alexametrics

Kapolri Ditegur Jokowi karena Berlebihan ke Mahasiswa UNS, Pengamat: Siap Reshuffle

Iwan Supriyatna | Muhammad Yasir
Kapolri Ditegur Jokowi karena Berlebihan ke Mahasiswa UNS, Pengamat: Siap Reshuffle
Kapolri Jenderal Listyo Sigid Prabowo mengikuti upacara pelantikan yang dipimpin Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Rabu (27/1/2021). [ANTARA FOTO]

Instruksi ini disampaikan Listyo usai ditegur oleh Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

Suara.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengintruksikan kepada seluruh jajaran kepolisian daerah atau Polda untuk tidak bersikap reaktif terhadap masyarakat yang hendak menyampaikan aspirasi. Instruksi ini disampaikan Listyo usai ditegur oleh Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

Jokowi mengaku telah menegur Listyo di hadapan sejumlah pimpinan redaksi media di Istana Kepresidenan, pada Rabu, 15 September 2021. Di hari yang sama Listyo lantas memberikan instruksi tersebut kepada seluruh jajaran Polda lewat Surat Telegram Nomor: STR 862/IX/PAM.III/2021.

Teguran Jokowi sebelumnya disampaikan kepada Listyo menyusul adanya reaksi berlebihan dari aparat kepolisian terhadap masyarakat yang hendak menyampaikan aspirasi kepadanya di tengah-tengah kunjungan kerjanya di sejumlah daerah. Salah satunya di Solo.

Ketika itu diberitakan ada 10 mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo yang diamankan lantaran membentangkan poster di tengah kunjungan kerja Jokowi pada Senin, 13 September 2921. Salah satu poster tersebut padahal hanya bertuliskan pesan permintaan berupa 'Pak Jokowi tolong benahi KPK'.

Baca Juga: Kasus Kematian di Aceh Tinggi, Seluruh Kepala Daerahnya Langsung Dipantau Jokowi

Pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Bambang Rukminto menilai teguran Jokowi kepada Listyo ialah respons atas kelambanan Kapolri dalam menyikapi dinamik di tengah masyarakat.

Mantan Kabareskrim Polri itu memang menurut Bambang, seringkali telat merespons dan melulu menunggu arahan presiden.

"Listyo ini sering kali telat respons dan nunggu arahan bapak presiden. Dan respons presiden kemarin (menegur Listyo), bisa dibaca sebagai sinyal kelambatan Kapolri dalam menyikapi dinamika di masyarakat," kata Bambang kepada suara.com, ditulis Jumat (17/9/2021).

Bambang mengemukakan hal ini bukanlah kali pertama terjadi. Pada Juni 2021 lalu, Jokowi juga pernah menelpon Listyo untuk membenahi permasalahan aksi premanisme terhadap sopir truk kontainer di Jakarta Utara.

Lagi-lagi, ketika itu Jokowi menelpon Listyo usai menerima keluhan langsung dari para sopir kontainer kepadanya di tengah kunjungan kerja. Selanjutnya, tak kurang dalam kurun waktu 1x24 jam puluhan preman yang kerap menarik pungutan liar alias pungli terhadap sopir kontainer ditangkap.

Baca Juga: Presiden Jokowi Pastikan Jika Covid-19 Tidak Turun, Ekonomi Tak Akan Naik

"Listyo harus segera berbenah karena bila terjadi berikutnya artinya dia harus siap untuk direshuffle," pungkas Bambang.

Komentar