alexametrics

Disogok Rp 30 Juta untuk Pulang Kampung, Supir Ambulans Ini Langsung Menolak

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus
Disogok Rp 30 Juta untuk Pulang Kampung, Supir Ambulans Ini Langsung Menolak
Ilustrasi ambulans. (Pixabay/arembowski)

Supir ambulans tersebut diminta untuk mengantarkan satu keluarga pulang kampung ke Malaysia.

Suara.com - Seorang supir ambulans di Malaysia menolak uang sogokan senilai Rp 30 juta dari seorang pria yang memintanya mengantarkannya pulang kampung.

Menyadur World Of Buzz Rabu (8/9/2021), Fairuz Yahya bekerja sebagai supir ambulans milik Medic Iltizam Ambulance.

Ketika ia sedang bertugas, tiba-tiba seorang pria mengenakan masker mendekatinya. Pria itu menawarkan uang senilai 10.000 ringgit untuk mengantarkannya pulang kampung.

Melihat niat buruk pria tersebut, Fairuz langsung menolak uang suap tersebut dan bersumpah tidak menerimanya.

Baca Juga: Korea Selatan Berencana Hidup Normal Bersama Covid-19 Mulai Akhir Oktober

"Meskipun mereka membayar 10.000 ringgit untuk mengirim mereka melintasi empat negara bagian, saya menolaknya karena etika lebih berharga," ujar Fairuz.

Meskipun Fairuz membutuhkan sejumlah uang untuk mengganti ambulans lamanya, dia tidak dibutakan oleh jumlah besar uang tersebut.

Berita Harian melaporkan jika Fairuz diminta untuk mengantarkan pria tersebut pulang kampung ke Malaysia Utara.

Pria bertopeng itu memberi tahu Fairuz jika istrinya juga akan berpura-pura sebagai wanita hamil yang hendak melahirkan.

Selain itu, pria itu juga rela menyewa seragam seharga 500 ringgit (Rp 1,7 juta) berpura-pura menjadi perawat dan membantu Fairuz.

Baca Juga: Angka Positif Covid-19 Indonesia Turun, 'Jangan Senang Berlebihan'

Meski jumlah uangnya sangat besar, Fairuz yang juga pensiunan tentara tetap berpegang pada prinsipnya dan menolaknya.

Ia mengatakan, meski ambulansnya sudah tua, itu adalah hal yang berharga baginya dan ia berharap bisa membantu mereka yang kurang beruntung.

Selama kurun waktu empat tahun, Fairuz mengaku telah membantu sekitar 700 pasien di sekitar Segamat, Johor, Selangor, Pantai Timur, dan Malaysia Utara.

Komentar