alexametrics

Duh, Pria di India Talak Tiga Istrinya karena Jarang Mandi

Reza Gunadha | Rima Suliastini
Duh, Pria di India Talak Tiga Istrinya karena Jarang Mandi
Ilustrasi perceraian. (Rex/ Mirror)

Istrinya tidak mandi setiap hari sehingga ia merasa sangat terganggu.

Suara.com - Seorang pria di Uttar Pradesh, India mengajukan gugatan cerai pada istrinya berkali-kali selama dua tahun karena sang istri tidak mandi setiap hari.

Menyadur Oddity Central Minggu (26/9/2021), masalah ini sering memicu pertengkaran dalam rumah tangga mereka.

Ia mengaku sudah berulang kali meminta istrinya untuk lebih sering mandi, namun setiap kali isu itu muncul, perbincangan mereka berakhir dengan pertengkaran.

Pada akhirnya, dia mengajukan talak tiga untuk memutuskan pernikahan, meskipun keduanya memiliki anak berusia satu tahun.

Baca Juga: Mila Kunis dan Ashton Kutcher Blak-blakan Ngaku Jarang Mandi, Ini lho Alasannya

"Pria itu, selama konseling, berulang kali dan dengan tegas mengatakan kepada kami bahwa dia ingin mengakhiri hubungan dengan wanita itu."

Ilustrasi mandi. [Freepik]
Ilustrasi mandi. [Freepik]

"Dia juga memberikan aplikasi kepada kami untuk membantu bercerai dari istrinya karena tidak mandi setiap hari,” ujar konselor Sel Perlindungan Perempuan.

Setelah mengetahui keputusan suaminya, sang istri, yang berasal dari desa Kwarsi Uttar Pradesh, menoleh ke Sel Perlindungan Wanita Aligarh.

Ia mengatakan ingin mempertahankan rumah tangga dan meminta bantuan untuk memastikan hal itu terjadi.

"Seorang wanita mengadukan kami secara tertulis bahwa suaminya telah memberikan talak tiga dengan dalih tidak mandi setiap hari."

Baca Juga: Raffi Ahmad Keluhkan Nagita Slavina yang Mulai Jarang Mandi

"Kami memberikan konseling kepada pasangan dan orangtua mereka untuk menyelamatkan pernikahan mereka,” kata perwakilan dari Sel Perlindungan Wanita.

"Kami mencoba menasihati pria itu untuk tidak memutuskan pernikahan dengan istrinya karena itu adalah masalah kecil dan yang dapat diselesaikan."

"Kami juga berusaha membuatnya mengerti bahwa perceraian mereka juga dapat memengaruhi pengasuhan anak mereka.”

Karena alasan cerai tidak termasuk dalam tindak kekerasan atau kejahatan terhadap perempuan, permohonan istri ke Sel Perlindungan Perempuan tidak dapat diteruskan.

Namun lembaga itu berharap pasangan ini dapat menyelesaikan masalah tersebut dengan bantuan konseling.

Komentar