Abu Rusydan, Jejak Pentolan Jemaah Islamiah yang Berbaiat ke Taliban

Reza Gunadha, ABC

Selasa, 14 September 2021 | 16:14 WIB
Abu Rusydan, Jejak Pentolan Jemaah Islamiah yang Berbaiat ke Taliban
Kondisi sekitar rumah terduga teroris, usai penangkapan oleh Densus 88 Antiteror Polri, Jumat (10/9/2021). ANTARA/Pradita Kurniawan Syah

Suara.com - Abu Rusydan, yang diduga pentolan jaringan teroris Jemaah Islamiah, ditangkap Detasemen Khusus 88 Anti Teror Kepolisian Republik Indonesia. Kekinian, Densus 88 juga memburu pengikut Abu Rusydan.

Mantan terpidana terorisme ini ditangkap pada hari Jumat (10/9) di Bekasi bersama tiga orang lainnya yang diduga sebagai anggota JI.

Kombes polisi Ahmad Ramadhan dari Divisi Humas Polri menyebutkan, penangkapan dilakukan sebagai bagian dari pemberantasan kelompok terorisme tersebut.

"Dia diketahui masih aktif sebagai pemimpin jaringan Jemaah Islamiah yang terlarang," jelas Kombes Ramadhan.

Pemerintah Indonesia menganggap Abu Rusydan sebagai figur utama Jemaah Islamiah, yang masuk dalam daftar kelompok terorisme di Amerika Serikat dan PBB.

Jaringan JI yang tersebar di Asia Tenggara dituduh sebagai pelaku serangkaian serangan di Filipina dan Indonesia, termasuk Bom Bali yang menewaskan 202 orang dan 88 di antaranya warga Australia.

Polisi menyatakan Densus 88 masih terus memburu anggota JI lainnya, setelah mendapatkan informasi bahwa kelompok ini sedang melakukan perekrutan dan pelatihan.

Siapa Abu Rusydan?

Lahir di Jawa Tengah pada tahun 1960, Abu Rusydan (61 tahun) pernah divonis hukuman penjara pada tahun 2003 karena terbukti melindungi dan menyembunyikan Ali Ghufron, salah satu terpidana mati pelaku Bom Bali.

Setelah bebas dari penjara pada tahun 2006, Abu Rusydan banyak melakukan kegiatan ceramah, termasuk yang ditonton oleh puluhan ribu penonton di platform YouTube. 

baca juga

Dalam salah satu ceramahnya, dia memuji-muji Afghanistan sebagai "tanah jihad", negara yang pernah didatanginya untuk berlatih bersama kelompok militan.

Dalam beberapa pekan terakhir, Densus 88 telah menangkap 53 terduga anggota JI yang tersebar di 11 provinsi.

Pengadilan memutuskan larangan terhadap JI pada tahun 2008 dan pemberantasan kelompok terorisme yang dilakukan Pemerintah Indonesia dengan bantuan AS dan Australia semakin melemahkan jaringan mereka.

Pemberantasan terus berlangsung

Juru bicara Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan Hari Purwanto sebelumnya menyatakan dengan keberhasilan Taliban menguasai Afghanistan, aparat keamanan telah meningkatkan upaya pencegahan terhadap "kelompok teroris yang memiliki hubungan dengan jaringan dan ideologi Taliban".

Upaya pemberantasan kelompok terorisme terus berlangsung sejak beberapa bulan terakhir di Indonesia.

Pada tahun lalu, Pemerintah Indonesia menyatakan pihaknya telah menangkap belasan orang yang diduga sebagai anggota Jemaah Islamiah, termasuk Zulkarnaen yang diduga sebagai salah satu pemimpinnya.

Menurut polisi, Aris Sumarsono alias Zulkarnaen, diyakini sebagai pemimpin militer jaringan Jemaah Islamiah yang terkait dengan kelompok terorisme Al Qaeda.

Ia dituduh sebagai pembuat bom dalam aksi teror bom Bali pada tahun 2002, dan berhasil lolos dari pengejaran aparat sejak tahun 2003.

Serangan terorisme di Indonesia secara garis besar perlahan berubah menjadi serangan yang dilakukan oleh kelompok kecil yang menargetkan aparat pemerintah, khususnya polisi, terinspirasi oleh taktik kelompok ISIS.

