Pemilik Anjing di Vietnam Menangis: Aku Tak Bisa Melindungi Anak-anakku

Siswanto | BBC | Suara.com

Jum'at, 15 Oktober 2021 | 10:40 WIB
Pemilik Anjing di Vietnam Menangis: Aku Tak Bisa Melindungi Anak-anakku
BBC

Suara.com - Ketika kasus-kasus penularan Covid melonjak, pasangan suami istri asal Vietnam ini meninggalkan provinsi Long An dengan sepeda motor bersama 15 ekor anjingnya.

Pasangan itu kemudian dinyatakan positif Covid-19. Dari atas ranjang rumah sakit, mereka mengetahui kabar 12 hewan peliharaan itu telah dibunuh oleh pihak berwenang karena khawatir hewan-hewan itu dapat menyebarkan virus.

"Saya dan istri saya menangis begitu sering sehingga kami tidak bisa tidur," kata Pham Minh Hung, tukang batu berusia 49 tahun kepada BBC.

"Saya tidak ingin percaya hal itu benar-benar terjadi ... Saya tidak bisa melakukan apa pun untuk melindungi anak-anak saya," ujarnya, mengacu pada anjing-anjing kesayangannya.

Kisah mereka, yang didokumentasikan pada aplikasi media sosial TikTok, telah memicu reaksi keras di Vietnam, dan sebuah petisi yang menyerukan diakhirinya praktik tersebut telah mengumpulkan lebih dari 150.000 tanda tangan.

Baca juga:

Membuat banyak orang terharu

Gelombang terbaru Covid-19 yang paling parah telah melanda Vietnam sejak awal pandemi.

Kebijakan lockdown ketat dalam beberapa bulan terakhir membuat banyak pekerja migran tidak dapat mencari nafkah, dan mendorong setidaknya satu juta orang meninggalkan kota-kota besar.

Pham Minh Hung dan Nguyen Thi Chi Em, 35 tahun, termasuk di antaranya.

Pada 8 Oktober mereka memulai perjalanan sejauh 280km bersama anjing dan tiga kerabatnya, yang juga membawa tiga anjing dan seekor kucing.

Pasangan itu menuju Khanh Hung di provinsi Ca Mau, kampung halaman kerabatnya, lantaran kasus Covid tidak setinggi di sana.

Mereka memposting video perjalanan mereka secara online, menunjukkan mereka di atas sepeda motor dengan 15 ekor anjing dan barang-barang mereka yang saling menumpuk.

Pasangan ini menjadi populer dengan banyak pengguna media sosial yang menyemangatinya dan berharap perjalanan mereka aman.

Beberapa diantaranya mengaku terharu ketika pasangan itu menggunakan jas hujan demi menutupi anjing-anjingnya di tengah hujan lebat.

Di antara pengguna sosial bahkan kemudian mengantarkan air dan makanan kepada mereka.

Ketika perjalanan mereka berlanjut, pasangan itu memberikan dua ekor anjing kepada seorang relawan setelah memasuki provinsi Ca Mau, sementara seekor yang lain mati. Sisanya melanjutkan perjalanan.

Baca juga:

Tetapi pasangan ini dan tiga kerabatnya dinyatakan positif Covid setelah mencapai Khanh Hung.

Setiap orang yang bepergian melintasi provinsi wajib menjalani tes.

Mereka kemudian dipindahkan ke rumah sakit untuk dirawat - sedangkan hewan-hewan itu ditinggalkan di pusat karantina.

Tetapi pihak berwenang setempat membunuh 12 anjing dan hewan peliharaan kerabat mereka tanpa memberi tahu sebelumnya, ungkap media pemerintah. Pemberitaan ini kemudian dihapus.

Tidak jelas bagaimana hewan-hewan itu dibunuh. Surat kabar resmi kepolisian memuat foto-foto yang memperlihatkan mereka dibakar.

"Pengendalian penyakit harus diprioritaskan di tempat pertama dan keputusan untuk membunuh hewan-hewan itu sesegera mungkin adalah tindakan pencegahan yang diperlukan," kata pejabat setempat, Tran Tan Cong, saat konferensi pers pada hari Minggu.

'Tindakan barbar'

Banyak reaksi yang beredar cepat di media sosial yang sebagian besar menyebut keputusan itu "kejam" dan "memilukan".

Aktris Hong Anh, anggota organisasi kesejahteraan hewan global Four Paws, menyebutnya "barbar" dan mengatakan dia akan mengirim petisi ke organisasi tersebut.

Pembunuhan itu "tidak etis" dan "konyol" dan tidak ada pedoman yang menyebutkan hewan peliharaan harus dibunuh jika pemiliknya terinfeksi, kata Vu H Nguyen, ilmuwan di Pusat Medis Nasional City of Hope di AS.

"Belum ada bukti ilmiah bahwa anjing dan kucing bisa menjadi perantara penularan Covid ke manusia. Namun, pengidap Covid terkadang bisa menularkannya," kata Dr Vu.

Sebuah penelitian di Texas mensurvei 76 anjing dan kucing dari 39 rumah tangga dengan pasien Covid, dan menemukan dua kucing dan satu anjing terinfeksi.

Hewan-hewan itu tidak menunjukkan gejala, atau hanya menunjukkan gejala ringan. Semuanya pulih dengan cepat.

"Ada beberapa cara untuk menyelesaikan dalam situasi seperi itu, seperti mengkarantina mereka di dalam kandang; menghubungi kerabat pemilik atau melibatkan organisasi sosial untuk merawat mereka sampai pemiliknya pulih," kata Dr Vu.

Baca juga:

'Mentalitas perang'

Vietnam dipuji atas keberhasilannya menangani virus pada awal pandemi, yang menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), negara itu merespons dengan cepat dan pelacakan kontak yang meluas.

Namun demikian varian Delta membuat negara itu bertekuk lutut.

Dilaporkan ada 840.000 kasus dan lebih dari 20.000 kematian secara total. Sebagian kasus yang terdeteksi terjadi selama adanya gelombang terbaru.

Vietnam telah bekerja keras dalam upaya pengendalian virus, walaupun Perdana Menteri (PM) Pham Minh Chinh mengatakan pada bulan lalu bahwa harus ada rencana agar masyarakat siap "hidup dengan virus".

Banyak orang telah didakwa dan dihukum karena menyebarkan virus, dan beberapa diantaranya dihukum penjara selama lima tahun.

Bulan lalu, sebuah video menunjukkan sejumlah petugas polisi mendobrak sebuah flat di selatan Provinsi Binh Duong, yang kemudian menjadi viral.

Mereka menyeret keluar seorang perempuan yang diduga terpapar Covid agar melakukan tes ketika putranya yang masih kecil menangis.

Kejadian ini melahirkan gelombang reaksi dari publik.

Baca juga:

Bagaimanapun, keputusan pihak berwenang untuk memusnahkan hewan peliharaan itu tidak mengejutkan, kata pengamat Le Anh.

"Pemerintah Vietnam telah menempatkan prioritas tertinggi dalam perang melawan virus corona.

"Ada slogan 'Melawan pandemi ini seperti melawan musuh'. Artinya negara sedang berperang. Anda tidak dapat mengharapkan perilaku rasional dan manusiawi selama perang," katanya.

Hal tersulit bagi Pham adalah dia mengetahui bahwa hewan kesayangannya telah dibunuh oleh orang lain.

Dia bertekad untuk meminta pertanggungjawaban pihak berwenang.

"Saya membesarkan anak-anak saya selama sekitar enam tahun, saya pasti menginginkan keadilan untuk anak-anak saya," katanya dari rumah sakit.

Laporan tambahan oleh Tran Vo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

7 Tips Mudik Aman Bawa Hewan Peliharaan, Anti Stres saat Perjalanan

7 Tips Mudik Aman Bawa Hewan Peliharaan, Anti Stres saat Perjalanan

Lifestyle | Sabtu, 14 Maret 2026 | 13:00 WIB

Tren Hunian Pet Friendly di Jakarta: Apa yang Harus Diperhatikan?

Tren Hunian Pet Friendly di Jakarta: Apa yang Harus Diperhatikan?

