Inilah Kisah Mereka yang Selamat dari Pembantaian Timor Leste 30 Tahun Lalu

Siswanto, ABC

Selasa, 23 November 2021 | 17:02 WIB
Inilah Kisah Mereka yang Selamat dari Pembantaian Timor Leste 30 Tahun Lalu
Timor-Timur Google map

Suara.com - Maria Jose sedang berada di pemakaman Santa Cruz di Timor-Leste 30 tahun yang lalu ketika tentara Indonesia melepaskan tembakan.

"Saya masih muda saat itu, masih sangat bersemangat untuk pergi ramai-ramai dengan teman saya, jalan bersama," kata Jose.

"Kami kira unjuk rasa untuk memberi tahu dunia apa yang diinginkan orang Timor akan berlangsung damai."

Kini, Maria tinggal di Darwin, Kawasan Australia Utara bersama keluarganya dan beberapa orang yang selamat dari pembantaian di Timor-Leste pada 12 November 1991.

Pada hari itu, misa gereja diadakan di ibu kota Dili bagi seorang perempuan yang terbunuh.

Maria dan siswa lainnya kemudian memutuskan untuk berjalan sekitar delapan kilometer ke kuburan untuk memperjuangkan kemerdekaan dari Indonesia.

"Tiga teman saya tidak kembali," kata Jose.

"Masih teringat jelas di pikiran kami."

Jose dan mereka yang selamat turut serta dalam upacara di Darwin untuk mengenang para mahasiswa dan pelajar yang meninggal, serta Max Stahl, sutradara film yang meninggal pada bulan Oktober lalu.

baca juga

Usia Osvaldo Coelho, anggota kelompok mahasiswa yang mengorganisir protes Santa Cruz, masih 19 tahun ketika itu.

Kakaknya direnggut darinya, dan kemungkinan besar dibunuh, namun keluarganya masih tidak tahu apa yang terjadi sampai hari ini.

"Setelah kami sampai di pemakaman, semuanya baik-baik saja, kami menunggu untuk berdoa," kata Osvaldo.

"Setelah doa, kami ingin meletakkan bunga di kuburan. Tapi kami bahkan kami belum sempat berdoa saat tentara Indonesia datang dan mulai menembak, mereka menembak kami seperti binatang."

Ratusan orang terbunuh dan mereka yang selamat terpaksa bersembunyi.

"Ketika saya mendengar tembakan saya mulai panik, saya tidak tahu apa yang akan saya lakukan, karena pagarnya cukup tinggi, pagar kuburannya. Saya mulai berlari dan melompati pagar," kata Maria.

"Setelah itu, tentara Indonesia datang mencari para pengunjuk rasa yang bersembunyi.

"Saya beruntung. Mereka tidak masuk ke tempat saya bersembunyi."

Max Stahl merekam pembantaian itu dan menguburnya di pemakaman, sehingga nantinya bisa diselundupkan ke luar negeri.

"Beruntung ada Max Stahl, dia ada di sana, merekam pembantaian itu, dan menyebarkannya ke seluruh dunia," kata Osvaldo.

"Dari tahun 1975 hingga 1991, sebelum pembantaian, kami memperjuangkan kemerdekaan tetapi tidak ada yang tahu apa yang terjadi.

"Banyak orang meninggal, tapi hari itu adalah salah satu hari yang sangat penting bagi kemerdekaan kami."

Kebanyakan orang Timor-Australia kini telah menjadikan Darwin sebagai rumah mereka, karena lokasinya yang dekat dengan Timor-Leste.

"Penerbangannya hanya satu jam. Setelah bangun pagi bisa langsung terbang untuk sarapan di Timor," kata Osvaldo.

Veronica Pereira tinggal di pinggiran kota Darwin yang bernama Karama.

Upacara baru-baru ini untuk para siswa dan Max dimulai dan diakhiri dengan suara Veronica menabuh drum tradisionalnya.

Sesaat setelah pembantaian pada tahun 1991, Veronica mulai menenun nama-nama mereka yang terbunuh menjadi kain tradisional yang dikenal sebagai "tais", yang butuh beberapa tahun untuk diselesaikan.

Seniman dan penenun tersebut menjelaskan pentingnya warna, dibantu temannya yang menerjemahkan.

"Hitam untuk berkabung, merah adalah darah dan putih adalah cahaya [atau harapan]," kata Veronica.

Veronica melarikan diri dari Timor-Leste pada tahun 1975 sebelum menjadi aktivis kemerdekaan yang tinggal di Australia.

Dia merupakan salah satu penduduk Darwin yang meratap dan berbaring di jalan-jalan kota setelah pembantaian itu, sebagai gestur untuk menunjukkan kemungkinan jumlah korban yang tewas.

Tanggal 12 November menjadi hari libur nasional di Timor Leste untuk mengenang "pahlawan muda" dan ditandai dengan barisan menuju pemakaman Santa Cruz.

Namun, Osvaldo mengatakan khawatir masih ada banyak warga Timor-Leste, terutama kaum muda, yang masih menderita.

"Saya ingin kehidupan yang lebih baik untuk negara saya dan rakyat saya," katanya.

"Kalau setelah merdeka rakyat masih menderita, tidak masuk akal.

"Kami tidak melupakan masa lalu dan bisa berbuat lebih baik untuk masa kini dan masa depan."

Diproduksi oleh Natasya Salim dari artikel dalam bahasa Inggris

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Jawab Kritik Kabinet Gemuk: Timor Leste Saja Punya 28 Menteri

Prabowo Jawab Kritik Kabinet Gemuk: Timor Leste Saja Punya 28 Menteri

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 14:31 WIB

Di Jombang, Prabowo Bicara Soal Alasan Pemerintahan Butuh Stabilitas

Di Jombang, Prabowo Bicara Soal Alasan Pemerintahan Butuh Stabilitas

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 13:53 WIB

Prabowo Terima Presiden Timor Leste di Istana, 20 Peraih Nobel Ikut Hadir

Prabowo Terima Presiden Timor Leste di Istana, 20 Peraih Nobel Ikut Hadir

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 14:39 WIB

Di Depan Ramos Horta, Megawati Cerita Jadi Korban Rekayasa AI: Saya Kaget

Di Depan Ramos Horta, Megawati Cerita Jadi Korban Rekayasa AI: Saya Kaget

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 14:23 WIB

Mitchell Baker Makin Ganas Pimpin Daftar Top Skor Piala AFF 2026

Mitchell Baker Makin Ganas Pimpin Daftar Top Skor Piala AFF 2026

Bola | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 11:57 WIB

Timnas Indonesia Harus Susah Payah Kalahkan Timor Leste, Shayne Pattynama: Kami Kesulitan

Timnas Indonesia Harus Susah Payah Kalahkan Timor Leste, Shayne Pattynama: Kami Kesulitan

Bola | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 10:57 WIB

Timnas Indonesia Tumbangkan Timor Leste, Shayne Pattynama Langsung Tantang Vietnam di Piala AFF 2026

Timnas Indonesia Tumbangkan Timor Leste, Shayne Pattynama Langsung Tantang Vietnam di Piala AFF 2026

Bola | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:45 WIB

Hasil Piala AFF: Kecerdikan John Herdman Antar Indonesia Libas Timor Leste

Hasil Piala AFF: Kecerdikan John Herdman Antar Indonesia Libas Timor Leste

Your Say | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 07:04 WIB

Sempat Sulitkan Timnas Indonesia, John Herdman Angkat Topi Buat Timor Leste

Sempat Sulitkan Timnas Indonesia, John Herdman Angkat Topi Buat Timor Leste

Bola | Jum'at, 31 Juli 2026 | 22:23 WIB

Pergantian Jitu John Herdman, Bawa Timnas Indonesia Tembus Tembok Timor Leste

Pergantian Jitu John Herdman, Bawa Timnas Indonesia Tembus Tembok Timor Leste

Bola | Jum'at, 31 Juli 2026 | 20:01 WIB

Terkini

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:57 WIB

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

News | Rabu, 30 September 2026 | 23:12 WIB

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 22:41 WIB

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Sumsel | Rabu, 30 September 2026 | 22:34 WIB

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Sumut | Rabu, 30 September 2026 | 22:20 WIB

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

News | Rabu, 30 September 2026 | 22:15 WIB

Gus Kikin Umumkan Susunan Pengurus PBNU: Gus Ipul Waketum, Gudfan Arif Jadi Sekjen

Gus Kikin Umumkan Susunan Pengurus PBNU: Gus Ipul Waketum, Gudfan Arif Jadi Sekjen

News | Rabu, 30 September 2026 | 21:50 WIB

Sidang Ijazah Gibran di MK, Mantan Komisioner KPU: Verifikasi Dokumen Itu Harus Datang Langsung!

Sidang Ijazah Gibran di MK, Mantan Komisioner KPU: Verifikasi Dokumen Itu Harus Datang Langsung!

News | Rabu, 30 September 2026 | 21:28 WIB

×