facebook

Kemenkes Sebut Kasus Positif Covid-19 Indonesia Bisa Empat Kali Lipat dari Data Resmi

Chandra Iswinarno | Stephanus Aranditio
Kemenkes Sebut Kasus Positif Covid-19 Indonesia Bisa Empat Kali Lipat dari Data Resmi
Juru Bicara Pemerintah untuk Vaksinasi Covid-19 dr Siti Nadia Tarmizi dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Jumat (21/1/2021). [Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden]

Kemenkes memperkirakan angka kasus positif Covid-19 di Indonesia jumlahnya empat kali lebih besar dari 4,2 juta lebih orang terinfeksi yang diumumkan saat ini.

Suara.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperkirakan angka kasus positif Covid-19 di Indonesia jumlahnya empat kali lebih besar dari 4,2 juta lebih orang terinfeksi yang diumumkan saat ini.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan, banyak kasus yang tidak terdeteksi sehingga yang terlaporkan hingga 23 November 2021, hanya 4.253.992 orang positif Covid-19.

"Jadi kalau kita lihat jumlah penderita Covid-19 kalau sekarang ini dilaporkan sekitar 4 juta, itu kemungkinan bisa sekitar 15-16 juta sebenarnya," kata Nadia dalam diskusi virtual, Selasa (23/11/2021).

Dia mencontohkan, dari salah satu penelitian di DKI Jakarta saja disebutkan, sudah separuh warga Ibu Kota DKI Jakarta yang sudah terinfeksi Covid-19.

Baca Juga: Kabar Gembira, Kasus Aktif Covid-19 di Purbalingga Tersisa Tujuh Orang

"Misalnya di DKI Jakarta itu dikatakan hampir 50 persen dari penduduk di DKI Jakarta itu sudah terinfeksi Covid-19, jumlah orang yang terinfeksi itu sebenarnya bisa tiga atau empat kali lipat dari yang dilaporkan," jelasnya.

Meski begitu, Indonesia belum bisa dikatakan sudah mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity, sebab vaksinasi Covid-19 belum mencapai 70 persen dari total populasi.

"Nah apakah kita sudah mendapatkan kekebalan kelompok atau herd immunity tentunya secara teorinya ya belum, karena kekebalan kelompok itu dari upaya vaksinasi, vaksinasi kita belum sampai 70 persen," tutur Nadia.

Saat ini, Kemenkes juga tengah melakukan survei prevalensi antibodi masyarakat atau seroprevalence survey masih terus dilakukan dan diprediksi akan selesai pada pekan ketiga atau keempat Desember 2021.

Hasil dari survei ini nanti akan terlihat antibodi yang dimiliki masyarakat terbentuk secara alamiah karena banyak orang terinfeksi atau berkat vaksinasi.

Baca Juga: Rumah Sakit Belanda Kewalahan, Pasien COVID-19 Dirujuk ke Jerman

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar