Jadi Syarat Boleh atau Tidak Ikut PTM Jakarta, Banyak Ortu Murid Tak Tahu Aplikasi CLM

Agung Sandy Lesmana

Selasa, 31 Agustus 2021 | 12:15 WIB
Jadi Syarat Boleh atau Tidak Ikut PTM Jakarta, Banyak Ortu Murid Tak Tahu Aplikasi CLM
Jadi Syarat Boleh atau Tidak Ikut PTM Jakarta, Banyak Ortu Murid Tak Tahu Aplikasi CLM. Ilustrasi pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di SMAN 77 Jakarta Pusat, Senin (30/8/2021). ANTARA/Mentari Dwi Gayati

Suara.com - Sejumlah orang tua siswa di SMA Negeri 46 Jakarta, mengaku belum tahu informasi pemanfaatan aplikasi corona likelihood metric (CLM) sebagai media asesmen untuk menentukan boleh atau tidaknya siswa mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di Ibu Kota.

Salah satu orang tua siswa, Indah (49) saat ditemui di SMA N 46 Jakarta, Selasa, mengatakan sejauh ini pihak sekolah hanya menggunakan formulir google sebagai media asesmen kesehatan siswa.

Ia mengaku bahwa aplikasi CLM atau Jak CLM itu belum digunakan sebagai alat untuk menyeleksi kesehatan siswa.

Meski demikian, kata dia, asesmen daring dari sekolah sudah cukup memadai mengawasi kondisi kesehatan peserta didik yang akan mengikuti PTM.

Ia juga menyambut positif keberadaan aplikasi tersebut dan akan mengikuti kebijakan sekolah bila ke depan menggunakannya, karena hal itu bertujuan untuk pengawasan kesehatan siswa.

"Saya menyambut positif ya, karena itu bentuk pencegahan yang tentu akan lebih lebih bagus. Sehingga orang tua tidak ada rasa kekhawatiran yang berlebih," kata Indah.

Ia menuturkan asesmen dan sosialisasi dari pihak sekolah sudah memadai dalam mengambil langkah persetujuan PTM.

"Karena sekolah juga sudah menyediakan ketentuan-ketentuannya. Jadi, untuk tahap ini sudah cukup pengawasannya," kata dia.

Tidak jauh berbeda dengan Indah, salah satu orang tua siswa lainnya, Susilowati (49), mengaku sudah mengetahui keberadaan aplikasi CLM tersebut.

baca juga

Namun, kata dia, saat meminta persetujuan orang tua, sekolah hanya menggunakan asesmen daring melalui formulir google.

Ia pun menegaskan bahwa aplikasi tersebut mestinya digunakan karena memiliki manfaat yang baik bagi pengecekan kesehatan siswa yang sedang mengikuti PTM.

"Jadi bukan pakai CLM yang disediakan oleh Pemprov DKI. Semuanya masih pakai formulir google. Namun, menurut saya itu manfaatnya baik untuk anak-anak kita. Apalagi ini untuk mengecek kondisi kesehatan," katanya.

CLM merupakan aplikasi pengujian mandiri berteknologi pembelajaran mesin yang dibuat oleh Pemprov DKI.

Jak CLM ini ditujukan untuk membantu setiap orang untuk mengukur risiko kemungkinan positif COVID-19 dan merekomendasikan apa yang harus dilakukan.

Sebelumnya aplikasi ini pernah digunakan sejumlah sekolah mengecek kondisi kesehatan siswa.

Salah satunya adalah SMK N 32 Jakarta, yang memanfaatkannya untuk mengevaluasi kondisi kesehatan siswa di sekolah tersebut.

