Kenang Yu Patmi, Pahlawan Kendeng Cor Kaki Depan Istana

Erick Tanjung, Ria Rizki Nirmala Sari

Rabu, 10 November 2021 | 19:15 WIB
Kenang Yu Patmi, Pahlawan Kendeng Cor Kaki Depan Istana
Puluhan petani dari kawasan Pegunungan Kendeng kembali melakukan aksi protes dengan mengecor kaki menggunakan semen di depan Istana Negara, Jakarta, Kamis (16/3/2017). [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Bertepatan dengan momentum Hari Pahlawan Nasional, Ketua Bidang Manajemen Pengetahuan YLBHI Siti Rahma Mary mengajak masyarakat untuk kembali mengingat perjuangan Patmi atau biasa disapa Yu Patmi. Yu Patmi satu dari puluhan petani yang mengecor kakinya di depan Istana Kepresidenan sebagai bentuk perjuangan melindungi Pegunungan Kendeng Utara, Jawa Tengah dari eksplorasi pabrik semen.

Yu Patmi hanyalah seorang ibu yang berprofesi sebagai petani di Desa Larangan, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Meski begitu, ia tidak takut untuk melakukan perlawanan demi menjaga lingkungan hidup di sekitarnya.

Bersama ibu-ibu lainnya, Yu Patmi kerap melancarkan aksi untuk menolak pembangunan pabrik semen di wilayah Pegunungan Kendeng Utara.

"Sebelum dia berangkat mengocor kaki di depan Istana, beliau ini sudah melakukan beragam aksi dengan para perempuan Kendeng termasuk aksi jalan kaki dari Pati menuju Semarang," kata Rahma dalam diskusi bertajuk; Semangat Patmi Mengadili Perusak Bumi secara virtual, Rabu (10/11/2021).

Perjuangan Yu Patmi kemudian dilanjutkan ke Jakarta, tepat di depan Istana Negara sekitar Maret 2017. Bersama 19 orang dari 55 orang lainnya, Yu Patmi mengecor kakinya sebagai bentuk perlawanan.

Para peserta aksi berhasil menemui Kepala Staf Kepresidenan yang kala itu dijabat Teten Masduki. Namun menurut Rahma tidak ada solusi apapun yang dihasilkan dari pertemuan tersebut.

20 peserta akasi memutuskan untuk pulang ke kampung namun 9 orang memilih untuk tetap menjalankan aksi. Masih ingat betul di ingatan Rahma, saat itu Yu Patmi dilarikan ke rumah sakit setelah melakukan aksi pada Selasa, 21 Maret 2017.

"Waktu Yu Patmi wafat di lantai 1 pas saya menginap di YLBHI," ujarnya.

Meski Yu Patmi sudah tiada, bukan berarti perjuangan rakyat memudar. Justru perjuangan Yu Patmi berdampak dari terus menggeloranya bentuk perlawanan dari masyarakat.

baca juga

Bahkan menurutnya, perjuangan Yu Patmi mengetuk hati para akademisi yang awalnya tidak peduli. Setidaknya sebanyak 300 akademisi menandatangani pernyataan untuk mendukung masyarakat Kendeng.

"Bahkan mereka juga datang ke lokasi untuk melakukan kuliah di lapangan melihat sungai bawah tanah. Kemudian belajar kepada masyarakat akademisi-akademisi yang sebelumnya kita pandang mereka berdiri di menara gading dan tidak mau turun ke lapangan itu benar-benar membuat salut," ujarnya.

Bukan hanya akademisi saja, para ibu-ibu Kendeng juga terus menjalankan aksi untuk membatalkan adanya pembangunan pabrik semen di Pegunungan Kendeng Utara.

"Setelah Yu Patmi meninggal juga gerakan masyarakat tidak berhenti karena kemudian ibu-ibu datang lagi untuk melakukan aksi kemudian mendirikan tenda di depan Istana dan juga mengundang akademisi-akademisi untuk memberikan kuliah di depan Istana."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Duh! Pegunungan Kendeng Gundul, Banjir Bandang Melanda Desa Wonosoco Kabupaten Kudus

Duh! Pegunungan Kendeng Gundul, Banjir Bandang Melanda Desa Wonosoco Kabupaten Kudus

Jawa Tengah | Rabu, 03 November 2021 | 15:21 WIB

Warga Kendeng Pertanyakan Kasus Pembakaran Musala Saat Tolak Pabrik Semen

Warga Kendeng Pertanyakan Kasus Pembakaran Musala Saat Tolak Pabrik Semen

News | Minggu, 10 Februari 2019 | 17:36 WIB

Aksi Petani Kendeng Menabuh Lesung

Aksi Petani Kendeng Menabuh Lesung

Foto | Rabu, 12 April 2017 | 17:00 WIB

Terkini

QRIS BRI Permudah Transaksi UMKM, Pemilik Depot Yamie di Kutoarjo Ini Rasakan Manfaatnya

QRIS BRI Permudah Transaksi UMKM, Pemilik Depot Yamie di Kutoarjo Ini Rasakan Manfaatnya

Bri | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 05:17 WIB

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:43 WIB

×