Talas Bogor, Jawer Kotok, Kemangi dan Waluh di Balkon Jerman

Sabtu, 06 November 2021 | 14:32 WIB
Talas Bogor, Jawer Kotok, Kemangi dan Waluh di Balkon Jerman
DW

”Setiap tanaman itu beda-beda. Jadi misalkan tanaman kamboja yang saya punya ya. Itu saya keluarkan sekitar pertengahan Juni, akhir Juni. Karena kalau misalkan cuacanya di bawah 20 derajat itu daunnya akan kuning,” paparnya.

Gara-gara hobi menanam, Sanusi punya pengalaman unik. "Suatu ketika, saya naik kereta bawah tanah itu, naik metro ya. Lalu, mungkin mereka itu kenal saya, tetapi saya tidak kenal mereka. Begitu saya naik, tiba-tiba ada seorang perempuan, dia sepertinya tinggal di daerah rumah saya. Tiba-tiba ia teriak: Hai, saya kenal kamu! Tiap hari saya selalu lihat kalau kamu lagi menyiram tanaman.”

Teman-teman kita, tetangga, kata dia begitu ya, banyak yang tahu bahwa saya di sini satu-satunya yang punya pohon pisang di atas balkon,” ujarnya sambil tertawa.

Salah satu hal yang mendorong Sanusi giat bercocok tanam tanaman Indonesia antara lain karena meski sudah dua dekade hidup di Jerman, lidahnya masih selera nusantara, katanya.

"Jadi meski sulit menanamnya, saya tetap berusaha. Saya selalu makan masak-masakan Indonesia tentunya. Direbus, dikasih garam sedikit, dikasih sambal, terus tempe, tahu atau rempeyek. Kita sering punya rempeyek di rumah. Saya bikin rebusan bunga labu, bayam, daun ubi. Tinggal ulek sambal, goreng telur ceplok, tambah rempeyek, beri lalapan kemangi dan terong hijau, wow sudah enak!” kata Sanusi seraya mengambil piring dan makan nasi dengan tangan.

Sudah lama Sanusi ingin menyewa kebun dan bergabung dengan asosiasi pekebun "Schrebergarten”.

"Di sini kan banyak tuh, ada perkumpulan budi daya tanaman lokal atau tanaman eksotik. Mudah-mudahan ke depan saya bisa menyewa. Masalahnya, tempatnya ada, tapi belum tentu dapat begitu saja, sulit!”

Ia menjelaskan: "Karena orang lain harus setuju. Ya kalau yang lain tidak setuju, kita tidak dapat. Jangan sampai menanam tanaman yang membawa penyakit, misalnya. Nanti tanaman orang lain bisa kena, begitu. Itu juga harus diteliti, karena itu juga harus ikut aturan, tanaman apa saja yang boleh ditanam. Karena seandainya kita bawa tanaman eksotik dari Indonesia , lalu tanaman itu mengandung parasit. Nah ternyata parasitnya itu menyebar ke orang lain, itu tidak bisa begitu," kata dia.

Baca Juga: Percantik Tampilan Kamar Mandi dengan 4 Tanaman Hias Ini, Mana Favoritmu?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI