facebook

Mulai Desember, Presiden Mesir Minta Kantornya Sudah Dipindahkan ke Ibu Kota Baru

Agung Sandy Lesmana
Mulai Desember, Presiden Mesir Minta Kantornya Sudah Dipindahkan ke Ibu Kota Baru
Presiden Mesir Abdel Fattah Al Sisi. (AFP)

Kota senilai 45 miliar dolar AS tersebut merupakan mega-proyek terbesar yang diluncurkan Sisi sejak menjabat pada 2014.

Suara.com - Presiden Mesir Abdel Fattah Al-Sisi pada Rabu (3/11/2021) telah memerintahkan jajarannya segera memindahkan kantornya bulan depan ke ibukota administratif baru yang luas di luar Kairo.

Mengutip Associated Press, Kamis (4/11/2021), Juru Bicara Kepresidenan Mesir Bassam Rady melaporkan Sisi telah mengarahkan pemerintah untuk memulai masa percobaan enam bulan bekerja dari kompleks baru mulai 1 Desember 2021.

Kota senilai 45 miliar dolar AS tersebut merupakan mega-proyek terbesar yang diluncurkan Sisi sejak menjabat pada 2014.

Kota tersebut dibangun di atas lahan seluas 170.000 hektar sekitar 45 kilometer dari timur Kairo dan hampir dua kali ukurannya. Kota tersebut direncanakan dapat menampung 6,5 juta orang.

Baca Juga: Kisah Hidup Mohamed Salah yang Masuk dalam Kurikulum Sekolah di Mesir

Para kritikus sempat menyebut proyek ibu kota baru sebagai proyek sia-sia dengan alasan biayanya lebih baik digunakan untuk membangun kembali ekonomi yang hancur dan memperbarui Kairo.

Tetapi pemerintah berpendapat bahwa ibu kota baru diperlukan untuk menyerap populasi yang berkembang pesat di Kairo yang diperkirakan akan berlipat ganda menjadi 40 juta orang pada 2050.

Sisi juga mengatakan bahwa ibu kota baru dan proyek lainnya, mulai dari jalan baru dan kompleks perumahan hingga perluasan Terusan Suez, dapat menarik investor dan menciptakan lapangan kerja bagi lebih dari 100 juta penduduk Mesir.

Kota tersebut akan menampung presiden, kabinet, parlemen, dan kementerian. Para perencana kota menjanjikan taman umum sepanjang 21 mil, bandara, gedung opera, kompleks olahraga, dan 20 gedung pencakar langit, termasuk yang tertinggi di benua Afrika.

Harian Al-Ahram yang dikelola negara melaporkan pemerintah telah merencanakan untuk merelokasi 52.300 pegawai pemerintah ke ibu kota baru pada pertengahan 2020, tetapi rencananya tertunda karena pandemi Covid-19.

Baca Juga: Indonesia Teken MoU Produk Ban Dengan Mesir, Capai 20 Juta Dolar AS

Sisi mengatakan awal tahun ini bahwa memindahkan pemerintah ke ibu kota baru akan memberi kabar baru tentang pekerjaan pemerintah modern. Dia mengacu pada teknologi canggih yang digunakan untuk membangun kantor pemerintahan di sana.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar