alexametrics

Niat Mandi Wajib Setelah Berhubungan Badan dan Haid, Lengkap dengan Tata Caranya

Rifan Aditya
Niat Mandi Wajib Setelah Berhubungan Badan dan Haid, Lengkap dengan Tata Caranya
niat mandi wajib setelah berhubungan badan dan haid - Ilustrasi Mandi. (Pixabay/PublicDomainPictures)

Berikut ini niat mandi wajib setelah berhubungan badan dan haid.

Suara.com - Mandi wajib setelah berhubungan badan maupun haid merupakan hal yang wajib. Lalu bagaimana niat mandi wajib setelah berhubungan badan dan haid?

Berhubungan badan dan haid merupakan hadas besar yang wajib untuk bersuci dengan melakukan mandi wajib. Meskipun sama-sama hadas besar tapi niat mandi wajib yang dibaca berbeda.

Dalam artikel ini, Suara.com akan menunjukkan perbedaan pada bacaan niat mandi wajib setelah berhubungan badan dan haid.

Sebelumnya perlu diketahui bahwa perintah untuk mandi wajib telah difirmankan dalam Al-Quran Surat Al-Maidah ayat 6 yang berbunyi:

Baca Juga: Bacaan Niat Mandi Setelah Haid Lengkap Dengan Tata Caranya

“Wa ing kuntum junuban fattahharu”

Artinya: Jika kamu junub, maka mandilah

Jika mandi wajib atau mandi junub tidak dilakukan, maka dilarang untuk melaksanakan sholat, berdiam diri di masjid, melakukan thawaf, menyentuh dan membaca Al-Quran. Oleh karena itu, setiap muslim wajib menghilangkan hadas besar tersebut.

Larangan tersebut telah tercantum dalam Al-Quran Surat An-Nisa ayat 43, Allah SWT berfirman yang artinya:

“Wahai orang yang beriman! Janganlah kamu mendekati salat ketika kamu dalam keadaan mabuk, sampai kamu sadar apa yang kamu ucapkan, dan jangan pula (kamu hampiri masjid ketika kamu) dalam keadaan junub kecuali sekedar melewati jalan saja, sebelum kamu mandi (mandi junub).

Baca Juga: Tata Cara dan Bacaan Latin Doa Mandi Wajib yang Benar dan Lengkap!

Adapun jika kamu sakit atau sedang dalam perjalanan atau sehabis buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, sedangkan kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Sungguh, Allah Maha Pemaaf, Maha Pengampun.” (QS. An-Nisa: 43)

Komentar