Pelaku Penyerangan Parade Natal Wisconsin Seharusnya Sedang Dipenjara, Kok Bisa Bebas?

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Selasa, 23 November 2021 | 10:29 WIB
Pelaku Penyerangan Parade Natal Wisconsin Seharusnya Sedang Dipenjara, Kok Bisa Bebas?
Insiden serangan saat parade Natal di Wisconsin pada Minggu (21/11/2021).[Twitter]

Suara.com - Pelaku penyerangan parade Natal di Wisconsin, Amerika Serikat, seharusnya berada di balik jeruji besi karena kasus pembunuhan, namun dibebaskan dengan jaminan yang rendah.

Menyadur New York Post Selasa (23/11/2021), Darrell Brooks, ditangkap setelah sengaja menabrak parade Natal hingga menyebabkan korban jiwa.

Pria 39 tahun tersebut dijatuhi lima dakwaan pembunuhan atas kecelakaan pada hari Minggu (21/11/2021), di Waukesha tersebut. Akibat kecelakaan itu, sedikitnya 48 orang terluka dan lima meninggal dunia.

Menurut dokumen pengadilan Distrik Milwaukee, Brooks seharusnya sedang mendekam di penjara, namun keluar dengan jaminan uang tunai 1.000 dolar (Rp 14 juta).

Brooks diduga meninju ibu dari anaknya dan dengan sengaja menabraknya di tempat parkir pompa bensin Milwaukee pada 2 November.

Dia ditangkap dan didakwa pada hari yang sama setelah dianggap melawan atau menghalangi petugas, membahayakan keselamatan orang, hingga berperilaku tidak tertib.

Kantor Kejaksaan Distrik Milwaukee mengatakan bahwa pihaknya telah meluncurkan penyelidikan internal tentang bagaimana Brooks diberi jaminan yang begitu rendah, mengingat keseriusan dakwaan dan catatan kriminalnya.

"Rekomendasi jaminan negara dalam kasus ini sangat rendah mengingat sifat dari dakwaan baru-baru ini dan dakwaan yang tertunda terhadap Brooks," kata kantor kejaksaan Distrik Milwaukee dalam sebuah pernyataan.

"Rekomendasi jaminan dalam kasus ini tidak konsisten dengan pendekatan Kantor Kejaksaan Distrik Milwaukee terhadap hal-hal yang melibatkan kejahatan kekerasan, juga tidak konsisten dengan penilaian risiko terdakwa sebelum menetapkan jaminan," sambungnya.

baca juga

Brooks juga memiliki kasus lain yang tertunda di Milwaukee di bulan Juli tahun lalu. Ia didakwa atas kepemilikan ilegal senjata api.

Polisi mengatakan mereka mendapat laporan bahwa Brooks menembakkan senjatanya ketika terlibat perselisihan dengan keponakannya pada 24 Juli.

Dalam kasus tersebut, uang jaminannya awalnya ditetapkan sebesar 10.000 dolar (Rp 142,6 juta), namun kemudian dikurangi menjadi 7.500 dolar (Rp 106,9 juta).

Brooks ditahan sebelum persidangan yang dijadwalkan pada bulan Februari, namun dia menuntut agar pengadilan mempercepat prosesnya.

Kantor kejaksaan mengatakan bahwa karena permintaannya tidak dapat dipenuhi, jadi kasusnya ditunda dan jaminannya diturunkan menjadi hanya 500 dolar (Rp 7,1 juta).

Di Wisconsin, seorang terdakwa memiliki hak untuk mengadili kasus pidananya dalam jangka waktu tertentu jika ia memintanya, kata Julius Kim, seorang pengacara dan mantan jaksa yang berbasis di Milwaukee.

"Ada pengecualian untuk aturan ini, tetapi umumnya, persyaratan waktu harus dipatuhi," kata Kim. "Dalam situasi di mana seseorang tetap dalam tahanan karena ketidakmampuan untuk mengirim jaminan, pengadilan harus membebaskan orang itu jika kasusnya tidak diadili pada waktunya."

Kim mengatakan jaminan dalam kasus Brooks yang pertama sebenarnya sering terjadi dan itu disebabkan oleh kendala di pengadilan.

