Array

Temui Jokowi di Istana, Pedagang Bakso Keluhkan Harga Daging

Kamis, 16 September 2021 | 00:05 WIB
Temui Jokowi di Istana, Pedagang Bakso Keluhkan Harga Daging
Ketua Papmiso DPK 2 Bekasi, Maryanto usai bertemu Presiden Jokowi di Istana. (Suara.com/Ummi)

Suara.com - Paguyuban Pedagang Mi dan Bakso Seluruh Indonesia (Papmiso) menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (15/9/2021). Mereka sebelumnya lebih dulu bertemu Menteri Koperasi UMKM Teten Masduki.

Ketua Papmiso DPK 2 Bekasi, Maryanto, mengatakan dalam pertemuan dengan Jokowi mereka mengeluhkan soal harga bahan baku yang tidak stabil.

Padahal kata dia, UMKM seperti pedagang mi dan bakso sudah cukup terpukul dampak pandemi Covid-19.

"Harga bahan baku masih kacau, terlebih harga daging. Kami ke sini memenuhi undangan Pak Presiden yang mau mendengarkan keluhan kami di lapangan," ucap Maryanto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/9/2021).

Maryanto menyebut bahwa harga daging sapi yang jadi bahan baku utama bakso masih mahal, yakni Rp 130.000.

Kendati masih bertahan, Maryanto menuturkan hal tersebut masih memberatkan para pedagang mi dan bakso.

"Sejauh ini kita masih bertahan, tapi yang jelas ini memberatkan," tuturnya.

Bakso gratis diserbu warga dalam rangka peringatan hari kemerdekaan Indonesia ke-76, Selasa (17/8/2021). [Suara.com/ Citra Ningsih]
Bakso gratis diserbu warga dalam rangka peringatan hari kemerdekaan Indonesia ke-76, Selasa (17/8/2021). [Suara.com/ Citra Ningsih]

Tak hanya itu, Maryanto mengungkapkan kendalanya tak hanya persoalan harga. Para pedagang mi dan bakso pun kesulitan untuk mendapat sertifikasi produk halal di BPOM daerah yang sebelumnya telah didaftarkan ke Kementerian Agama.

"Agak rumit lah, ada syarat salah satunya itu harus punya dapur atau rumah produksi yang khusus. Nah persyaratan seperti itu kan jelas menyulitkan. Kita kan UMKM, yang mungkin saja tidak semua punya sarana untuk itu," ucap Maryanto.

Baca Juga: Peternak Ayam yang Bentangkan Poster di Blitar Diapresiasi Jokowi, Sempat Minta Maaf

Terkait persoalan tersebut, Menkop UMKM Teten Masduki sempat menyampaikan persoalan UMKM bukan hanya jadi masalah atau tugas Kementeriannya. Namun juga menjadi tanggungjawab Kementerian lainnya.

Persoalan tersebut kata Maryanto, sudah dicatat Menteri Teten dan segera ditindaklanjuti.

"Tadi sudah dicatat juga sama Menteri UMKM. Persoalan ini segera ditindaklanjuti dengan berkoordinasi dengan Kementrian Pertanian dan Kementrian Perdagangan," kata Maryanto.

Selain itu, Maryanto menyebut pihaknya terus berupaya membangkitkan gairah warga untuk jajan bakso. Salah satunya dengan mendukung kegiatan vaksinasi massal yang digeber pemerintah dengan memberikan bakso secara gratis dan voucher diskon saat mengikuti vaksinasi.

"Ternyata antusias atau respons warga untuk makan bakso masih tinggi. Terbukti saat kita gelar vaksinasi bersama Polri, pendaftar melebihi kuota dengan rangsangan gratis bakso dan voucher diskon," ucap Maryanto.

Lebih lanjut, Maryanto menuturkan, agenda makan bakso gratis akan terus digelar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI