alexametrics

Puluhan Warga Koja Keracunan, BPOM Turun Tangan Periksa Nasi Kotak dari PSI

Agung Sandy Lesmana | Fakhri Fuadi Muflih
Puluhan Warga Koja Keracunan, BPOM Turun Tangan Periksa Nasi Kotak dari PSI
Puluhan Warga Koja Keracunan, BPOM Turun Tangan Periksa Nasi Kotak dari PSI. Ilustrasi nasi kotak. [Antara/Ardiansyah Kumala]

Kali ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) ikut turun tangan mengatasi kasus tersebut.

Suara.com - Kasus puluhan warga di Koja, Jakarta Utara yang mengalami keracunan karena memakan nasi kotak dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memasuki babak baru. Kali ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) ikut turun tangan mengatasi kasus tersebut.

Hal ini dikatakan oleh Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, Yudi Dimyati. BPOM disebutnya ikut memeriks nasi kotak dari PSI yang diduga menjadi penyebab puluhan warga di Koja keracunan.

"BPOM bersama puskesmas ke lokasi, sambil ambil sampel bahan bahannya untuk diperiksa," ujar Yudi saat dikonfirmasi, Rabu (27/10/2021).

Pihak BPOM disebut Yudi sudah datang dan msngambil sampel makanan pemberian PSI sejak Senin, 25 Oktober lalu. Hingga kini belum ada pengumuman resmi dari BPOM tentang hasil penelitiannya itu.

Baca Juga: Puluhan Warga Koja Keracunan Nasi Kotak, PSI: Kami Tak Akan Lari

"Kami nunggu juga dari BPOM. Kita diinfokan. Dulu-dulu juga pernah kejadian, makanan kadaluarsa, BPOM turun dan kita diinfokan juga," jelasnya.

Ketua DPW PSI DKI Jakarta Michael Victor Sianipar mengatakan, nasi kotak yang dibagikan merupakan pemberian dari banyak pihak yang menyumbangkan kepada mereka. Mulai dari warga hingga Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

"Kami membagikan dan menghimpun dukungan program rice box ini dari publik, bekerjasama dengan warung-warung dan UMKM," ujar Michael saat dikonfirmasi, Senin (25/10/2021).

Michael menyebut pihaknya sudah sejak lama menjalankan program pembagian nasi kotak ini. Bahkan sudah 300 ribu makanan dibagikan di seluruh Indonesia.

"Rice boks PSI esensinya adalah mendukung UMKM yang terdampak pandemi dan kami membeli makanan dari UMKM agar ekonomi kerakyatan semakin menggeliat," katanya.

Baca Juga: BPOM Tegaskan Belum Ada Risiko Kesehatan Terkait Mikroplastik

Mengenai kejadian keracunan itu Michael menyatakan mewakili PSI memohon maaf dan berharap makanan yang dibagikan itu bisa menjadi berkah bagi masyarakat.

Komentar