Provokator Hoaks Harus Dikategorikan sebagai Musuh Negara

Vania Rossa

Selasa, 11 Agustus 2026 | 12:54 WIB
Provokator Hoaks Harus Dikategorikan sebagai Musuh Negara
Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni. (Suara.com/Bagaskara)
baca 10 detik
  • Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta Polri dan kementerian terkait menindak tegas provokator hoaks di Jakarta pada Selasa, 11 Agustus 2026.
  • Polda Metro Jaya menetapkan sembilan tersangka dan menahan mereka terkait dugaan penyebaran berita bohong terorganisasi pada Jumat, 7 Agustus 2026.
  • Aparat kepolisian membentuk Tim Kolaborator Penataan Hukum di Jakarta untuk menyelidiki modus operandi serta membongkar pihak yang memproduksi konten provokatif.

Suara.com - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta provokator penyebaran berita bohong atau hoaks di media sosial dikategorikan sebagai musuh dan ancaman negara. Menurutnya, praktik penyebaran hoaks yang dilakukan secara terorganisasi berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat serta merusak ekosistem demokrasi.

Sahroni meminta Polri, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta pihak terkait lainnya menindak tegas pihak-pihak yang sengaja memproduksi dan menyebarkan hoaks, terutama jika dilakukan secara terorganisasi.

“Provokator hoaks seperti inilah yang harus diberantas tuntas oleh Polri, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta seluruh pihak terkait. Saya juga minta polisi kategorikan ini sebagai musuh dan ancaman negara,” kata Sahroni dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (11/8/2026), dikutip dari ANTARA.

Menurut Sahroni, penanganan penyebaran hoaks tidak cukup hanya dengan menghapus konten yang bermasalah. Aparat perlu menelusuri pihak yang berada di balik produksi dan distribusi konten tersebut.

Ia meminta pelaku, pihak yang memesan konten, hingga operator yang menjalankan penyebaran diusut apabila ditemukan unsur pidana.

Sahroni menyoroti dugaan penggunaan pihak ketiga berbayar untuk memproduksi konten bermuatan pidana. Menurutnya, praktik tersebut menunjukkan bahwa penyebaran hoaks dapat dilakukan dengan pola yang terorganisasi dan tidak semata-mata merupakan aktivitas individu di media sosial.

“Jangan sampai para pihak yang secara sengaja mencari keuntungan dengan menciptakan huru-hara melalui hoaks ini dibiarkan tumbuh. Ini jelas industri yang buruk bagi keamanan dan ketertiban masyarakat serta ekosistem demokrasi,” ujarnya.

Bedakan Hoaks dan Kritik

Sahroni menegaskan, permintaan penindakan terhadap provokator hoaks tidak berarti membatasi kebebasan masyarakat dalam menyampaikan pendapat.

baca juga

Menurut dia, kebebasan berekspresi dan kritik tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan demokrasi, termasuk di media sosial. Namun, kebebasan tersebut harus diikuti dengan tanggung jawab terhadap informasi yang disampaikan kepada publik.

“Negara wajib menjamin kebebasan berpendapat dan kritik, tidak terkecuali di media sosial. Kendati begitu, pendapat yang dibalut hoaks bisa berbahaya karena didasarkan pada kebohongan yang bisa menciptakan kegaduhan,” kata Sahroni.

Ia menilai penyebaran informasi palsu yang sengaja dilakukan untuk memicu keresahan pada akhirnya dapat merugikan kehidupan demokrasi.

“Itu justru merusak demokrasi,” ujarnya.

Polda Metro Jaya Ungkap Dugaan Penyebaran Hoaks Terorganisasi

Pernyataan Sahroni tersebut disampaikan setelah Polda Metro Jaya mengungkap dugaan praktik terorganisasi dalam penyebaran konten provokatif, destruktif, dan berita bohong di media sosial.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hoaks Berseliweran di Medsos Jelang HUT RI, TNI Minta Warga Tak Mudah Terprovokasi

Hoaks Berseliweran di Medsos Jelang HUT RI, TNI Minta Warga Tak Mudah Terprovokasi

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 14:29 WIB

Reka Dokumen Demi Bikin Gaduh, 9 Pelaku Jasa Konten Provokatif Diringkus Polda Metro

Reka Dokumen Demi Bikin Gaduh, 9 Pelaku Jasa Konten Provokatif Diringkus Polda Metro

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 19:56 WIB

Sahroni Desak Polisi Bongkar Aktor Intelektual Karhutla Riau: Jangan Berhenti di Pelaku Lapangan

Sahroni Desak Polisi Bongkar Aktor Intelektual Karhutla Riau: Jangan Berhenti di Pelaku Lapangan

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 11:53 WIB

Terkini

Ojol jadi UMKM, Aplikator Tetap Wajib Beri Bonus Hari Raya

Ojol jadi UMKM, Aplikator Tetap Wajib Beri Bonus Hari Raya

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 12:52 WIB

BRI Life Lakukan Penataan Ulang Bisnis Syariah Tahun 2026

BRI Life Lakukan Penataan Ulang Bisnis Syariah Tahun 2026

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 12:50 WIB

Pemerintah Bakal Rombak Buku Pelajaran: Seberapa Mendesak bagi Pendidikan?

Pemerintah Bakal Rombak Buku Pelajaran: Seberapa Mendesak bagi Pendidikan?

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 12:50 WIB

Menopause Bukan Akhir dari Aktivitas Perempuan, Kenali Perubahan dan Cara Menjalaninya

Menopause Bukan Akhir dari Aktivitas Perempuan, Kenali Perubahan dan Cara Menjalaninya

Health | Selasa, 11 Agustus 2026 | 12:47 WIB

Letak Sudut Kekayaan di Dalam Rumah dan Cara Mengaktifkannya Menurut Feng Shui

Letak Sudut Kekayaan di Dalam Rumah dan Cara Mengaktifkannya Menurut Feng Shui

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 12:47 WIB

Kinerja Menteri Prabowo Paling Buruk: Pigai dan Dody Hanggodo

Kinerja Menteri Prabowo Paling Buruk: Pigai dan Dody Hanggodo

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 12:42 WIB

Siapa Pengiran Raabi'atul Adawiyyah, Menantu Sultan Brunei yang Gelarnya Dicabut?

Siapa Pengiran Raabi'atul Adawiyyah, Menantu Sultan Brunei yang Gelarnya Dicabut?

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 12:40 WIB

10,62 Juta Orang Indonesia Berebut Kerja, Pinjaman Online dari Lulusan Muda Melonjak Drastis

10,62 Juta Orang Indonesia Berebut Kerja, Pinjaman Online dari Lulusan Muda Melonjak Drastis

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 12:39 WIB

Harmoni Garam Palungan dan Laut Tejakula: Merekam Jejak Kejayaan Desa Les

Harmoni Garam Palungan dan Laut Tejakula: Merekam Jejak Kejayaan Desa Les

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 12:36 WIB

7 WNI Terombang Ambing di Perairan Zhuhai China, Terjebak di Kapal MV Star Janet

7 WNI Terombang Ambing di Perairan Zhuhai China, Terjebak di Kapal MV Star Janet

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 12:35 WIB

×