alexametrics

Survei KPAI: 88 Persen Pelajar Bersedia Divaksin Covid-19

Chandra Iswinarno | Ria Rizki Nirmala Sari
Survei KPAI: 88 Persen Pelajar Bersedia Divaksin Covid-19
Seorang pelajar mendapat suntikan vaksin Sinovac saat vaksinasi massal di SMAN 1 Teladan Yogyakarta, Minggu (21/8/2021). [Muhammad Ilham Baktora / SuaraJogja.id]

KPAI melakukan survei mengenai persepsi vaksinasi anak usia 12-17 tahun. Hasilnya, sebanyak 88 persen responden bersedia untuk divaksin Covid-19.

Suara.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) melakukan survei mengenai persepsi vaksinasi anak usia 12-17 tahun. Hasilnya, sebanyak 88 persen responden bersedia untuk divaksin Covid-19.

Responden yang mengikuti survei merupakan peserta didik mulai dari jenjang pendidikan SD/MI, MA/SMA/SMK, termasuk Sekolah Luar Biasa (SLB).

Menurut Komisioner KPAI Retno Listyarti mayoritas responden mau divaksin dan hanya 12 persen sisanya yang ragu dan tidak mau divaksin.

"Yang tidak bersedia divaksinasi kecil sekali hanya 3 persen, namun ada peserta didik masih ragu-ragu 9 persen," kata Retno dalam Rakornas KPAI secara virtual, Senin (30/8/2021).

Baca Juga: Sejumlah 2,6 Juta Remaja Sudah Vaksin Dosis I, Tapi Belum Merata di Seluruh Indonesia

Para responden juga memberikan alasan mengapa bersedia divaksin. Sebanyak 47 persen responden bersedia divaksin karena ingin memiliki antibodi pada tubuhnya.

Lalu 25 persen responden menyebut kalau dirinya ingin memiliki kekebalan dari Covid-19, 24 persen responden lainnya bersedia divaksin karena ingin merasa aman ketika menjalani pembelajaran tatap muka.

Sementara itu 2 persen responden lainnya beralasan bersedia divaksin karena bujukan orangtua dan 2 persen sisanya memberikan alasan lain.

Sebagai informasi, survei tersebut dilakukan dengan menggunakan aplikasi Google Form dengan diikuti oleh 86.286 responden dari jenjang pendidikan SD/MI, MA/SMA/SMK, termasuk Sekolah Luar Biasa (SLB).

Partisipan yang ikut dalam survei tersebut berasal dari 34 provinsi di Indonesia, bahkan diikuti oleh beberapa peserta didik dari Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN). 

Baca Juga: Disdikpora DIY Izinkan Gelar PTM Terbatas, SMAN 1 Jetis Bantul Jadi Percontohan

Komentar