Mensos: Kepekaan Sosial Jadi Kunci Upaya Pengurangan Masyarakat Miskin

Rabu, 01 September 2021 | 08:26 WIB
Mensos: Kepekaan Sosial Jadi Kunci Upaya Pengurangan Masyarakat Miskin
Mensos, Tri Rismaharini saat meresmikan SKA di Kota Pekanbaru, Selasa (31/8/2021). (Dok: Kemensos)

Suara.com - Kepekaan sosial dan sinergi antara elemen bangsa menjadi faktor kunci dalam upaya pengurangan masyarakat miskin dan rentan. Demikian dikemukakan Menteri Sosial (Mensos), Tri Rismaharini.

"Pemerintah tidak mungkin bisa bekerja sendiri, namun memerlukan partisipasi dari semua elemen dalam penanganan pandemi Covid-19. Pemerintah sangat membutuhkan peran serta dari berbagai pihak yaitu dunia usaha, komunitas, relawan, tokoh-tokoh masyarakat dan media," katanya saat meresmikan Sentra Kreasi Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) atau SKA di Balai Anak Abiseka, Kota Pekanbaru, Selasa (31/8/2021).

Sentra Kreasi Atensi (SKA) adalah pusat pelatihan vokasional dan pengembangan kewirausahaan serta media promosi produk penerima manfaat dan masyarakat marginal Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS). Di Balai Anak Abiseka, di antaranya dikembangkan usaha kafe, jus buah, dan laundry yang dikelola anak-anak penerima manfaat.

Secara simbolik, Mensos menyerahkan bantuan  Atensi dari Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial, antara lain berupa nutrisi anak, makanan bergizi, susu, vitamin, perlengkapan dan kebersihan diri, baby kit, family kit, masker, hand sanitizer, barang harian, usaha jus, papan bunga, ternak ayam, ternak kambing, usaha pemeliharaan ikan, sembako, dan tongkat penuntun adaptif.

Bantuan diberikan melalui Balai Abiseka Riau, Balai Insyaf Medan, Balai Bahagia Medan, Balai Budi Perkasa Palembang, Balai Melati Jakarta, dan Balai Dharma Guna Bengkulu untuk 257 penerima manfaat, dengan nilai total Rp332.982.800.

Pemerintah melalui Kemensos juga memperkuat kewirausahaan sosial di masa pandemi. Dalam kaitan itu, Mensos melalui Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial menyerahkan secara simbolis bantuan Program Kewirausahaan Sosial (ProkUS) dari Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial berupa bantuan Bina Usaha ProkUS Adaptif untuk Wirausaha “Satu Arah” di Kabupaten Bengkalis bagi 50 UMKM dengan total senilai Rp50 juta.

Bantuan Bina Usaha ProkUS Adaptif untuk wirausaha Koperasi Tinera Jaya Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak untuk 50 UMKM dengan total bantuan Rp50 juta; dan Bantuan Bina Usaha ProkUS Adaptif untuk Wirausaha PKK Kecamatan Kulim, Kota Pekanbaru bagi 25 UMKM dengan total bantuan Rp25 juta. Total bantuan Program Kewirausahaan Sosial (ProkUS) sebesar Rp122 juta.

"Pemerintah juga terus memperkuat peran pilar-pilar sosial, seperti dengan karang taruna yang menjadi mitra Kemensos meringankan beban masyarakat di masa pandemi," katanya.

Kepada Karang Taruna, Mensos menyerahkan secara simbolis bantuan kewirausahaan untuk Karang Taruna Rejosari di Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru sebesar Rp27.050.000, Karang Taruna Pebatuan Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru sebesar Rp. 39.200.000, Karang Taruna Umbansari Kecamatan Rumbai Kota Pekanbaru sebesar Rp28.588.000, Karang Taruna Perpati di Kabupaten Kepulauan Meranti senilai Rp25.000.000. Sehingga total bantuan bantuan kewirausahaan untuk Karang Taruna sebesar Rp119.838.000.

Baca Juga: Kemensos Gerakkan Karang Taruna untuk Bantu Masyarakat Miskin

Pada saat yang sama, Kemensos melalui Karang Taruna menyalurkan bantuan vitamin dan masker untuk 12 Kab/Kota di Provinsi Riau dengan total bantuan 15.240 paket (1.270 paket/kabupaten/kota).

Kemensos melalui Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial memberikan bantuan stimulan senilai Rp2,5 juta untuk dua Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Graduasi Program Keluarga Harapan (PKH).

KPM PKH graduasi tersebut adalah Diana Efendi, warga Kelurahan Meranti Pandak, Kecamatan Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru. Perempuan yang masuk kepesertaan PKH pada tahun 2018 ini, mengembangkan usaha jualan gorengan dengan omset Rp3 juta/bulan. Kini ia sudah memiliki rumah sendiri dan satu unit motor.

KPM PKH graduasi kedua adalah Syafriana, warga Kelurahan Meranti Pandak Kecamatan Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru. Peserta PKH tahun 2013 ini sukses berjualan pulsa dan jualan BBM eceran, dengan penghasilan Rp2.500.000/bulan. Kini ia memiliki rumah milik sendiri, dan satu unit motor.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI