20 Tahun Serangan 9/11: Jerman Masih Berhadapan dengan Para Jihadis Militan

Siswanto | Deutsche Welle | Suara.com

Sabtu, 11 September 2021 | 15:07 WIB
20 Tahun Serangan 9/11: Jerman Masih Berhadapan dengan Para Jihadis Militan
DW

Suara.com - Peringatan 20 tahun serangan 9/11 ironisnya ditandai dengan kembalinya kekuasaan Taliban di Afganistan. Banyak yang khawatir, Afganistan lagi-lagi bisa jadi sarang teroris - termasuk jihadis dari Jerman.

Sven Kurenbach masih ingat tayangan televisi bagaimana menara kembar World Trade Center runtuh, dan menit-menit keheningan di departemen kepolisian di Berlin, tempat kerjanya ketika itu.

Saat itu, para teroris menggunakan pesawat penumpang sebagai senjata untuk menyerang AS, menewaskan hampir 3.000 orang. Sven Kurenbach kala itu mengepalai unit khusus polisi di Berlin.

Sekarang dia menjabat sebagai penyelidik utama Jerman soal kegiatan terorisme jihadis. Dua puluh tahun yang lalu, terorisme jihadis masih belum menjadi perhatian otoritas keamanan Jerman, katanya.

Saat itu hanya ada belasan petugas di Kantor Polisi Kriminal Federal BKA yang menangani bidang itu.

Sejak 2019, Sven Kurenbach memimpin Departemen Terorisme/Ekstremisme Berlatarbelakang Islam yang kemudian dibentuk di BKA.

Sekarang ada sekitar 500 penyelidik kriminal, ilmuwan, penerjemah dan analis yang bekerja di sana dan memantau pergerakan "orang-orang berbahaya", yang di Jerman disebut "Gefährder", dan mencoba mencegah serangan teror baru.

Jerman waspadai lebih dari 1.000 "orang berbahaya'' Menurut data kepolisian, jumlah orang yang diklasifikasikan sebagai "orang berbahaya" di bidang terorisme Islam saat ini mencapai 554 orang, 90 orang di antaranya sedang ditahan dan 136 orang tinggal di luar Eropa - misalnya di Suriah.

Istilah "orang berbahaya" menurut definisi polisi adalah orang-orang yang dapat melakukan "kejahatan bermotif politik yang cukup signifikan".

Selain mereka, masih ada 527 orang yang dikategorikan sebagai "orang-orang yang relevan". Ini adalah kelompok di lingkaran yang lebih luas daripada kelompok inti, yang menurut polisi dapat memberikan dukungan logistik atau dukungan lainnya untuk tindakan terorisme.

Jumlah orang berbahaya berlatar belakang Islam di Jerman telah turun sekitar seperempatnya sejak Desember 2019.

Peneliti Islam Michael Kiefer mengatakan, sejak kegagalan ISIS di Suriah, jumlah pendukung militannya berkurang. Namun dia menekankan, ancaman teror ISIS dan kelompok-kelompok militan lain "akan tetap relevan".

Dinas intelijen Jerman, yaitu Kantor Federal untuk Perlindungan Konstitusi Verfassungsschutz, yang sering disingkat VfS, juga menegaskan potensi ancaman teror dari kelompok militan Islam.

Dua puluh tahun yang lalu, ancaman ini masih digolongkan sebagai "ancaman keamanan dan upaya ekstremis oleh warga asing".

Sekarang, laporan tahunan dinas intelijen memiliki bab khusus "Islamisme/terorisme Islam", yang panjangnya hampir 70 halaman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Rudal Israel Hancurkan Sinagoga di Teheran, Pemerintah Netanyahu: Itu Gak Sengaja

Rudal Israel Hancurkan Sinagoga di Teheran, Pemerintah Netanyahu: Itu Gak Sengaja

News | Selasa, 07 April 2026 | 19:52 WIB

Resmi! Lurah Kalisari Dinonaktifkan Buntut Skandal Tangani Laporan di JAKI Pakai Foto AI

Resmi! Lurah Kalisari Dinonaktifkan Buntut Skandal Tangani Laporan di JAKI Pakai Foto AI

News | Selasa, 07 April 2026 | 19:44 WIB

Penumpang LRT Jabodebek Melonjak 2 Kali Lipat Saat Libur Paskah 2026, Tembus 270 Ribu Orang

Penumpang LRT Jabodebek Melonjak 2 Kali Lipat Saat Libur Paskah 2026, Tembus 270 Ribu Orang

News | Selasa, 07 April 2026 | 19:43 WIB

Polemik Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Pimpinan KPK Belum Dapat Panggilan dari Dewas

Polemik Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Pimpinan KPK Belum Dapat Panggilan dari Dewas

News | Selasa, 07 April 2026 | 19:35 WIB

Ratusan Mahasiswa BEM SI BSJB Geruduk Komnas HAM, Desak Usut Tuntas Kasus Andrie Yunus

Ratusan Mahasiswa BEM SI BSJB Geruduk Komnas HAM, Desak Usut Tuntas Kasus Andrie Yunus

News | Selasa, 07 April 2026 | 19:34 WIB

Anggota DPR Sebut Langkah Kejagung Kasasi Putusan Bebas Delpedro Marhaen Melanggar KUHAP Baru

Anggota DPR Sebut Langkah Kejagung Kasasi Putusan Bebas Delpedro Marhaen Melanggar KUHAP Baru

News | Selasa, 07 April 2026 | 19:30 WIB

Eks Ketua TGPF Tegaskan Fakta Perkosaan Mei 98 Tak Bisa Disangkal

Eks Ketua TGPF Tegaskan Fakta Perkosaan Mei 98 Tak Bisa Disangkal

News | Selasa, 07 April 2026 | 19:27 WIB

Israel Hancurkan Sinagoge di Teheran, Taurat Bertebaran, Yahudi Iran: Zionis Biadab

Israel Hancurkan Sinagoge di Teheran, Taurat Bertebaran, Yahudi Iran: Zionis Biadab

News | Selasa, 07 April 2026 | 19:24 WIB

Berobat ke Malaysia, Langkah Gubernur Kalbar Ria Norsan Disorot di Tengah Kabar Pemeriksaan KPK

Berobat ke Malaysia, Langkah Gubernur Kalbar Ria Norsan Disorot di Tengah Kabar Pemeriksaan KPK

News | Selasa, 07 April 2026 | 19:22 WIB

Kronologis Penyerangan Konsulat Israel di Istanbul: Satu Pelaku Tewas Tertembak

Kronologis Penyerangan Konsulat Israel di Istanbul: Satu Pelaku Tewas Tertembak

News | Selasa, 07 April 2026 | 19:21 WIB