Ayatollah Khamenei Desak Dunia Arab Batalkan Normalisasi Dengan Israel

Siswanto, Deutsche Welle

Selasa, 26 Oktober 2021 | 14:11 WIB
Ayatollah Khamenei Desak Dunia Arab Batalkan Normalisasi Dengan Israel
DW

Suara.com - Pemimpin spiritual Iran Ayatollah Ali Khamenei mengklaim pemulihan hubungan diplomasi dengan Israel mencederai persatuan umat Islam, dan mendesak agar normalisasi dibatalkan.

Negara-negara Arab "telah berdosa” menormalisasi hubungan dengan Israel tahun lalu, dan harus membatalkan kebijakan tersebut, kata Ayatollah Ali Khamenei, Minggu (24/10).

Uni Emirat Arab, Bahrain, Sudan, dan Maroko sepakat membuka hubungan dengan Israel di bawah mediasi bekas Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

"Beberapa pemerintahan sayangnya melakukan kesalahan fatal dan berbuat dosa dengan menormalisasi hubungan diplomasi dengan rejim otoriter dan ilegal,” kata dia merujuk kepada Israel.

"Normalisasi bertentangan dengan persatuan Islam, mereka harus segera kembali ke jalan yang benar dan bertanggung jawab atas kesalahan besar ini,” imbuhnya dalam sebuah pidato di acara Maulid Nabi Muhammad di Teheran.

Hingga tahun lalu, hanya Mesir dan Yordania saja yang berhubungan resmi dengan Israel.

"Jika persatuan umat muslim tercapai, masalah Palestina pasti akan bisa diatasi dengan cara terbaik.”

Mei silam, Khamenei menggambarkan Israel sebagai "markas teroris” dan "bukan sebuah negara.”

Iran saat ini sedang menegosiasikan pemulihan Perjanjian Nuklir 2015 yang ditentang Yerusalem.

baca juga

Pergerakan dalam perundingan nuklir

Ucapan Ayatollah, disambut dengan ancaman untuk menciptakan kerugian bernilai "miliaran Dollar AS” dan "respons yang mengejutkan” jika Israel menyerang Iran, kata anggota Dewan Keamanan Nasional, Ali Shamkhani.

Dia merujuk pada laporan media-media Israel yang menulis pemerintah sudah menyiapkan USD 1,5 miliar (Rp 21,2 triliun) untuk menyerang situs nuklir Iran.

Sejak awal, negeri Yahudi itu sudah melobi untuk mencegah AS, Rusia dan Uni Eropa untuk tidak melanjutkan perundingan nuklir di Wina, Austria.

Saat ini, perundingan nuklir Iran rencananya akan dilanjutkan dalam waktu dekat. Namun begitu Iran mempersulit jalannya negosiasi dengan mengucilkan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dari situs-situs nuklirnya.

Kementerian Luar Negeri Prancis menilai ini "saat yang kritis” bagi upaya untuk menyelamatkan perjanjian tersebut.

"Adalah krusial bagi Iran untuk mengakhiri semua bentuk aktivitas yang melanggar perjanjian, dan agar segera kembali menaati butir-butir kesepakatan,” kata juru bicara Kemenli Prancis, Anne-Claire Legendre.

IAEA mengatakan Iran mencegah kunjungan inspeksi atau melarang petugas memasang kamera pengawas di situs nuklirnya.

Menurut Legendre, Uni Eropa dan AS siap menghidupkan kembali perjanjian jika Iran menaati butir kesepakatan.

Pekan lalu, PM Israel Naftali Bennett menyambangi Rusia untuk melobi Putin soal program nuklir Iran.