Lifestyle | Selasa, 03 Maret 2026 | 05:25 WIB

Studi Global: Kedekatan dengan Hewan Bantu Anak Perempuan Lebih Kreatif dan Percaya Diri

Studi Global: Kedekatan dengan Hewan Bantu Anak Perempuan Lebih Kreatif dan Percaya Diri

Lifestyle | Sabtu, 28 Februari 2026 | 11:23 WIB

Mengapa Kucing dan Anjing Makan Rumput? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Mengapa Kucing dan Anjing Makan Rumput? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Tekno | Rabu, 17 Desember 2025 | 08:40 WIB

Mengapa Kucing Lebih Sering Mengeong ke Pemilik Pria?

Mengapa Kucing Lebih Sering Mengeong ke Pemilik Pria?

Lifestyle | Selasa, 16 Desember 2025 | 14:28 WIB

Tinggal di Apartemen? Ini 7 Hewan Peliharaan yang Cocok untuk Anda

Tinggal di Apartemen? Ini 7 Hewan Peliharaan yang Cocok untuk Anda

Your Say | Kamis, 04 Desember 2025 | 17:28 WIB

Studi Ungkap Anjing Bisa Hafal Ratusan Nama Benda Berkat Rasa Ingin Tahu

Studi Ungkap Anjing Bisa Hafal Ratusan Nama Benda Berkat Rasa Ingin Tahu

Tekno | Rabu, 03 Desember 2025 | 11:23 WIB

Studi Ungkap Pemilik Peliharaan Sering Percaya Anjing dan Kucingnya Punya Emosi

Studi Ungkap Pemilik Peliharaan Sering Percaya Anjing dan Kucingnya Punya Emosi

Tekno | Senin, 01 Desember 2025 | 14:47 WIB

Termasuk Kapibara, 7 Hewan Ini Punya Penampilan Unik Tapi Sifatnya Super Lembut

Termasuk Kapibara, 7 Hewan Ini Punya Penampilan Unik Tapi Sifatnya Super Lembut

Your Say | Rabu, 12 November 2025 | 16:47 WIB

Bukan Cuma Kebetulan: Sains Buktikan Anjing dan Kucing Bisa 'Membaca' Perasaanmu

Bukan Cuma Kebetulan: Sains Buktikan Anjing dan Kucing Bisa 'Membaca' Perasaanmu

Your Say | Minggu, 09 November 2025 | 12:15 WIB

Terkini

Mantan Direktur FBI Robert Mueller Tutup Usia, Donald Trump: Saya Senang Dia Mati!

Mantan Direktur FBI Robert Mueller Tutup Usia, Donald Trump: Saya Senang Dia Mati!

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 12:49 WIB

Influencer Inggris Jadi Buzzer Pemerintah? Pamer Bikini Tutupi Realita Perang Iran

Influencer Inggris Jadi Buzzer Pemerintah? Pamer Bikini Tutupi Realita Perang Iran

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 12:35 WIB

Ketegangan Selat Hormuz Memuncak: Ultimatum Trump Picu Ancaman Balasan dari Teheran

Ketegangan Selat Hormuz Memuncak: Ultimatum Trump Picu Ancaman Balasan dari Teheran

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 12:18 WIB

Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban

Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 11:08 WIB

Berbagi Berkah Ramadan, Driver ShopeeFood Kompak Masak untuk Anak-Anak Panti Asuhan

Berbagi Berkah Ramadan, Driver ShopeeFood Kompak Masak untuk Anak-Anak Panti Asuhan

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 10:06 WIB

Jangkauan Rudal Iran Kejutkan Dunia, Kota di Israel Luluh Lantak

Jangkauan Rudal Iran Kejutkan Dunia, Kota di Israel Luluh Lantak

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 08:00 WIB

Fasilitas Natanz Diserang Israel dan AS, Iran Waspada Bencana Nuklir

Fasilitas Natanz Diserang Israel dan AS, Iran Waspada Bencana Nuklir

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 06:59 WIB

Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah

Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:25 WIB

Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis

Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:21 WIB

Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan

Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:15 WIB