Sindiran Balik Demokrat Usai Sekjen PDIP Sebut Pemimpin Sebelum Jokowi Kebanyakan Rapat

Bangun Santoso, Novian Ardiansyah

Jum'at, 22 Oktober 2021 | 12:56 WIB
Sindiran Balik Demokrat Usai Sekjen PDIP Sebut Pemimpin Sebelum Jokowi Kebanyakan Rapat
Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat, Kamhar Lakumani. (Foto: kbr.id)

Suara.com - Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani merespons pernyataan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang menyinggung era pemerintah sebelum Presiden Jokowi. Hasto menyebut, pemerintahan sebelum Jokowi lebih banyak rapat, tapi tidak mengambil keputusan.

Menurut Kamhar, pernyataan Hasto tentang cara pengambilan keputusan presiden terdahulu sebelum Jokowi yang disebut kebanyakan rapat tapi tidak mengambil keputusan salah sasaran. Ia berujar, tidak tepat jika pernyataan itu ditujukan Hasto kepada pemerintahan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono.

"Entahlah jika itu dimaksudkan kepada presiden terdahulu sebelum pak SBY. Merujuk pada testimoni pak JK yang pernah menjadi Wakil Presiden pak SBY dan juga pernah menjadi Wapres pak Jokowi, bahwa di zaman SBY lebih ringkas, lebih terarah, dan lebih cepat dalam mengambil keputusan. Kalau zamannya pak Jokowi, semua soal dirapatkan. Jadi dalam seminggu rapatnya bisa empat sampai lima kali," kata Kamhar kepada wartawan, Jumat (22/10/2021).

Kamhar mengatakan, menjadi wajar jika kepemimpinan SBY lebih efektif dan lebih cepat dalam pengambilan keputusan. Ia berujar hal itu tidak terlepas dari rekam jejak SBY yang memang sudah terbiasa dan terlatih menjadi pemimpin, termasuk saat menjadi taruna Akmil.

Tak hanya itu, SBY disebutnya juga memiliki latar belakang pendidikan sebagai Master of Art dari Management Webster University AS dan Doktor dalam bidang Ekonomi Pertanian dari IPB.

"Jadi dalam hal kepemimpinan, kemampuan pengambilan keputusan, kecepatan dan kualitas keputusan, pak SBY di atas rata-rata dan ini telah dibuktikan dengan 10 tahun kepemimpinannya telah menghantarkan Indonesia pada banyak capaian dan kemajuan," katanya.

Kamhar justru balik menyindir Hasto yang dianggap tidak tahu realita ihwal kepemimpinan era SBY.

"Jadi sekali lagi, kalau yang dimaksudkan Hasto adalah pak SBY, bukan hanya salah alamat. Mungkin Hasto sebelum pemerintahan pak Jokowi hanya hidup di alam mimpi, tak mengenal realita. Karenanya mengutip dan memodifikasi yang lagi viral dan kekinian di media sosial. Hei Hasto, bangun, ko tidor terlalu miring, bangun. Nanti ko pe otak juga ikutan miring," tandasnya.

Pernyataan Hasto Kristiyanto

baca juga

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto, membanggakan Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang mendapat apresiasi dunia terkait dengan penanganan pandemi Covid-19. Menurutnya, Jokowi merupakan pemimpin yang berbeda, ia justru membandingkan dengan pemerintahan sebelumnya.

Hasto awalnya menyatakan, adanya apresiasi yang diterima Jokowi PDIP sebagai partai pengusung mengaku bangga. Menurutnya, Jokowi sebagai pemimpin turun ke bawah, melihat akar persoalan pokok dari Covid-19 mencari solusi dimulai dari refocusing anggaran, kebijakan penyeimbang antara pembatasan sosial dan pertumbuhan ekonomi serta terdepan dalam pengadaan vaksin.

Kemudian Hasto menilai Jokowi berbeda dengan pemimpin yang lain di mana disebut lebih punya kelebihan. Ia kemudian membandingkan dengan kepemimpinan pemerintahan 10 tahun sebelum Jokowi yang disebut terlalu banyak rapat tak ada keputusan.

"Pak Jokowi punya kelebihan dibanding pemimpin yang lain. Beliau adalah sosok yang turun ke bawah, yang terus memberikan direction, mengadakan ratas (rapat kabinet terbatas) dan kemudian diambil keputusan di rapat kabinet terbatas. Berbeda dengan pemerintahan 10 tahun sebelumnya, terlalu banyak rapat tidak mengambil keputusan," kata Hasto saat membuka Webinar Penganggaran Desa Wisata Perancangan Kebijakan Penganggaran Desa Wisata di kantor DPP PDIP, Kamis (21/10/2021).

Menurut Hasto, Jokowi setiap mengadakan rapat selalu mengambil keputusan yang bisa dijabarkan dalam perspektif koordinasi antara pusat dan daerah.

Ia kemudian mencontohkan Jokowi bersama para pembantunya antara lain Menteri Luar Negeri, Menteri BUMN, Menteri Kesehatan, sebagai satu kesatuan tim kesatuan tim negosiator sehingga akhirnya Indonesia bisa mendapatkan vaksin. Dilanjutkan percepatan di dalam melakukan gerakan vaksinasi yang dilakukan seluruh elemen negara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

CEK FAKTA: Jokowi Nyatakan Berminat Jadi Presiden Tiga Periode, Benarkah?

