Diterima dari Balik Pagar, Masyarakat Adat Tano Batak Kecewa Sikap Anak Buah Luhut

Bangun Santoso, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Rabu, 24 November 2021 | 15:46 WIB
Diterima dari Balik Pagar, Masyarakat Adat Tano Batak Kecewa Sikap Anak Buah Luhut
Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan, KLHK, Menko Marves, Dirhansyah Conbul saat menemui masyarakat Adat Tano Batak yang menuntut penutupan PT. TPL di Kantor Kemenko Marves, Rabu (24/11/2021). (Suara.com/Yaumal Asri)

Suara.com - Masyarakat adat Tano Batak dari kawasan Danau Toba yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Rakyat (Gerak) Tutup TPL (PT Toba Pulp Lestari) mengaku kecewa dengan sikap perwakilan Kementerian Koordinator bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) yang sempat menerima mereka dari balik pagar.

Aliansi Gerak Tutup TPL berunjuk rasa pada hari ini Rabu (24/11/2021) di depan Gedung Menko Marves, Jakarta Pusat, menuntut Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan mencabut izin investasi dan menutup PT TPL.

Menurut mereka sebagai masyarakat adat dan rakyat, yang sudah menempuh perjalanan darat dari Danau Toba, kurang lebih tiga hari, tidak seharusnya diperlakukan dengan demikian.

“Ya tentu, kami sangat kecewa, karena kan kami ini masyarakat adat. Dan kami juga meminta secara adat, supaya bapak ibu ini (Menko Marves) turun menemui kami,” kata Hengky Manalu, Koordinator Gerak Tutup TPL saat ditemui Suara.com, Rabu (24/11/2021).

Peristiwa itu berawal saat Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan, KLHK, Menko Marves, Dirhansyah Conbul akhirnya menemui masyarakat adat Tano Batak.

Namun dia enggan keluar dari balik pagar Gedung Menko Marves. Beberapa kali pengunjuk rasa meminta Dirhansyah untuk keluar dan menemui mereka, namun dia tetap berada di balik pagar, di bawah baliho bertuliskan ‘Jadilah Pahlawan Di Setiap Langkahmu.’

Dirhansyah pun akhirnya keluar dari balik pagar, setelah masyarakat adat ingin menyampaikan buku yang berisi rangkuman pelanggaran yang dilakukan PT TPL di kawasan Danau Toba.

Saat menerima buka tersebut, Dirhansyah berkata akan menyampaikannya ke Menteri Luhut beserta tuntutan mereka.

“Namun saya tidak bisa menjanjikan apa-apa, tapi masukan dan tuntutan Masyarakat Adat Tano Batak akan saya sampaikan,” ujarnya.

Sebelumnya, Aliansi Gerak Tutup TPL berunjuk rasa menuntut Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan mencabut izin investasi dan menutup PT TPL.

"Kehadiran investasi seharusnya memberikan kemakmuran bangsa dan negara Indonesia serta kesejahteraan rakyat, sayangnya jutsru menjadi sumber malapetaka bagi Tano Batak," kata Ketua Aliansi Gerak Tutup TPL, Banget Sibuea.

Mereka menilai kehadiran PT TPL selama 30 tahun di kawasan Danau Toba, sama sekali tidak memberikan dampak positif bagi mereka, khususnya dalam pemenuhan Hak Asasi Manusia (HAM).

"Bangsa ini membutuhkan investasi yang menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia, mensejahterakan rkayat, menghargai keberlanjutan lingkungan, akuntabel dan juga mengedepankan rasa aman, nyaman dan perdamaian," ujar Sibuea.

Karenanya dalam aksi unjuk rasa ini mereka menyampaikan delapan tuntutan:

  1. Cabut Izin Operasional PT TPL
  2. Cabut izin konsesi PT Toba Pulp Lestari (TPL) dari wilayah adat.
  3. Wujudkan reforma agraria sejati.
  4. Hentikan kriminalisasi dan intimidasi kepada masyarakat adat Tano Batak.
  5. Segera usut tindakan kekerasan yang dilakukan karyawan PT TPL kepada masyarakat adat.
  6. Usut tuntas dugaan manipulasi eksport PT TPL yang terjadi selama ini.
  7. Selamatkan Tano Batak dari limbah TPL.
  8. Selamatkan Hutan Tano Batak dari aktivitas penggundulan hutan oleh TPL.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gerakan Tutup TPL, Masyarakat Adat Tano Batak Geruduk Kantor Luhut