"Sehubungan dengan rendahnya permintaan uang jaminan oleh Negara dalam kasus pada 5 November, saya pikir itu hasil dari ketidaksengajaan, atau mungkin, seorang jaksa yang tidak berpengalaman membuat rekomendasi jaminan yang terlalu rendah," kata Kim.

Kim menambahkan, "Saya pikir tidak biasa kantor kejaksaan mengakui kesalahan seperti ini, tetapi saya mengenal Jaksa Wilayah secara pribadi, pernah bekerja di kantor itu sebelumnya, dan tidak mengejutkan saya bahwa dia melakukannya,"

Kepala Polisi Waukesha Dan Thompson mengungkapkan bahwa korban tewas dalam serangan tersebut adalah empat wanita berusia 52 hingga 79 tahun dan seorang pria berusia 81 tahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mobil Ngebut Membelah Pawai Natal, 5 Tewas dan 40 Luka Parah

Mobil Ngebut Membelah Pawai Natal, 5 Tewas dan 40 Luka Parah

News | Senin, 22 November 2021 | 20:30 WIB

Rencana The Fed Bikin Menko Airlangga Was-was, Dana Asing Bisa Kabur

Rencana The Fed Bikin Menko Airlangga Was-was, Dana Asing Bisa Kabur

Bisnis | Senin, 22 November 2021 | 14:48 WIB

Wamenkeu Khawatir Libur Nataru Bikin Covid-19 Naik Lagi, Berimbas Efek Domino

Wamenkeu Khawatir Libur Nataru Bikin Covid-19 Naik Lagi, Berimbas Efek Domino

Bisnis | Senin, 22 November 2021 | 11:40 WIB

Terkini

Usia 40-an Mulai Muncul Flek Hitam? Ini 4 Rekomendasi Cream Ampuh di Apotek

Usia 40-an Mulai Muncul Flek Hitam? Ini 4 Rekomendasi Cream Ampuh di Apotek

Lifestyle | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 11:37 WIB

Jangan Asal Buang ke Selokan! Begini Cara Benar Menyikapi Bangkai Tikus di Jalan Raya

Jangan Asal Buang ke Selokan! Begini Cara Benar Menyikapi Bangkai Tikus di Jalan Raya

Your Say | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 11:36 WIB

Merger Paramount - Warner Bros Mengancam PHK Ribuan Pekerja Film

Merger Paramount - Warner Bros Mengancam PHK Ribuan Pekerja Film

Entertainment | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 11:36 WIB

Kalimantan Dikepung 1.487 Titik Panas, DPR Ingat Pemerintah Karhutla 1997 Jangan Terulang

Kalimantan Dikepung 1.487 Titik Panas, DPR Ingat Pemerintah Karhutla 1997 Jangan Terulang

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 11:36 WIB

BRI Perkuat Ekosistem Emas Nasional Bersama Pegadaian dan PNM

BRI Perkuat Ekosistem Emas Nasional Bersama Pegadaian dan PNM

Sumut | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 11:36 WIB

Sambil Pasang CCTV, Pria di Tulang Bawang Kuras Saldo M-Banking Pelanggan

Sambil Pasang CCTV, Pria di Tulang Bawang Kuras Saldo M-Banking Pelanggan

Lampung | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 11:36 WIB

BRI Kembangkan Ekosistem Emas Terintegrasi untuk Masa Depan Indonesia

BRI Kembangkan Ekosistem Emas Terintegrasi untuk Masa Depan Indonesia

Sulsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 11:32 WIB

Prabowo Didesak Banyak Mendengar, Bukan Umbar Retorika Kosong Lewat Monolog

Prabowo Didesak Banyak Mendengar, Bukan Umbar Retorika Kosong Lewat Monolog

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 11:31 WIB

PLN Buka 79 Proyek Panas Bumi, Kejar Tambahan Kapasitas 3,1 GW

PLN Buka 79 Proyek Panas Bumi, Kejar Tambahan Kapasitas 3,1 GW

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 11:30 WIB

500 Ribu Lebih Investor Buang Saham RANS, Harganya Makin Anjlok

500 Ribu Lebih Investor Buang Saham RANS, Harganya Makin Anjlok

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 11:29 WIB

×