"Siswa pernah diminta mengisi, itu (Corona Likelihood Metric) semacam evaluasi diri sendiri apakah yang bersangkutan sehat atau tidak," kata Kepala Sekolah SMK N 32 Jakarta, Komariah, Senin (30/8). (Antara)
 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mayoritas Anak Belum Divaksin Covid-19, Peneliti TII Minta PTM Digelar Secara Hati-hati

Mayoritas Anak Belum Divaksin Covid-19, Peneliti TII Minta PTM Digelar Secara Hati-hati

News | Selasa, 31 Agustus 2021 | 11:48 WIB

Ungkap Kendala Vaksinasi Pelajar di Tangerang, Kadindik: Stok Vaksinnya Enggak Ada

Ungkap Kendala Vaksinasi Pelajar di Tangerang, Kadindik: Stok Vaksinnya Enggak Ada

Banten | Selasa, 31 Agustus 2021 | 09:29 WIB

495 Sekolah di Cilegon Mulai Pembelajaran Tatap Muka, Helldy Wanti-wanti Prokes

495 Sekolah di Cilegon Mulai Pembelajaran Tatap Muka, Helldy Wanti-wanti Prokes

Banten | Selasa, 31 Agustus 2021 | 07:49 WIB

Sekolah Tatap Muka Digelar, Sumsel Ajukan Tambahan Vaksin COVID-19 bagi Pelajar

Sekolah Tatap Muka Digelar, Sumsel Ajukan Tambahan Vaksin COVID-19 bagi Pelajar

Sumsel | Selasa, 31 Agustus 2021 | 07:05 WIB

Terkini

Urutan Shio dari yang Paling Pintar Cari Uang Sampai yang Paling Boros

Urutan Shio dari yang Paling Pintar Cari Uang Sampai yang Paling Boros

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 17:20 WIB

HUT ke-27 GarudaMiles, BRI Tawarkan Ekstra 27.000 Miles Bagi Nasabah Infinite

HUT ke-27 GarudaMiles, BRI Tawarkan Ekstra 27.000 Miles Bagi Nasabah Infinite

Riau | Rabu, 30 September 2026 | 17:19 WIB

Gugatan Ijazah Gibran Berlanjut, Zainal Arifin Mochtar Singgung 'Utang' MK

Gugatan Ijazah Gibran Berlanjut, Zainal Arifin Mochtar Singgung 'Utang' MK

News | Rabu, 30 September 2026 | 17:18 WIB

Perbedaan Penyakit Rabun Jauh Miopi dan Rabun Dekat Hipermetropi Beserta Jenis Lensanya

Perbedaan Penyakit Rabun Jauh Miopi dan Rabun Dekat Hipermetropi Beserta Jenis Lensanya

Tekno | Rabu, 30 September 2026 | 17:17 WIB

Perempuan Jatuh Cinta Setelah Usia 35, Mengapa Dianggap Terlambat?

Perempuan Jatuh Cinta Setelah Usia 35, Mengapa Dianggap Terlambat?

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 17:13 WIB

DIY Masuk Periode Kekeringan Berkepanjangan, Tiga Kabupaten Dibayangi Kebakaran

DIY Masuk Periode Kekeringan Berkepanjangan, Tiga Kabupaten Dibayangi Kebakaran

Jogja | Rabu, 30 September 2026 | 17:10 WIB

Gelombang Mobil Listrik China Paksa Suzuki Pangkas Durasi Pengembangan Kendaraan

Gelombang Mobil Listrik China Paksa Suzuki Pangkas Durasi Pengembangan Kendaraan

Otomotif | Rabu, 30 September 2026 | 17:10 WIB

7 Rekomendasi Pantai Gunungkidul yang Lagi Viral, Surga Tersembunyi di Selatan Jawa

7 Rekomendasi Pantai Gunungkidul yang Lagi Viral, Surga Tersembunyi di Selatan Jawa

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 17:10 WIB

Heboh Dugaan Pungli Rp250 Juta di Rutan Pondok Bambu, Ketua KPK Buka Suara

Heboh Dugaan Pungli Rp250 Juta di Rutan Pondok Bambu, Ketua KPK Buka Suara

News | Rabu, 30 September 2026 | 17:09 WIB

Tak Ditemukan Alkohol dan Sianida dalam Jasad serta Tanah Makam Sutrimo

Tak Ditemukan Alkohol dan Sianida dalam Jasad serta Tanah Makam Sutrimo

News | Rabu, 30 September 2026 | 17:03 WIB

×