Turki Tangkap 15 Anggota Jaringan Spionase Dinas Rahasia Israel Mossad

Siswanto, BBC

Jum'at, 22 Oktober 2021 | 09:58 WIB
Turki Tangkap 15 Anggota Jaringan Spionase Dinas Rahasia Israel Mossad
BBC

Suara.com - Turki menangkap 15 orang yang digambarkan anggota jaringan mata-mata dinas rahasia Israel, Mossad, yang diduga melakukan tindakan mata-mata terhadap lawan-lawan Israel dan mahasiswa asing di negara tersebut.

Menurut surat kabar Turki, Daily Sabah, agen-agen yang bekerja untuk Mossad ini telah dipantau selama satu tahun.

Kelima belas anggota jaringan ditangkap di lokasi rahasia di empat provinsi di Turki pada 7 Oktober, namun informasi penangkapan ini baru diumumkan secara terbuka pada Kamis (21/10).

Operasi untuk menangkap anggota jaringan mata-mata ini didukung oleh tak kurang dari 200 aparat.

Menurut informasi, anggota jaringan mata-mata tersebut mengirim informasi kepada Mossad, tentang mahasiswa-mahasiswa asing di perguruan-perguruan tinggi Turki, terutama yang diperkirakan akan bekerja di kementerian pertahanan di masa mendatang.

Baca juga:

Berdasarkan investigasi, ada satu sel yang dianggap penting, karena sel ini mendapat tugas mengontak perwira lapangan Mossad dan bertemu dengan agen-agen Mossad di luar negeri, kata Daily Sabah.

Disebutkan, dalam pertemuan ini, informasi dan dokumen yang dianggap penting bagi Israel diserahkan kepada perwira Mossad.

Dinas rahasia Israel membayar, dengan nilai bervariasi, atas penyediaan informasi tentang kondisi orang-orang Palestina yang tinggal di Turki. Nilai pembayaran dilaporkan mencapai puluhan ribu dolar.

baca juga

Informasi lain yang dikirim ke agen-agen Mossad adalah siapa saja orang Palestina yang berkuliah di universitas-universitas di Turki dan fasilitas apa saja yang mereka dapatkan.

Informasi ini dipakai untuk menyusun profil untuk kemudian dikirim ke para pejabat Mossad di luar negeri, melalui program daring yang terenkripsi.

Jaringan mata-mata ini juga dikatakan mengumpulkan informasi tentang perkumpulan dan organisasi di Turki dan membagi informasi ini dengan Mossad.

Beberapa anggota jaringan dilaporkan hilang "untuk memudahkan kerja mereka", namun modus ini bisa diendus oleh dinas intelijen Turki.

Saat ini 15 anggota jaringan mata-mata tersebut sedang diinterogasi, dan begitu rampung, berkasnya akan dilimpahkan ke pengadilan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Awal Retaknya Hubungan Trump - Netanyahu, Skenario Rahasia Mossad yang Gagal

Awal Retaknya Hubungan Trump - Netanyahu, Skenario Rahasia Mossad yang Gagal

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 12:47 WIB

Terkini

Raih Gelar di Olimpiade Catur 2026, Laysa Latifah Dapat Bonus Rp50 Juta dari Percasi Jakarta

Raih Gelar di Olimpiade Catur 2026, Laysa Latifah Dapat Bonus Rp50 Juta dari Percasi Jakarta

Sport | Minggu, 04 Oktober 2026 | 03:43 WIB

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:09 WIB

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:38 WIB

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bola | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:35 WIB

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Surakarta | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:05 WIB

×