Wapres Ma'ruf Singgung Program Penanggulangan Kemiskinan yang Masih Belum Optimal

Chandra Iswinarno, Ria Rizki Nirmala Sari

Rabu, 13 Oktober 2021 | 17:27 WIB
Wapres Ma'ruf Singgung Program Penanggulangan Kemiskinan yang Masih Belum Optimal
Wakil Presiden Ma'ruf Amin sebelum memimpin Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem Kabupaten Prioritas Provinsi Maluku, di Kantor Gubernur Provinsi Maluku, Ambon, Maluku, Rabu (13/10/2021). [KIP-Setwapres]

Suara.com - Pemerintah telah berupaya membuat beragam program penanggulangan kemiskinan dengan nilai mencapai lebih dari Rp 500 triliun. Meski begitu, Wakil Presiden Ma'ruf Amin menngungkapkan program-program tersebut tidak berjalan optimal.

Penyebabnya, dia mengatakan masih ada data rumah tangga miskin ekstrem yang tidak sesuai. Sehingga para penerima bantuan tidak tepat sasaran.

Pernyataan itu disampaikan Ma'ruf saat memimpin Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem Kabupaten Prioritas Provinsi Maluku di Kantor Gubernur Provinsi Maluku, Ambon, Maluku pada Rabu (13/10/2021).

"Jadi sebagaimana yang saya sampaikan di berbagai kesempatan, bahwa dalam penanggulangan kemiskinan ekstrem, anggaran bukanlah isu utama. Tantangan terbesar kita adalah bagaimana bantuan tersebut harus tepat sasaran,” kata Ma'ruf.

Ma'ruf mengungkapkan kalau adanya perbedaan data dalam menentukan jumlah masyarakat miskin ekstrem. Ternyata hal tersebut mempengaruhi distribusi pemberian bantuan. Oleh karenanya, ia meminta perbaikan data harus terus dijalankan.

"Sehingga untuk pelaksanaan program-program pada tahun 2022 sampai tahun 2024, kita dapat menggunakan data rumah tangga miskin ekstrem yang lebih mutakhir dan akurat,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut, Ma'ruf menyampaikan kalau program penanggulangan kemiskinan ekstrem ini merupakan arahan langsung dari Presiden Joko Widodo. Jokowi juga meminta agar program tersebut dapat diselesaikan hingga 2024.

Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang bersumber dari SUSENAS pada Maret 2020, wilayah yang termasuk kemiskinan ekstrem berjumlah 35 kabupaten dari 7 provinsi di Indonesia yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Papua dan Papua Barat.

Masing-masing provinsi terdapat 5 kabupaten prioritas yang merupakan kantong kemiskinan ekstrem. Adapun 5 kabupaten prioritas di Provinsi Maluku adalah Kabupaten Maluku Tengah, Maluku Barat Daya, Maluku Tenggara, Maluku Tenggara Barat, dan Seram Bagian Timur.

baca juga

Untuk mencapai target penanggulangan kemiskinan ekstrem yang harus diselesaikan hingga 2024 ini, setidaknya sebanyak 2 juta penduduk miskin esktrem harus sudah dihilangkan pada 2021.

Namun, Ma'ruf menyadari target tersebut bukanlah hal yang mudah, karena waktu yang tersedia kurang dari 3 bulan.

“Untuk itu, pada tiga bulan terakhir 2021 ini kita akan menambahkan upaya khusus menggunakan program yang ada yaitu Program Sembako dan BLT-Desa."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemiskinan Ekstrem di 25 Desa Karawang, Wabup Minta Data Terperinci dari Camat

Kemiskinan Ekstrem di 25 Desa Karawang, Wabup Minta Data Terperinci dari Camat

Bekaci | Selasa, 12 Oktober 2021 | 11:53 WIB

Wapres Ma'ruf Amin akan Tutup PON Papua pada Jumat

Wapres Ma'ruf Amin akan Tutup PON Papua pada Jumat

Sport | Selasa, 12 Oktober 2021 | 10:00 WIB

Makan 1 Kali Sehari, Masyarakat Myanmar Diambang Kelaparan dan Kemiskinan

Makan 1 Kali Sehari, Masyarakat Myanmar Diambang Kelaparan dan Kemiskinan

Batam | Senin, 11 Oktober 2021 | 14:05 WIB

Terkini

Provokator Hoaks Harus Dikategorikan sebagai Musuh Negara

Provokator Hoaks Harus Dikategorikan sebagai Musuh Negara

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 12:54 WIB

Peternak Ayam Demo Besar-Besaran, Mentan Amran: Sebelum Demo Kami Sudah Teken SK Ini

Peternak Ayam Demo Besar-Besaran, Mentan Amran: Sebelum Demo Kami Sudah Teken SK Ini

Sulsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 12:53 WIB

Ojol Jadi UMKM, Aplikator Tetap Wajib Beri Bonus Hari Raya

Ojol Jadi UMKM, Aplikator Tetap Wajib Beri Bonus Hari Raya

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 12:52 WIB

BRI Life Lakukan Penataan Ulang Bisnis Syariah Tahun 2026

BRI Life Lakukan Penataan Ulang Bisnis Syariah Tahun 2026

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 12:50 WIB

Pemerintah Bakal Rombak Buku Pelajaran: Seberapa Mendesak bagi Pendidikan?

Pemerintah Bakal Rombak Buku Pelajaran: Seberapa Mendesak bagi Pendidikan?

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 12:50 WIB

Menopause Bukan Akhir dari Aktivitas Perempuan, Kenali Perubahan dan Cara Menjalaninya

Menopause Bukan Akhir dari Aktivitas Perempuan, Kenali Perubahan dan Cara Menjalaninya

Health | Selasa, 11 Agustus 2026 | 12:47 WIB

Letak Sudut Kekayaan di Dalam Rumah dan Cara Mengaktifkannya Menurut Feng Shui

Letak Sudut Kekayaan di Dalam Rumah dan Cara Mengaktifkannya Menurut Feng Shui

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 12:47 WIB

Kinerja Menteri Prabowo Paling Buruk: Pigai dan Dody Hanggodo

Kinerja Menteri Prabowo Paling Buruk: Pigai dan Dody Hanggodo

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 12:42 WIB

Siapa Pengiran Raabi'atul Adawiyyah, Menantu Sultan Brunei yang Gelarnya Dicabut?

Siapa Pengiran Raabi'atul Adawiyyah, Menantu Sultan Brunei yang Gelarnya Dicabut?

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 12:40 WIB

10,62 Juta Orang Indonesia Berebut Kerja, Pinjaman Online dari Lulusan Muda Melonjak Drastis

10,62 Juta Orang Indonesia Berebut Kerja, Pinjaman Online dari Lulusan Muda Melonjak Drastis

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 12:39 WIB

×