Cangkok Ginjal Babi ke Manusia yang Sudah Alami Kematian Otak Sukses di AS

Siswanto, BBC

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 14:39 WIB
Cangkok Ginjal Babi ke Manusia yang Sudah Alami Kematian Otak Sukses di AS
BBC

Suara.com - Sekelompok dokter bedah di Amerika Serikat mengatakan mereka telah sukses mentransplantasikan ginjal babi pada pasien manusia - suatu terobosan yang mereka harap dapat mengatasi masalah kekurangan organ donor.

Pasien penerima sudah mengalami kematian otak, yang berarti ia dibantu bertahan hidup oleh mesin dan tidak ada prospek akan pulih kembali.

Ginjal tersebut berasal dari babi yang telah dimodifikasi secara genetik untuk mencegah organ itu dikenali tubuh manusia sebagai objek "asing" dan ditolak.

Eksperimen ini belum dipublikasikan atau melalui kajian sesama sejawat (peer-review), tapi sudah ada rencana untuk itu.

Baca juga:

Para pakar berkata eksperimen ini adalah yang paling canggih di bidangnya sejauh ini.

Uji coba serupa telah dilakukan pada primata non-manusia, tapi belum pernah pada manusia, sampai sekarang.

Namun menggunakan organ babi untuk transplantasi bukanlah ide baru. Katup jantung dari babi sudah banyak digunakan pada manusia.

Dan, ukuran organ babi sangat cocok dengan tubuh manusia.

baca juga

Selama operasi yang berlangsung selama dua jam di pusat medis University Langone Health, para dokter bedah menghubungkan ginjal babi donor ke pembuluh darah penerima yang mati suri untuk mengecek apakah organ tersebut dapat berfungsi dengan normal, atau ditolak.

Selama dua setengah hari setelahnya mereka mengamati ginjal tersebut dengan teliti serta melakukan berbagai pemeriksaan dan tes.

Peneliti utama Dr. Robert Montgomery berkata kepada BBC: "Kami mengamati sebuah ginjal yang pada dasarnya berfungsi seperti ginjal manusia, yang tampaknya cocok karena ia menjalankan semua tugas yang dijalankan oleh ginjal manusia normal."

"Transplantasi berfungsi dengan normal, dan tampaknya tidak mengalami penolakan."

Para dokter mentransplantasikan sebagian kecil kelenjar thymus si babi, bersama ginjalnya. Mereka berpikir organ ini dapat membantu mencegah tubuh manusia menolak ginjal tersebut dalam jangka panjang dengan membersihkan sel-sel imun liar yang dapat melawan jaringan babi.

Sebagai penerima cangkok jantung, Dr Montgomery berkata ada kebutuhan mendesak untuk menemukan organ bagi orang-orang dalam daftar tunggu, meskipun ia mengakui eksperimennya ini kontroversial.

"Paradigma tradisional bahwa seseorang harus mati supaya orang lain bisa hidup itu akan ketinggalan zaman.

"Saya memahami kekhawatiran [terkait eksperimen ini] dan saya akan bilang saat ini sekitar 40% pasien yang menunggu untuk cangkok organ meninggal dunia sebelum mereka menerimanya.

"Kita menggunakan babi sebagai sumber makanan, kita menggunakan babi untuk keperluan pengobatan - untuk katup jantung, untuk obat. Saya rasa ini tidak jauh berbeda."

Ia berkata penelitiannya masih dalam tahap awal dan masih diperlukan lebih banyak studi, namun menambahkan: "Ini memberi kami, saya rasa, kepercayaan diri baru bahwa akan baik-baik saja untuk memindahkan [prosedur] ini ke klinik."

Keluarga pasien penerima, yang ingin menjadi donor organ, memberi izin untuk operasi tersebut.

Regulator obat AS, FDA telah menyetujui penggunaan organ babi yang dimodifikasi secara genetik untuk penelitian seperti ini.

Dr Montgomery percaya bahwa dalam satu dekade, organ babi lainnya - jantung, paru-paru dan hati - dapat diberikan kepada manusia yang membutuhkan transplantasi.

Dr Maryam Khosravi, seorang dokter ginjal dan perawatan intensif yang bekerja untuk NHS di Inggris, mengatakan: "Pencangkokan organ hewan ke manusia sudah kita pelajari selama puluhan tahun, dan sangat menarik melihat kelompok peneliti ini membuat kemajuan."

Perihal etika, ia berkata: "Hanya karena kita bisa melakukan sesuatu tidak berarti kita harus melakukannya. Saya pikir masyarakat luas perlu menjawab pertanyaan-pertanyaan ini."

Seorang juru bicara unit darah dan transplantasi NHS mengatakan bahwa mencari lebih banyak donor manusia yang cocok masih menjadi prioritas untuk saat ini: "Jalannya masih cukup panjang sebelum transplantasi seperti ini menjadi realita sehari-hari.

"Sementara para peneliti dan dokter terus melakukan yang terbaik untuk meningkatkan peluang hidup bagi pasien transplantasi, kami masih membutuhkan semua orang untuk membuat keputusan mengenai donasi organ mereka serta memberi tahu keluarga apa yang mereka inginkan seandainya donasi organ dimungkinkan."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Towana Looney Cetak Rekor: Hidup 130 Hari dengan Ginjal Babi

Towana Looney Cetak Rekor: Hidup 130 Hari dengan Ginjal Babi

News | Sabtu, 12 April 2025 | 21:10 WIB

Terkini

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:36 WIB

×