CEK FAKTA: Jokowi Nyatakan Berminat Jadi Presiden Tiga Periode, Benarkah?

News | Jum'at, 22 Oktober 2021 | 11:59 WIB

Jokowi: Indonesia Harus Jadi Pemain Utama Ekonomi Syariah dan Industri Halal di Dunia

Jokowi: Indonesia Harus Jadi Pemain Utama Ekonomi Syariah dan Industri Halal di Dunia

News | Jum'at, 22 Oktober 2021 | 11:44 WIB

Jokowi Ucapkan Selamat Hari Santri, Wapres Maruf: Ini Momentum Kebangkitan Bagi Pesantren

Jokowi Ucapkan Selamat Hari Santri, Wapres Maruf: Ini Momentum Kebangkitan Bagi Pesantren

News | Jum'at, 22 Oktober 2021 | 11:08 WIB

Soal Sanksi WADA, Jokowi Akhirnya Panggil Menpora dan LADI ke Istana

Soal Sanksi WADA, Jokowi Akhirnya Panggil Menpora dan LADI ke Istana

Sport | Jum'at, 22 Oktober 2021 | 10:02 WIB

BEM SI Tunggu Respons Istana soal  12 Tuntutan Lewat Buku Jokowi Last Season

BEM SI Tunggu Respons Istana soal 12 Tuntutan Lewat Buku Jokowi Last Season

Video | Jum'at, 22 Oktober 2021 | 05:00 WIB

Demo Tujuh Tahun Jokowi, Moeldoko Terima Dokumen 12 Tuntutan BEM SI

Demo Tujuh Tahun Jokowi, Moeldoko Terima Dokumen 12 Tuntutan BEM SI

Riau | Jum'at, 22 Oktober 2021 | 06:55 WIB

Sambut Hari Santri, Ganjar Gelar Jateng Bershalawat Secara Virtual

Sambut Hari Santri, Ganjar Gelar Jateng Bershalawat Secara Virtual

Jawa Tengah | Kamis, 21 Oktober 2021 | 22:51 WIB

Terkini

Ditopang Bisnis Film, Emiten RAAM Pangkas Kerugian

Ditopang Bisnis Film, Emiten RAAM Pangkas Kerugian

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 08:11 WIB

Indonesia Negara Maritim, tetapi Makan Lobster Harus Menunggu Kaya

Indonesia Negara Maritim, tetapi Makan Lobster Harus Menunggu Kaya

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 08:10 WIB

Kisah Darwati, Agen BRILink yang Dekatkan Layanan Perbankan hingga Pelosok Kabupaten Semarang

Kisah Darwati, Agen BRILink yang Dekatkan Layanan Perbankan hingga Pelosok Kabupaten Semarang

Jawa Tengah | Senin, 02 November 2026 | 08:06 WIB

Belajar dari Kasus Madiun: Mengapa Orang 'Pintar' Seperti Dwi Bagus Bisa Berbuat Sadis?

Belajar dari Kasus Madiun: Mengapa Orang 'Pintar' Seperti Dwi Bagus Bisa Berbuat Sadis?

News | Senin, 02 November 2026 | 08:05 WIB

Banjir Luapan Dua Sungai Rendam 17 Desa di Aceh Barat

Banjir Luapan Dua Sungai Rendam 17 Desa di Aceh Barat

Foto | Senin, 02 November 2026 | 08:00 WIB

Dugaan Korupsi Batu Bara Perumda Varia Niaga Samarinda, Negara Rugi Rp30,9 Miliar

Dugaan Korupsi Batu Bara Perumda Varia Niaga Samarinda, Negara Rugi Rp30,9 Miliar

Kaltim | Senin, 02 November 2026 | 07:53 WIB

Buka Peringatan Hari Pahlawan 2026, Wamensos Agus Jabo Serukan Semangat Melanjutkan Perjuangan

Buka Peringatan Hari Pahlawan 2026, Wamensos Agus Jabo Serukan Semangat Melanjutkan Perjuangan

News | Senin, 02 November 2026 | 07:52 WIB

6 Flatshoes Ujung Runcing yang Bikin Kaki Terlihat Lebih Jenjang

6 Flatshoes Ujung Runcing yang Bikin Kaki Terlihat Lebih Jenjang

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 07:50 WIB

Bukannya Dapat Penghargaan, 7 Polisi Penangkap 3 Legislator Gerindra Malah 'Dibuang' ke Polsek

Bukannya Dapat Penghargaan, 7 Polisi Penangkap 3 Legislator Gerindra Malah 'Dibuang' ke Polsek

Jatim | Senin, 02 November 2026 | 07:37 WIB

Berapa Kali Thinwall Boleh Dipakai? Kenali Tanda Kapan Harus Dibuang

Berapa Kali Thinwall Boleh Dipakai? Kenali Tanda Kapan Harus Dibuang

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 07:35 WIB

×