alexametrics

Berkat Penelusuran Kebab, Polisi Spanyol Berhasil Ringkus Teroris Inggris

Reza Gunadha | Rima Suliastini
Berkat Penelusuran Kebab, Polisi Spanyol Berhasil Ringkus Teroris Inggris
Iustrasi kebab. (Suara/Dini Afrianti)

Polisi Spanyol menyelidiki alamat pengantaran kebab yang sering dipesan online.

Suara.com - Polisi Spanyol berhasil meringkus teroris Inggris, Abdel-Majed Abdel Bary berkat penelusuran restoran kebab yang menjadi makanan favoritnya.

Menyadur Mirror Selasa (28/9/2021), target diringkus bersama dua rekannya pada pertengahan 2020 saat memesan makanan Timur Tengah di toko Makro Doner.

Detektif mengidentifikasi tersangka sebagai pria yang memesan kebab secara online berkat postingan media sosial.

Mereka mengawasi alamat di Almeria, Spanyol tenggara, sebelum menangkapnya ketika tim teror sedang mengambil pengiriman kebab ketiga.

Baca Juga: Kisah Penjual Kebab Dapat Resep dari Youtube Hingga Dicicipi Sandiaga Uno

Menurut surat kabar Spanyol El Pais, salah satu teroris bernama Seddiki memesan makanan untuk dibawa pulang pada 15 April 2020 pukul 22.46 waktu setempat dari tempat yang diidentifikasi sebagai The Kebab Shop.

Ilustrasi terorisme. [Shutterstock]
Ilustrasi teroris. [Shutterstock]

Pemesanan kebab kedua dibuat dari restoran Makro Doner pada jam 10 malam berikutnya.

Pada pengiriman Uber Eats ketiga tanggal 18 April, polisi melihat Siddiki di balkon dan mengidentifikasi Abdel Bary melalui telinganya. Berat badannya bertambah secara drastis hingga ia sulit dikenali..

Hakim Spanyol mengizinkan penggerebekan di flat, yang mengarah pada penangkapan Abdel Bary, Seddiki dan orang Aljazair bernama Kossaila Chollouah. Polisi juga menyita bitcoin senilai £43.000 dan bukti lainnya.

Bary adalah putra dari Adel Abdel Bari yang mengaku membunuh lebih dari 200 orang dalam pengeboman di Afrika.

Baca Juga: Simak Kiat Sukses Owner Usaha Kuliner Kebab Baba Rafi, Sempat Alami Jatuh Bangun

Orang tuanya membawa Bary ke London dari Mesir saat berusia enam tahun dan sempat dikenal sebagai seorang rapper. Sebelum berangkat ke Suriah pada 2013, beberapa musik rapnya disiarkan di Radio 1.

Komentar