- Presiden Timor Leste Jose Ramos-Horta menyatakan kesiapan negaranya membantu Indonesia mengatasi kebakaran hutan dan lahan.
- Pemerintah Timor Leste menutup sekolah negeri hingga 17 Oktober 2026 akibat ancaman kabut asap.
- Ramos-Horta mengingatkan warga agar waspada terhadap penurunan kualitas udara yang berisiko bagi kesehatan masyarakat.
Suara.com - Presiden Timor Leste José Ramos-Horta menyatakan kesiapan negaranya membantu Indonesia menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu memburuknya kualitas udara di kawasan Asia Tenggara.
Ramos Horta yang pernah jadi musuh rezim Orde Baru (Orba) menyebut kebakaran tersebut sebagai tantangan lingkungan bersama yang membutuhkan kerja sama regional.
Dikutip dari kantor berita RTP, Ramos Horta menyampaikan solidaritas kepada Indonesia melalui pesan yang diunggah di media sosial Facebook.
Ramos Horta juga mengapresiasi seluruh pihak yang bekerja di lapangan untuk memadamkan api dan memulihkan kondisi aman bagi masyarakat terdampak.
"Sebagai negara tetangga yang dekat dengan Indonesia, yang terikat oleh hubungan geografis, sejarah, dan kerja sama yang kuat, Timor Leste tetap siap memperkuat kolaborasi regional dan mendukung semua inisiatif untuk mengatasi tantangan lingkungan bersama ini," kata Ramos Horta.
![Presiden Timor Leste Jose Ramos-Horta menjadi pembicara pada kuliah di ERIA School of Government, Jakarta, Selasa (2/6/2026). [ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/tom]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/02/96966-presiden-timor-leste-jose-ramos-horta-ramos-horta.jpg)
Pernyataan tersebut disampaikan ketika kabut asap akibat kebakaran di Indonesia turut mengancam kesehatan masyarakat di negara-negara tetangga, termasuk Timor Leste.
Pemerintah di Dili bahkan memutuskan menutup sekolah-sekolah negeri hingga Sabtu, 17 Oktober 2026, sebagai langkah pencegahan.
Ramos Horta Ingatkan Bahaya Kabut Asap bagi Kesehatan
Selain menyatakan dukungan kepada Indonesia, Ramos-Horta mengingatkan masyarakat Timor Leste agar meningkatkan kewaspadaan terhadap penurunan kualitas udara.
Ramos Horta meminta warga mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker pelindung, memperbanyak minum air, serta menutup pintu dan jendela rumah.
"Kualitas udara saat ini memburuk dan dapat menimbulkan risiko kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit pernapasan seperti asma atau gangguan jantung," kata Ramos Horta.
Kelompok tersebut dinilai lebih rentan terhadap dampak paparan polutan dari kabut asap.
Karena itu, pembatasan aktivitas di luar rumah menjadi salah satu langkah pencegahan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan.
Pemerintah Timor Leste juga telah menetapkan penutupan sekolah negeri hingga Sabtu.
Kebijakan tersebut bertujuan mengurangi paparan polusi terhadap siswa dan tenaga pendidik selama kondisi udara belum membaik.