Muncul Varian Mu, Wapres Maruf Minta Perketat Pintu Masuk ke Indonesia

Erick Tanjung, Ria Rizki Nirmala Sari

Kamis, 09 September 2021 | 12:22 WIB
Muncul Varian Mu, Wapres Maruf Minta Perketat Pintu Masuk ke Indonesia
Wakil Presiden Maruf Amin (Dok. KIP-Setwapres)

Suara.com - Covid-19 varian baru kini muncul dengan nama Mu. Menanggapi hal tersebut, Wakil Presiden Maruf Amin meminta agar pintu masuk ke Indonesia lebih diperketat.

Maruf mengatakan dengan diperketatnya pintu masuk ke tanah air bisa meningkatkan pencegahan akan masuknya varian Mu yang pertama kali muncul di Kolumbia.

"Saya kira sementara ini diperketat saja pintu masuknya supaya mereka yang masuk lalu nanti membawa varian baru itu sudah bisa dicegah lebih awal, baik di lapangan udara maupun di pintu laut itu sudah dilakukan pengetatan," kata Maruf usai melakukan peninjauan pembelajaran tatap muka dan vaksinasi Covid-19 di Bogor, Jawa Barat, Kamis (9/9/2021).

Di samping itu, Maruf menilai ada upaya lain yang mesti dipersiapkan yakni memperketat protokol kesehatan masyarakat. Pelaksanaan testing serta tracing juga mesti digencarkan untuk pendeteksian dini terhadap menyebarnya varian Mu di Indonesia.

Tidak lupa pelaksanaan vaksinasi Covid-19 juga yang harus terus dijalankan. Menurutnya, dosis vaksin terus disediakan pemerintah sehingga proses pemberiannya harus terus berlangsung.

Kata Maruf saat ini Indonesia sudah menuju 2 juta vaksinasi per harinya.

"Kita sekarang sudah 2 juta, ini dalam rangka menangkal supaya kita mampu menangkal varian apa pun. Karena itu kita perkuat di dalam," ujarnya.

Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan kalau saat ini terdapat varian baru virus Corona bernama Mu. Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono menyebut kalau varian Mu belum terdeteksi di Indonesia.

Varian Mu atau nama ilmiahnya B.1.621 itu pertama kali ditemukan di Kolombia. Dante menyebut kalau varian Mu memiliki resistensi atau ketahanan terhadap vaksin. Akan tetapi, menurutnya penularan varian Mu tidak seganas ketimbang varian Delta.

baca juga

"Karena itu perlu diperlukan tapi dalam konteks laboratorium tidak dalam konteks epidomiologis tetapi penyebarannya tidak sehebat penularan dari varian Delta," kata Dante dalam konferensi pers yang disiarkan YouTube Kemenko Marves, Selasa (7/9).

Untuk mendeteksi keberadaannya, Kementerian Kesehatan melakukan pemeriksaan terhadap 7 ribu genome sequencing. Namun tidak ada satupun yang menunjukkan kehadiran varian Mu tersebut.

"Belum terdeteksi varian Mu," ungkapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tinjau Pelaksanaan PTM di Bogor, Wapres Ma'ruf Ingatkan Prokes Harus Tetap Dijalankan

Tinjau Pelaksanaan PTM di Bogor, Wapres Ma'ruf Ingatkan Prokes Harus Tetap Dijalankan

News | Kamis, 09 September 2021 | 10:38 WIB

Heboh Varian MU Resisten Terhadap Vaksin, Sudah Terdeteksi di Indonesia?

Heboh Varian MU Resisten Terhadap Vaksin, Sudah Terdeteksi di Indonesia?

Health | Kamis, 09 September 2021 | 06:25 WIB

Pakar Ungkap Varian Mu Tidak Lebih Ganas Dibandingkan Varian Delta, Apa Alasannya?

Pakar Ungkap Varian Mu Tidak Lebih Ganas Dibandingkan Varian Delta, Apa Alasannya?

Health | Kamis, 09 September 2021 | 06:15 WIB

Terkini

MNC Lepas iNews Group ke Republikorp, Ini Rinciannya

MNC Lepas iNews Group ke Republikorp, Ini Rinciannya

News | Rabu, 16 September 2026 | 18:05 WIB

Suahasil Lanjutkan Rapat dengan DPD RI usai Purbaya Dicopot Mendadak oleh Prabowo

Suahasil Lanjutkan Rapat dengan DPD RI usai Purbaya Dicopot Mendadak oleh Prabowo

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 18:03 WIB

Jenazah Warga Garut Korban KM Virgo Transport 8 Dipulangkan, Keluarga Menanti di Kampung Halaman

Jenazah Warga Garut Korban KM Virgo Transport 8 Dipulangkan, Keluarga Menanti di Kampung Halaman

Jabar | Rabu, 16 September 2026 | 18:02 WIB

5 Peptide Sheet Mask untuk Samarkan Garis Halus dan Bikin Kulit Kenyal

5 Peptide Sheet Mask untuk Samarkan Garis Halus dan Bikin Kulit Kenyal

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 18:00 WIB

Era Purbaya Berakhir, Ketua DPRD DKI Singgung Wacana Lobi Menkeu Baru Soal DBH hingga Obligasi

Era Purbaya Berakhir, Ketua DPRD DKI Singgung Wacana Lobi Menkeu Baru Soal DBH hingga Obligasi

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:58 WIB

Sekretaris Dishub Sukabumi Jadi Tersangka Dugaan Pelecehan Seksual Siswi PKL

Sekretaris Dishub Sukabumi Jadi Tersangka Dugaan Pelecehan Seksual Siswi PKL

Jabar | Rabu, 16 September 2026 | 17:57 WIB

Prabowo Panggil Bahlil, Zulhas, hingga Bos Danantar di Istana, Ini yang Dibahas

Prabowo Panggil Bahlil, Zulhas, hingga Bos Danantar di Istana, Ini yang Dibahas

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:56 WIB

PDIP Sebut Parliamentary Threshold 5 Persen Ideal, Minta Pembahasan Libatkan Publik

PDIP Sebut Parliamentary Threshold 5 Persen Ideal, Minta Pembahasan Libatkan Publik

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:55 WIB

Kasus Korupsi HGB Bogor: DPR Desak KPK Ungkap Jaringan di Balik Orang Kepercayaan Menteri

Kasus Korupsi HGB Bogor: DPR Desak KPK Ungkap Jaringan di Balik Orang Kepercayaan Menteri

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:52 WIB

Menyambung Cerita Desa Pidpid Lewat Kemasan Jamur Ramah Lingkungan

Menyambung Cerita Desa Pidpid Lewat Kemasan Jamur Ramah Lingkungan

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 17:51 WIB

×