Survei KPAI: 64 Persen Peserta Didik Belum Dapatkan Vaksin Covid-19

Agung Sandy Lesmana, Ria Rizki Nirmala Sari

Senin, 30 Agustus 2021 | 12:38 WIB
Survei KPAI: 64 Persen Peserta Didik Belum Dapatkan Vaksin Covid-19
Survei KPAI: 64 Persen Peserta Didik Belum Dapatkan Vaksin Covid-19. Ilustrasi Tenaga kesehatan menyiapkan vaksin Pfizer untuk disuntikkan ke seorang warga di Puskesmas Lebak Bulus, Jakarta, Senin (23/8/2021). [ANTARA FOTO/Reno Esnir]

Suara.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) melakukan survei singkat mengenai persepsi vaksinasi anak usia 12-17 tahun. Melihat dari hasilnya, sebanyak 36 persen responden mengaku sudah mendapatkan vaksin dan 64 persen sisanya menyebut dirinya belum memperoleh vaksin Covid-19.

"Ternyata yang sudah (divaksin) kecil, ya, angkanya 36 persen, sementara 64 persen belum (divaksin)," kata Komisioner KPAI Retno Listyarti saat memaparkan dalam acara Rakornas KPAI secara virtual, Senin (30/8/2021).

Retno kemudian memaparkan sejumlah alasan yang diungkap oleh para peserta didik yang mengaku belum divaksin. Sebanyak 57 persen responden mengaku belum divaksin lantaran mereka belum memiliki kesempatan.

"Jadi di wilayahnya dia belum ada yang divaksin atau sangat sedikit jumlah orang yang divaksin," ujarnya.

Kemudian 8 persen responden menyebut belum menerima vaksin lantaran belum 3 bulan sejak terinfeksi Covid-19, 4 persen responden beralasan memiliki riwayat komorbid atau penyakit penyerta, 1 persen sedang isolasi mandiri dan 30 persen responden menyampaikan alasan lainnya.

Alasan lainnya dari responden yang belum mendapatkan vaksin memang beragam.

Retno mengungkapkan alasannya yakni ada yang khawatir pada efek vaksin, merasa tidak perlu divaksin karena sudah menerapkan protokol kesehatan, tidak yakin dengan merek vaksin tertentu.

Lalu ada juga alasan lainnya yakni meyakini kalau anak terinfeksi Covid-19 gejalanya ringan bahkan kadang tidak bergejala, divaksin tidak menjamin tidak bakal tertular Covid-19 dan ada yang mengaku tidak diizinkan orangtuanya untuk divaksin.

Sebagai informasi, survei tersebut dilakukan dengan menggunakan aplikasi Google Form dengan diikuti oleh 86.286 responden dari jenjang pendidikan SD/MI, MA/SMA/SMK, termasuk Sekolah Luar Biasa (SLB). Partisipan yang ikut dalam survei tersebut berasal dari 34 provinsi di Indonesia, bahkan diikuti oleh beberapa peserta didik dari Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN).

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Kerumunan Pesta Pejabat NTT di Pulau Semau, Satgas Covid Cuma Tegur Viktor Laiskodat

Kasus Kerumunan Pesta Pejabat NTT di Pulau Semau, Satgas Covid Cuma Tegur Viktor Laiskodat

News | Senin, 30 Agustus 2021 | 11:44 WIB

Terungkap! Vaksin Moderna yang Terkontaminasi di Jepang Mengandung Partikel Logam

Terungkap! Vaksin Moderna yang Terkontaminasi di Jepang Mengandung Partikel Logam

Health | Senin, 30 Agustus 2021 | 11:28 WIB

Kasus Positif Covid-19 Makin Turun, Positivity Rate DIY di Bawah 10 Persen

Kasus Positif Covid-19 Makin Turun, Positivity Rate DIY di Bawah 10 Persen

Jogja | Senin, 30 Agustus 2021 | 11:15 WIB

Polemik Honor Pemakaman COVID-19 untuk Bupati Jember, Muhadjir: Regulasinya Tidak Ada

Polemik Honor Pemakaman COVID-19 untuk Bupati Jember, Muhadjir: Regulasinya Tidak Ada

Malang | Senin, 30 Agustus 2021 | 11:11 WIB

Terkini

Apakah Aman Membiarkan Charger HP Tetap Menancap di Stop Kontak Seharian?

Apakah Aman Membiarkan Charger HP Tetap Menancap di Stop Kontak Seharian?

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 05:42 WIB

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

×