Diproduksi oleh Farid M. Ibrahim dari artikel ABC News

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penerbangan Komersial Pertama Mendarat di Afghanistan, Sangat Sedikit Penumpang

Penerbangan Komersial Pertama Mendarat di Afghanistan, Sangat Sedikit Penumpang

News | Selasa, 14 September 2021 | 16:03 WIB

BPBD Bekasi Siapkan Relawan Destana saat Musim Hujan

BPBD Bekasi Siapkan Relawan Destana saat Musim Hujan

Bekaci | Selasa, 14 September 2021 | 14:29 WIB

Kota Bekasi Tidak Banjir Diguyur Hujan Semalaman

Kota Bekasi Tidak Banjir Diguyur Hujan Semalaman

Bekaci | Selasa, 14 September 2021 | 14:23 WIB

Jepang Peringatkan Warganya soal Ancaman Teroris di Indonesia, Begini Reaksi Densus

Jepang Peringatkan Warganya soal Ancaman Teroris di Indonesia, Begini Reaksi Densus

News | Selasa, 14 September 2021 | 12:28 WIB

Taliban Tutup Perbatasan Utama di Afghanistan Bagi Pejalan Kaki

Taliban Tutup Perbatasan Utama di Afghanistan Bagi Pejalan Kaki

News | Selasa, 14 September 2021 | 12:18 WIB

Geledah Rumah Wapres Afghanistan, Taliban Temukan Uang Tunai Rp 92 Miliar

Geledah Rumah Wapres Afghanistan, Taliban Temukan Uang Tunai Rp 92 Miliar

News | Selasa, 14 September 2021 | 11:03 WIB

Warga Pekayon Minta Tolong Presiden, Ini Penjelasan Polisi

Warga Pekayon Minta Tolong Presiden, Ini Penjelasan Polisi

Bekaci | Selasa, 14 September 2021 | 06:56 WIB

Viral! Postingan Warga Pekayon Minta Tolong ke Presiden

Viral! Postingan Warga Pekayon Minta Tolong ke Presiden

Bekaci | Selasa, 14 September 2021 | 06:34 WIB

Terkini

Soroti Pengamanan Demo 28 Oktober Bundaran HI, Legislator PDIP Ingatkan Prosedur Pelibatan TNI

Soroti Pengamanan Demo 28 Oktober Bundaran HI, Legislator PDIP Ingatkan Prosedur Pelibatan TNI

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:32 WIB

Dominasi Netanyahu di Parlemen Israel Ambruk, Warga Gaza dan Timur Tengah Menanti Dampaknya

Dominasi Netanyahu di Parlemen Israel Ambruk, Warga Gaza dan Timur Tengah Menanti Dampaknya

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:30 WIB

Meski Produksi Dipangkas, ESDM Tetap Serok PNBP Rp131 T dari Minerba

Meski Produksi Dipangkas, ESDM Tetap Serok PNBP Rp131 T dari Minerba

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:29 WIB

Land Cruiser Ketua Ormas di Siak Tabrak Motor, Satu Pelajar Tewas, 2 Luka Berat

Land Cruiser Ketua Ormas di Siak Tabrak Motor, Satu Pelajar Tewas, 2 Luka Berat

Riau | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:29 WIB

Dari Aspal Kampung Ke Panggung Asia: 3 Bintang Muda Futsal AXIS 2026

Dari Aspal Kampung Ke Panggung Asia: 3 Bintang Muda Futsal AXIS 2026

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:28 WIB

Kuliah S3 Dibayari Bawahan, Jaksa Bongkar Silmy Karim Minta Rp50 Juta Buat Keperluan Studi di UB

Kuliah S3 Dibayari Bawahan, Jaksa Bongkar Silmy Karim Minta Rp50 Juta Buat Keperluan Studi di UB

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:27 WIB

Konten Kena Shadow Ban? Komdigi Minta Platform Buka Mekanisme Banding

Konten Kena Shadow Ban? Komdigi Minta Platform Buka Mekanisme Banding

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:26 WIB

Perluas Manfaat Lewat Inovasi Sistem Pelayanan, PNM Raih Juara 1 Grand Genba Champion

Perluas Manfaat Lewat Inovasi Sistem Pelayanan, PNM Raih Juara 1 Grand Genba Champion

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:22 WIB

GAPKI Soroti Tantangan Produksi-Tata Kelola Sawit di IPOS Forum ke-11

GAPKI Soroti Tantangan Produksi-Tata Kelola Sawit di IPOS Forum ke-11

Sumut | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:19 WIB

Eks Komandan Antiteror Ungkap 4000 Polisi Disiapkan Bentrok dengan Mahasiswa dan Warga

Eks Komandan Antiteror Ungkap 4000 Polisi Disiapkan Bentrok dengan Mahasiswa dan Warga

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:16 WIB

×