alexametrics

Lirik Figur Eksternal di Pilpres 2024, PAN Dianggap Realistis

Agung Sandy Lesmana | Bagaskara Isdiansyah
Lirik Figur Eksternal di Pilpres 2024, PAN Dianggap Realistis
Lirik Figur Eksternal di Pilpres 2024, PAN Dianggap Realistis. Ilustrasi pilpres 2024 (dok. istimewa)

"Makanya PAN melirik dari eksternal itu. Logikanya begitu," tuturnya.

Suara.com - Partai Amanat Nasional (PAN) mengaku telah melirik sejumlah figur untuk diusung maju bertarung di Pilpres 2024. Ada nama internal dan juga figur dari eksternal yang diusung seperti Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Ridwan Kamil, Erick Thohir hingga Puan Maharani.

Pengamat Politik Universitas Al-Azhar, Ujang Komarudin, menilai mengusung figur eksternal dirasa pilihan realistis untuk PAN pada Pilpres 2024. Pasalnya, jika dilihat kader-kader di internal PAN sendiri kekinian tidak ada yang mempunyai elektabilitas yang menjanjikan.

"Saya rasa yang eksternal itu lah yang akan dilakukan oleh PAN karena realistis, tidak ada kadernya dan elektabilitasnya juga enggak ada, Sutrisno Bachir berapa elektabilitasnya, sama dengan saya lah nggak ada, nol, ibaratnya gitu," kata Ujang kepada wartawan, Kamis (28/10/2021).

Ujang mengatakan, saat ini di internal PAN sendiri tak ada yang laku untuk dijual ke publik. Jika menyebut nama Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan juga disebutnya belum mempunyai modal elektabilitas yang cukup.

Baca Juga: PAN Lirik Sejumlah Nama untuk Pilpres 2024, Mulai dari Anies, Ganjar, RK hingga Puan

"Makanya PAN melirik dari eksternal itu. Logikanya begitu," tuturnya.

Lebih lanjut, Ujang menilai, PAN sendiri akan memainkan rumus politik dalam mendukung figur untuk maju di Pilpres. Menurutnya, setiap partai yang akan bertarung pasti menginginkan kemenangan.

Untuk itu, PAN disebutnya akan realistis melihat figur yang memiliki modal kuat untuk menang dalam pertarungan.

"Ini rumus di politik, PAN termasuk partai lain akan mendukung mereka yang memiliki elektabilitas tinggi. Kenapa? bertarung itu harus menang jadi mereka yang emiliki elektabilitas tinggi dan berpotensi akan menang dia akan dukung," ungkapnya.

"Ada satu lagi, kalau kalah pun biasanya akan gabung ke pemerintahan  nanti itu rumus-rumus partai politik itu, karena saya lama dekat dengan pimpinan partai, paham sekali logika itu. Jadi dia akan memilih yang menang," sambungnya.

Baca Juga: Gus Yaqut Sebut Kemenag Hadiah untuk NU, Legislator PAN: Tendensius dan Memantik Polemik!

Mulai Lirik Figur Jelang Pilpres

Komentar