Tantangan The Next Panglima TNI: Komitmen Penegakkan HAM

Bimo Aria Fundrika, Ria Rizki Nirmala Sari

Jum'at, 10 September 2021 | 03:30 WIB
Tantangan The Next Panglima TNI: Komitmen Penegakkan HAM
Komisioner Komnas HAM Choirul Anam. [Suara.com/Ria Rizki]

Suara.com - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto akan memasuki masa pensiun November 2021 di mana setelah itu harus ada sosok yang dapat menggantikannya. Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM, Choirul Anam memaparkan sejumlah tantangan bagi sosok Panglima TNI yang baru nantinya.

Tantangan pertama ialah soal penegakkan HAM yang tidak harus menggunakan kekerasan. Choirul menilai kalau penegakkan HAM itu jangan dibayangkan seperti kebutuhan militer tempo dulu di mana kerap menggunakan kekerasan. Meski demikian, bukan berarti praktik kekerasan dalam penegakkan HAM itu benar-benar hilang pasca reformasi.

"Ini banyak kasus yang sifatnya enggak seperti di Orde Baru karena peran dan fungsi TNI sudah sebagian besar diambil alih oleh kepolisian sehingga model-model seperti zaman Orde Baru itu sudah sangat minim, tapi bukan berarti enggak ada kasus, kecuali di daerah hotspot, itu kayak Papua," kata Choirul dalam diskusi publik bertajuk Pergantian Panglima TNI dan Transformasi TNI secara daring, Kamis (9/9/2021).

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. [ANTARA]
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. [ANTARA]

Masih terkait dengan penegakkan HAM, Choirul mengungkap rendahnya sikap kooperatif yang ditunjukkan prajurit aktif hingga pensiunan TNI saat dipanggil oleh Komnas HAM untuk dimintai keterangan terkait kasus pelanggaran HAM masa lalu.

"Bahkan bagi yang sudah pensiun, yang sudah pensiun pun tidak semua mau datang," ujarnya.

Hal itu disebabkan sulitnya mendapatkan perizinan dari Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan lain sebagainya karena kasus yang terkait itu bersifat masa lalu. Ia menyayangkan karena tidak ada satu kebijakan yang kuat untuk membuat para prajurit atau pensiunan TNI menjadi kooperatif.

"Jadi tidak dicerminkan dengan satu komitmen terhadap penegakkan HAM khususnya dalam konteks pelanggaran HAM yang berat."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Declan Rice Jadi Target Utama Manchester United di Musim Panas Mendatang

Declan Rice Jadi Target Utama Manchester United di Musim Panas Mendatang

Bola | Kamis, 09 September 2021 | 22:37 WIB

Kemenkum HAM Jateng Minta Razia Alat Elektronik di Lapas Ditingkatkan

Kemenkum HAM Jateng Minta Razia Alat Elektronik di Lapas Ditingkatkan

Jawa Tengah | Kamis, 09 September 2021 | 20:19 WIB

ICW Beri PR Calon Panglima TNI, Bongkar Potensi Fraud Pada Anggaran Dengan Alokasi Tinggi

ICW Beri PR Calon Panglima TNI, Bongkar Potensi Fraud Pada Anggaran Dengan Alokasi Tinggi

News | Kamis, 09 September 2021 | 18:41 WIB

Terkini

Cegah Badai PHK Akibat Harga Gas, Dasco Pastikan Pemerintah Berpihak pada Buruh

Cegah Badai PHK Akibat Harga Gas, Dasco Pastikan Pemerintah Berpihak pada Buruh

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 14:27 WIB

Dulu Dicibir Kini Dipuji, Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen di Survei Kompas

Dulu Dicibir Kini Dipuji, Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen di Survei Kompas

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 14:22 WIB

Detik-detik Gempa Venezuela Mengguncang Pesawat di Bandara Simon Bolivar

Detik-detik Gempa Venezuela Mengguncang Pesawat di Bandara Simon Bolivar

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 14:20 WIB

Pendanaan MBG Dinilai Langgar Konstitusi, BEM UI Ajukan Amicus Curiae ke MK

Pendanaan MBG Dinilai Langgar Konstitusi, BEM UI Ajukan Amicus Curiae ke MK

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 14:17 WIB

BPKH Buka Rekrutmen Terbuka 2026: Sediakan 9 Posisi Strategis, Cek Syaratnya di Sini

BPKH Buka Rekrutmen Terbuka 2026: Sediakan 9 Posisi Strategis, Cek Syaratnya di Sini

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 14:16 WIB

Resmi! Brigjen Yulius Audie Sonny Latuheru Jabat Kapolda Papua Barat, Ini Sosoknya

Resmi! Brigjen Yulius Audie Sonny Latuheru Jabat Kapolda Papua Barat, Ini Sosoknya

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 14:04 WIB

Jokowi Disebut Bawa Misi Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, Apa Kata Istana?

Jokowi Disebut Bawa Misi Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, Apa Kata Istana?

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 14:00 WIB

Tilap Rp7,6 Miliar, Duo Penipu Haji Mujamalah VIP Diringkus Sebelum Kabur ke Luar Negeri

Tilap Rp7,6 Miliar, Duo Penipu Haji Mujamalah VIP Diringkus Sebelum Kabur ke Luar Negeri

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:55 WIB

KPK Limpahkan Perkara Tersangka Terakhir Kasus Suap Impor di Bea Cukai ke Tahap Penuntutan

KPK Limpahkan Perkara Tersangka Terakhir Kasus Suap Impor di Bea Cukai ke Tahap Penuntutan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:51 WIB

Razman Arif Nasution Resmi Dipenjara usai Divonis Cemarkan Nama Baik Hotman Paris

Razman Arif Nasution Resmi Dipenjara usai Divonis Cemarkan Nama Baik Hotman Paris

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:51 WIB