alexametrics

Gatot Nurmantyo Sebut Kebijakan Pemerintah Gagal Berpihak Pada Rakyat Miskin

Dwi Bowo Raharjo | Stephanus Aranditio
Gatot Nurmantyo Sebut Kebijakan Pemerintah Gagal Berpihak Pada Rakyat Miskin
Gatot Nurmantyo soal KLB Demokrat dan Moeldoko (Instagram/Nurmantyo_Gatot).

Gatot menyoroti orang-orang kaya di Indonesia yang justru menjadi lebih kaya pada masa pandemi Covid-19 ini.

Suara.com - Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo menyebut manfaat dari kekayaan sumber daya alam Indonesia hanya dinikmati oleh orang-orang kaya saja.

Sementara rakyat biasa dan orang-orang miskin hanya menjadi buruh dengan pendapatan minim yang membuat kondisi sosial ekonomi semakin kontras dan berlawanan dengan Pasal 33 UUD 1945.

"Kekayaan SDA hanya dikuasai oleh sekelompok kecil masyarakat dengan penguasaan luas lahan pertambangan dan perkebunan yang sangat besar, masyarakat sebagai pemilik SDA tersebut hanya menjadi buruh yang mendapatkan upah minimum," kata Gatot dalam diskusi virtual FNN soal 7 Tahun Pemerintahan Jokowi, Rabu (20/10/2021).

Dia menyoroti orang-orang kaya di Indonesia yang justru menjadi lebih kaya pada masa pandemi Covid-19 ini, sementara rakyat terus berjuang hidup.

Baca Juga: 2 Tahun Jokowi-Maruf, Demokrat: Kondisi Politik dan Demokrasi Terus Memburuk!

"Jumlah orang super kaya Indonesia dengan kekayaan lebih dari 100 juta USD atau Rp 1,4 triliun jumlahnya naik 22,29 persen dari tahun 2019, ini sangat luar biasa, kondisi ini sangat kontras dan ironis," tuturnya.

Menurutnya, hal ini membuktikan bahwa pemerintah hanya berpihak pada orang kaya daripada rakyat miskin dan masyarakat umum.

"Kebijakan fiskal gagal berpihak pada masyarakat umum dan penduduk miskin, tetapi lebih memanjakan orang kaya dan super kaya," pungkas Gatot.

Komentar