolakan pembangunan Masjid At Tabayyun di Jakarta Barat. Polemik ini berawal dari pembangunan masjid yang tidak berada di lokasi semestinya.

Masjid itu rencananya akan menempati wilayah ruang terbuka hijau. Mualimin pun mengkritik Anies karena terlalu fokus membangun masjid tanpa memperhatikan fungsi taman.

Mualimin mengatakan taman itu seharusnya dipakai untuk tempat bersantai semua pemeluk agama. Apalagi, ia menilai jumlah masjid di ibu kota sudah terlalu banyak saat ini.

Ia bahkan menyebut waktu salat di masjid juga hanya diisi oleh sejumlah orang saja. Karena itu, ia berpendapat tidak bijaksana jika terus memaksa membangun masjid dengan mengorbankan ruang terbuka publik.

"Sudah terlalu banyak masjid di Jakarta, sampai-sampai waktu salat cuma terisi sebaris dua baris shaf," ujar Mualimin.

Lebih lanjut Mualimin menyebut pembangunan masjid yang dilakukan Anies adalah proyek mubazir. Ia juga mengatakan proyek itu bertentangan dengan semangat Piagam Madinah yang diajarkan Nabi Muhammad.

Atas dasar itu, Mualimin menilai Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu lebih cocok memimpin Kabul ketimbang Jakarta.

Kritikan Mualimin terhadap Anies sendiri bukan pertama kali ini terjadi. Sebelumnya, Mualimin juga melontarkan kritik keras Anies perihal memakai politik sektarian yang bertentangan dengan Pancasila.

Kala itu, banyak warga mengkritik Anies saat melakukan batu pertama pembangunan Masjid At Tabayyun di Kompleks Perumahan Taman Villa Meruya (TVM), Jakarta Barat.

Mualimin mengkritik sikap Anies yang memilih tidak menanggapi protes warga. Menurutnya, Anies sedang menyontek cara politik Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.

Diketahui, Presiden Erdogan selama ini kerap mengalihfungsikan tempat umum menjadi masjid. Mualimin mengingatkan Anies jika cara politik sektarian tersebut melanggar nilai-nilai Pancasila.

"Anies menyontek politik Erdogan di Turki, dimana ruang untuk umum dialihfungsikan menjadi masjid untuk muslim. Ini jelas politik sektarian yang bertentangan dengan Pancasila," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gubernur Jatim Pastikan 20 Daerah Level 3 PPKM Terapkan PTM Terbatas Hari Ini

Gubernur Jatim Pastikan 20 Daerah Level 3 PPKM Terapkan PTM Terbatas Hari Ini

Jatim | Senin, 30 Agustus 2021 | 13:43 WIB

Buka Lagi Sekolah di Masa Pandemi, Wagub DKI: Ini Sejarah Baru Setelah Lama Belajar Online

Buka Lagi Sekolah di Masa Pandemi, Wagub DKI: Ini Sejarah Baru Setelah Lama Belajar Online

News | Senin, 30 Agustus 2021 | 13:20 WIB

Jerinx SID Bakal Jadi Gubernur Bali?

Jerinx SID Bakal Jadi Gubernur Bali?

Bali | Senin, 30 Agustus 2021 | 13:02 WIB

Usai Diguncang Ledakan, Bandara Kabul Kini Dihujani Roket

Usai Diguncang Ledakan, Bandara Kabul Kini Dihujani Roket

News | Senin, 30 Agustus 2021 | 12:45 WIB

Setelah Haramkan Musik, Taliban Bunuh Seorang Musisi Folk Afghanistan

Setelah Haramkan Musik, Taliban Bunuh Seorang Musisi Folk Afghanistan

News | Senin, 30 Agustus 2021 | 13:11 WIB

Surat Cinta untuk Afghanistan

Surat Cinta untuk Afghanistan

Your Say | Senin, 30 Agustus 2021 | 12:01 WIB

Terkini

Analis Politik Senior Bongkar Makna di Balik Blusukan Wapres Gibran

Analis Politik Senior Bongkar Makna di Balik Blusukan Wapres Gibran

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:33 WIB

Sukabumi Jadi Markas "Cinta Palsu" Antarnegara: 16 WNA Spesialis Love Scamming Digulung Imigrasi!

Sukabumi Jadi Markas "Cinta Palsu" Antarnegara: 16 WNA Spesialis Love Scamming Digulung Imigrasi!

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:25 WIB

Wakil Ketua Komisi VIII Abidin Fikri Buka Suara Penangkapan 3 WNI Terkait Haji Ilegal

Wakil Ketua Komisi VIII Abidin Fikri Buka Suara Penangkapan 3 WNI Terkait Haji Ilegal

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:24 WIB

Besok Perisai Geruduk DPR Bawa 15 Tuntutan May Day: Dari Upah hingga Agraria!

Besok Perisai Geruduk DPR Bawa 15 Tuntutan May Day: Dari Upah hingga Agraria!

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:00 WIB

Amnesty International Ungkap Tiga Faktor Penyebab Impunitas Militer di Indonesia

Amnesty International Ungkap Tiga Faktor Penyebab Impunitas Militer di Indonesia

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:45 WIB

Main Mata Proyek Jalur Kereta: KPK Bongkar Skenario 'Plotting' Bupati Pati Sudewo di Balai Ngrombo

Main Mata Proyek Jalur Kereta: KPK Bongkar Skenario 'Plotting' Bupati Pati Sudewo di Balai Ngrombo

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:35 WIB

Bakar Sampah hingga Truk Besar Ganggu Warga, Kevin Wu PSI Sidak Pabrik Makanan di Kedoya

Bakar Sampah hingga Truk Besar Ganggu Warga, Kevin Wu PSI Sidak Pabrik Makanan di Kedoya

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:31 WIB

Ketum Posyandu Tekankan Pentingnya Mendidik Generasi Emas 2045

Ketum Posyandu Tekankan Pentingnya Mendidik Generasi Emas 2045

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:19 WIB

Tri Tito Karnavian Tekankan Implementasi 6 SPM di Peringatan Hari Posyandu Nasional

Tri Tito Karnavian Tekankan Implementasi 6 SPM di Peringatan Hari Posyandu Nasional

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:13 WIB

Jadi Pemicu Kecelakaan Maut KRL: Sopir Taksi Green SM Baru Kerja 3 Hari dan Cuma Dilatih Sehari!

Jadi Pemicu Kecelakaan Maut KRL: Sopir Taksi Green SM Baru Kerja 3 Hari dan Cuma Dilatih Sehari!

News | Kamis, 30 April 2026 | 20:56 WIB