Gerakan Tutup TPL, Masyarakat Adat Tano Batak Geruduk Kantor Luhut

News | Rabu, 24 November 2021 | 12:23 WIB

Aliansi Masyarakat Adat Tano Batak Desak Jokowi Tutup PT Toba Pulp Lestari

Aliansi Masyarakat Adat Tano Batak Desak Jokowi Tutup PT Toba Pulp Lestari

News | Rabu, 17 November 2021 | 18:55 WIB

Aliansi Gerakan Rakyat Desak Presiden Jokowi Segera Tutup TPL

Aliansi Gerakan Rakyat Desak Presiden Jokowi Segera Tutup TPL

Sumut | Rabu, 17 November 2021 | 16:43 WIB

Aliansi Gerakan Rakyat Tutup TPL: Kami Tidak Mau Janji Manis Saja

Aliansi Gerakan Rakyat Tutup TPL: Kami Tidak Mau Janji Manis Saja

News | Rabu, 08 September 2021 | 15:33 WIB

Masyarakat Adat Pertahankan Wilayahnya dari Konsesi PT. TPL

Masyarakat Adat Pertahankan Wilayahnya dari Konsesi PT. TPL

Sumut | Rabu, 11 Agustus 2021 | 10:51 WIB

44 Hari Jalan Kaki Danau Toba-Jakarta, Togu Simorangkir Cs Temui Jokowi

44 Hari Jalan Kaki Danau Toba-Jakarta, Togu Simorangkir Cs Temui Jokowi

Sumut | Jum'at, 06 Agustus 2021 | 16:32 WIB

44 Hari Jalan Kaki Sumut-Jakarta, Presiden Jokowi Didesak Temui Tim 11 Penolak PT TPL

44 Hari Jalan Kaki Sumut-Jakarta, Presiden Jokowi Didesak Temui Tim 11 Penolak PT TPL

News | Jum'at, 30 Juli 2021 | 13:58 WIB

Terkini

Ada Jejak Indonesia di Gua Australia, Dua Lukisan Kapal Jadi Kunci Misteri Ratusan Tahun

Ada Jejak Indonesia di Gua Australia, Dua Lukisan Kapal Jadi Kunci Misteri Ratusan Tahun

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:50 WIB

Mengerikan! Rekaman Banjir Bandang di Himalaya Tewaskan 98 Orang, Lebih dari 400 Hilang

Mengerikan! Rekaman Banjir Bandang di Himalaya Tewaskan 98 Orang, Lebih dari 400 Hilang

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Tim Alfa TNI Sudah Terjun ke Way Kambas, Apakah Juga Dikerahkan ke Karhutla Sumsel?

Tim Alfa TNI Sudah Terjun ke Way Kambas, Apakah Juga Dikerahkan ke Karhutla Sumsel?

Sumsel | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:38 WIB

Bisnis Tiba-Tiba Viral? Ini Tantangan yang Menunggu di Balik Lonjakan Pesanan

Bisnis Tiba-Tiba Viral? Ini Tantangan yang Menunggu di Balik Lonjakan Pesanan

Lifestyle | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:33 WIB

Saya Kurang Tidur! 3 Kata Pelatih Thailand Usai Gagal Juara Piala AFF 2026

Saya Kurang Tidur! 3 Kata Pelatih Thailand Usai Gagal Juara Piala AFF 2026

Bola | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:27 WIB

Wali Murid SDIP Pamulang Murka, Sebut Rektor UIN Syarif Hidayatullah Tak Cerminkan Sosok Pendidik

Wali Murid SDIP Pamulang Murka, Sebut Rektor UIN Syarif Hidayatullah Tak Cerminkan Sosok Pendidik

Banten | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:27 WIB

PLN ULP Ampera Jadwalkan Pemadaman Listrik 3 Jam, Cek Wilayah Terdampak

PLN ULP Ampera Jadwalkan Pemadaman Listrik 3 Jam, Cek Wilayah Terdampak

Sumsel | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Muktamar NU ke-35 Memanas, 6 Kritik Tajam dari Halaqah Ulama Jombang untuk Kepemimpinan PBNU

Muktamar NU ke-35 Memanas, 6 Kritik Tajam dari Halaqah Ulama Jombang untuk Kepemimpinan PBNU

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:19 WIB

Drama! Vietnam Juara Piala AFF 2026 Meski Pemain Thailand Cetak 4 Gol

Drama! Vietnam Juara Piala AFF 2026 Meski Pemain Thailand Cetak 4 Gol

Bola | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:17 WIB

PTBA Borong Empat Penghargaan ISEA 2026, Tegaskan Transformasi Keselamatan Kerja

PTBA Borong Empat Penghargaan ISEA 2026, Tegaskan Transformasi Keselamatan Kerja

Sumsel | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:16 WIB

×