Dia mewanti-wanti terhadap perlombaan senjata di Timur Tengah jika Iran dibiarkan menguasai senjata nuklir. rzn/pkp (afp,rtr)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Inovasi Terbaru Kecantikan Wajah, Volulift 2.0 Resmi Diperkenalkan

Inovasi Terbaru Kecantikan Wajah, Volulift 2.0 Resmi Diperkenalkan

Foto | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:17 WIB

Transisi Pelayaran Rendah Emisi, BKI Dorong Penggunaan Bahan Bakar Alternatif

Transisi Pelayaran Rendah Emisi, BKI Dorong Penggunaan Bahan Bakar Alternatif

Foto | Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:20 WIB

Rayakan HUT ke-19, Simgroup Tegaskan Komitmen Transformasi

Rayakan HUT ke-19, Simgroup Tegaskan Komitmen Transformasi

Foto | Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:00 WIB

Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif

Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 00:04 WIB

Munas VI APKLI-P Siap Digelar, Persiapan Capai 80 Persen dan Bakal Dihadiri 1.000 Peserta

Munas VI APKLI-P Siap Digelar, Persiapan Capai 80 Persen dan Bakal Dihadiri 1.000 Peserta

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 05:05 WIB

Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta

Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta

Entertainment | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD

Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Perdana Digelar, hIPlay Playground Jadi Panggung IP Lokal

Perdana Digelar, hIPlay Playground Jadi Panggung IP Lokal

Foto | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 13:00 WIB

Paradoks Jajanan SD versus MBG: Mengapa Proyek Besar Justru Rawan Keracunan?

Paradoks Jajanan SD versus MBG: Mengapa Proyek Besar Justru Rawan Keracunan?

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:15 WIB

28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu

28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Terkini

Ada Jejak Indonesia di Gua Australia, Dua Lukisan Kapal Jadi Kunci Misteri Ratusan Tahun

Ada Jejak Indonesia di Gua Australia, Dua Lukisan Kapal Jadi Kunci Misteri Ratusan Tahun

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:50 WIB

Mengerikan! Rekaman Banjir Bandang di Himalaya Tewaskan 98 Orang, Lebih dari 400 Hilang

Mengerikan! Rekaman Banjir Bandang di Himalaya Tewaskan 98 Orang, Lebih dari 400 Hilang

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Tim Alfa TNI Sudah Terjun ke Way Kambas, Apakah Juga Dikerahkan ke Karhutla Sumsel?

Tim Alfa TNI Sudah Terjun ke Way Kambas, Apakah Juga Dikerahkan ke Karhutla Sumsel?

Sumsel | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:38 WIB

Bisnis Tiba-Tiba Viral? Ini Tantangan yang Menunggu di Balik Lonjakan Pesanan

Bisnis Tiba-Tiba Viral? Ini Tantangan yang Menunggu di Balik Lonjakan Pesanan

Lifestyle | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:33 WIB

Saya Kurang Tidur! 3 Kata Pelatih Thailand Usai Gagal Juara Piala AFF 2026

Saya Kurang Tidur! 3 Kata Pelatih Thailand Usai Gagal Juara Piala AFF 2026

Bola | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:27 WIB

Wali Murid SDIP Pamulang Murka, Sebut Rektor UIN Syarif Hidayatullah Tak Cerminkan Sosok Pendidik

Wali Murid SDIP Pamulang Murka, Sebut Rektor UIN Syarif Hidayatullah Tak Cerminkan Sosok Pendidik

Banten | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:27 WIB

PLN ULP Ampera Jadwalkan Pemadaman Listrik 3 Jam, Cek Wilayah Terdampak

PLN ULP Ampera Jadwalkan Pemadaman Listrik 3 Jam, Cek Wilayah Terdampak

Sumsel | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Muktamar NU ke-35 Memanas, 6 Kritik Tajam dari Halaqah Ulama Jombang untuk Kepemimpinan PBNU

Muktamar NU ke-35 Memanas, 6 Kritik Tajam dari Halaqah Ulama Jombang untuk Kepemimpinan PBNU

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:19 WIB

Drama! Vietnam Juara Piala AFF 2026 Meski Pemain Thailand Cetak 4 Gol

Drama! Vietnam Juara Piala AFF 2026 Meski Pemain Thailand Cetak 4 Gol

Bola | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:17 WIB

PTBA Borong Empat Penghargaan ISEA 2026, Tegaskan Transformasi Keselamatan Kerja

PTBA Borong Empat Penghargaan ISEA 2026, Tegaskan Transformasi Keselamatan Kerja

Sumsel | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:16 WIB

×